TIDORE — Pemerintah Kota Tidore Kepulauan mengapresiasi pelaksanaan Dabus Akbar ke-5 Tahun 2026 yang dinilai mampu memperkuat nilai keagamaan, kebersamaan, dan persatuan di tengah masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rudi Ipaenin, saat mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan pada kegiatan yang digelar Majelis Dzikir Al-Awwaliyah Kelurahan Topo di Gedung Serba Guna Topo, Sabtu (18/4/2026) malam.
Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan Rudi, Dabus Akbar disebut membawa keberkahan bagi masyarakat melalui lantunan dzikir dan doa yang dipanjatkan, dengan harapan daerah tersebut senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
“Kami meyakini kegiatan ini dapat memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT serta menjaga ukhuwah, persatuan, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Rudi.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari napak tilas Majelis Dzikir Al-Awwaliyah, sehingga tidak sekadar seremoni, tetapi juga mengandung nilai sejarah dan makna mendalam. Momentum itu menjadi refleksi untuk meneladani perjuangan para pendahulu dalam menyebarkan syiar Islam dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan keteguhan iman.
Rudi juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, tokoh masyarakat, dan warga untuk terus mempererat koordinasi dan kerja sama demi kepentingan bersama, sekaligus menjadi teladan dalam kehidupan sosial.
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, dalam sambutannya menilai penguatan nilai agama dan budaya menjadi indikator penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, kami mengapresiasi kegiatan ini sebagai upaya memperkuat nilai spiritual dan moral dalam mendukung pembangunan,” kata Sarbin.
Ia menegaskan, pengamalan nilai agama harus menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, sekaligus menjadi fondasi dalam membangun hubungan harmonis antara agama dan budaya.
Menurut Sarbin, kegiatan seperti Dabus Akbar juga menjadi momentum strategis untuk mempererat relasi antara ajaran agama dan kearifan lokal yang selama ini melahirkan peradaban sosial yang saling menguatkan.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan mengembangkan harmonisasi tersebut sebagai dasar pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Kegiatan Dabus Akbar ke-5 itu ditutup dengan ratib dabus yang diikuti oleh Majelis Dzikir Al-Awwaliyah bersama tokoh agama dan masyarakat Kelurahan Topo. (*)








