MARASAI.iD – Pelayanan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi kini dapat diakses langsung oleh para nelayan di Pelabuhan Perikanan Daeo Majiko, Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Morotai. Langkah ini diambil untuk menjamin distribusi BBM subsidi yang adil dan merata bagi nelayan setempat.
Kepala SKPT Pulau Morotai, Mahli Aweng, menjelaskan bahwa Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBUN) di pelabuhan tersebut telah resmi melayani pembelian BBM jenis Pertalite secara langsung kepada nelayan. Namun, untuk memperoleh layanan ini, nelayan diwajibkan memenuhi beberapa persyaratan administratif.
“Nelayan harus membawa Kartu Nelayan atau Kartu Kusuka, dokumen kapal seperti Pas Kecil, TDKP, EBKP, atau SIPI, serta menyertakan daftar kebutuhan BBM per trip,” ujar Mahli.
Ia menegaskan bahwa pelayanan BBM subsidi ini hanya diperuntukkan bagi kapal perikanan dengan ukuran di bawah 30 Gross Ton (GT).
Dengan ketersediaan kebutuhan utama seperti es dan BBM di Pelabuhan Daeo Majiko, Mahli mendorong para nelayan untuk melakukan aktivitas pendaratan dan pengisian perbekalan langsung di pelabuhan tanpa melalui perantara.
Lebih lanjut, Mahli berharap PT Harta Samudra sebagai salah satu mitra di sektor perikanan dapat mempertimbangkan untuk melakukan pengecekan mutu ikan (ceker ikan) langsung di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang berada di pelabuhan tersebut. Hal ini penting agar nelayan mendapatkan harga yang sesuai dengan kualitas hasil tangkapan mereka saat dibongkar.
“Saya mengajak semua pihak untuk mendukung kegiatan operasional di Pelabuhan Perikanan Daeo Majiko. Jika pelabuhan ini hidup, maka roda ekonomi akan berputar dan berdampak positif bagi masyarakat sekitar,” tutup Mahli.








