Kapal Inflasi, Jurus Pemkot Tidore Tekan Inflasi di Wilayah Kepulauan

- Jurnalis

Rabu, 1 Januari 2025 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Operasi pasar murah di Desa Maregam dan Marekofo melalui kapal inflasi.

Operasi pasar murah di Desa Maregam dan Marekofo melalui kapal inflasi.

MARASAI.iD –  Untuk mempermudah akses masyarakat pesisir terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau, Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar Operasi Pasar Murah menggunakan Kapal Inflasi.

Kapal tersebut berlabuh di Dermaga Maregam dan Marekofo, Kecamatan Tidore Selatan, pada Rabu (1/1/2025).

Kegiatan ini dipimpin oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, Abdul Hakim Adjam, didampingi Kepala Bagian Ekonomi dan SDA Setda Kota Tidore Kepulauan, Nurlaila Yasin, selaku Sekretaris Tim Teknis TPID, serta tim terkait.

Bahan pokok seperti Beras SPHP 5 kg, gula, minyak goreng, telur, serta produk Telkomsel diangkut menggunakan kapal kayu dari Dermaga Nelayan Gurabati menuju Pulau Maregam dan Marekofo. Pulau Maregam menjadi persinggahan pertama sebelum kapal melanjutkan perjalanan ke Pulau Marekofo.

Abdul Hakim Adjam menjelaskan bahwa kegiatan Pasar Murah merupakan program strategis yang terintegrasi dari pemerintah pusat hingga daerah. Tujuannya adalah membantu masyarakat di wilayah pesisir dan pegunungan, terutama menghadapi lonjakan harga menjelang akhir tahun, Ramadhan, dan hari-hari besar keagamaan.

Baca Juga :  Resmi Jadi ASN! Pemprov Malut Undang 307 CPNS Ambil SK pada 16 Juni

“Kegiatan ini diharapkan dapat meminimalisir pengeluaran masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok. Pemerintah Kota Tidore melalui TPID akan terus mengupayakan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas harga,” ujar Abdul Hakim.

Kepala Desa Maregam, Rakib Soleman, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Tidore atas penyelenggaraan Pasar Murah. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu masyarakat, terutama saat cuaca ekstrem yang kerap menghambat perjalanan ke Tidore untuk membeli kebutuhan pokok.

“Kami berharap kegiatan ini bisa berkelanjutan setiap tahun, sehingga masyarakat di Pulau Maregam dan Marekofo dapat terus merasakan manfaatnya,” ungkap Rakib.

Senada, Kepala Desa Marekofo, Ahmad Ayyub, juga menyampaikan terima kasih atas inisiatif ini. Ia menilai pasar murah menjadi solusi efektif di tengah ketidakstabilan harga bahan pokok yang sering terjadi di akhir tahun.

Baca Juga :  Target Indeks SPBE Berpredikat Baik, Diskominfosan Malut Didukung Tim SIA Kemenpan-RB

Salah satu warga Desa Maregam, Salma Muksin, turut mengungkapkan harapannya agar program ini bisa kembali dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadhan. “Dengan adanya pasar murah, kami tak perlu khawatir memikirkan biaya transportasi dan risiko cuaca ekstrem untuk membeli kebutuhan pokok di Tidore,” ujarnya.

Operasi pasar murah ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Maregam dan Marekofo. Bahkan sebelum kapal berlabuh, warga sudah berbondong-bondong menunggu di dermaga. Selain bahan pokok, stand Telkomsel juga menyediakan berbagai kebutuhan seperti pulsa listrik, kartu prabayar, Orbit, charger ponsel, dan headset.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Bank Indonesia, Bulog, Telkomsel, dan pihak perbankan. Upaya ini diharapkan dapat menjadi langkah efektif dalam menjaga stabilitas harga dan membantu meringankan beban masyarakat di wilayah pesisir.

Berita Terkait

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan
80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel
Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026
UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi
21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis
Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat
Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar
Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:17 WIB

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:00 WIB

80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:32 WIB

Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:45 WIB

UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:48 WIB

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis

Jumat, 6 Februari 2026 - 02:18 WIB

Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:56 WIB

Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:17 WIB

Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah

Berita Terbaru