Peluang Kerja di Sektor Industri Maluku Utara, Marwan Polisiri: Hilirisasi Nikel Butuh SDM Berkualitas

- Jurnalis

Kamis, 12 Desember 2024 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disnakertrans Malut, Marwan Polisiri saat menjadi narasumber di Kampus UMMU Ternate.

Kepala Disnakertrans Malut, Marwan Polisiri saat menjadi narasumber di Kampus UMMU Ternate.

MARASAI.iD – Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Maluku Utara, Marwan Polisiri, menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal untuk menghadapi peluang kerja di dunia industri.

Hal ini disampaikannya dalam seminar bertajuk “Menghadapi Dunia Kerja: Membentuk Alumni yang Enterpreneurship dan berdaya saing, untuk karir yang gemilang” yang berlangsung di Kampus Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Ternate, Kamis (12/12/2024).

Dalam paparannya, Marwan menjelaskan bahwa kebijakan pembangunan 2020-2024 menitikberatkan lima misi utama, di antaranya pengembangan SDM dan peningkatan ekonomi. Prioritas dalam bidang ketenagakerjaan mencakup perencanaan tenaga kerja, pelatihan, penempatan, serta hubungan industril.

Marwan mengungkap sejumlah tantangan yang dihadapi pasar kerja di Maluku Utara. Di antaranya, terbatasnya lapangan kerja formal, tingginya angka pengangguran di kalangan lulusan pendidikan menengah, dan minimnya respons terhadap digitalisasi oleh tenaga kerja menengah ke bawah.

Selain itu, ia menyoroti keterlambatan transformasi keterampilan dan ketidakcocokan antara kualifikasi lulusan dengan kebutuhan industri.

Baca Juga :  Ketulusan Para Guru

“Tenaga kerja kita belum sepenuhnya siap menghadapi tuntutan Revolusi Industri 4.0. Ini memerlukan perhatian khusus agar lulusan kita mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar kerja,” ujar mantan Kepala Bappeda Kota Tidore Kepulauan ini.

Meski demikian, Marwan menyampaikan bahwa hilirisasi nikel di Maluku Utara, terutama melalui kawasan industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan Harita Group, membuka peluang kerja yang signifikan. Diperkirakan jumlah tenaga kerja akan meningkat dari 645,9 ribu orang pada 2023 menjadi 669,9 ribu orang pada 2024.

“Industri pertambangan dan hilirisasi nikel membuka banyak peluang, namun kita harus memastikan SDM lokal dapat memenuhi kebutuhan perusahaan,” tegasnya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Marwan memaparkan strategi yang telah disiapkan, antara lain perencanaan tenaga kerja berbasis kebutuhan industri serta program pelatihan kerja.

Baca Juga :  Wali Kota Tidore Ikuti Rakor Inflasi Daerah 2025 Bersama Mendagri Tito Karnavian

Pelatihan yang ditawarkan meliputi operator alat berat, mekanik, kelistrikan, komputer, tata boga, hingga kewirausahaan. Dukungan sarana pelatihan juga diberikan, seperti bantuan alat berat, mesin jahit, dan komputer.

Marwan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pihak industri. “Tanpa kerja sama yang baik, upaya peningkatan kualitas SDM akan sulit tercapai,” ungkapnya.

Dia menyimpulkan bahwa hilirisasi nikel adalah peluang besar bagi Maluku Utara, namun tantangan SDM lokal harus segera diatasi. Pendidikan vokasi, politeknik, dan program pelatihan kerja menjadi solusi utama agar tenaga kerja lokal mampu bersaing di dunia industri.

“Keberhasilan pembangunan SDM di Maluku Utara memerlukan sinergi dari semua pihak. Dengan begitu, kita bisa memaksimalkan potensi daerah dan menciptakan tenaga kerja yang berkualitas,” tutup Marwan.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Rektor UMMU Ternate, Prof DR. Saiful Deni, dan sejumlah akademisi serta para mahasiswa.

Berita Terkait

Sekprov Malut Lantik Pejabat Baru, Gubernur Minta Birokrasi Hadirkan Solusi dan Percepat Inovasi
Balai Bahasa Maluku Utara Internalisasikan Budaya Kerja Berbasis Kinerja melalui Inovasi SIDAK
Pemprov Malut Siapkan Kontrak Payung Event Daerah, Sekda Targetkan Standarisasi Anggaran Lebih Efisien
Pemprov Malut Percepat Program Listrik Desa, Sekprov Koordinasikan Penyelesaian Kendala di 43 Titik
Dua Putra-Putri Terbaik Maluku Utara Wakili Daerah di Paskibraka Nasional 2026
Pemprov Malut Serahkan Ambulans untuk RSI PKU Muhammadiyah, Wagub Dorong Penguatan Layanan Kesehatan
Maluku Utara Susun Kajian Risiko Bencana 2026–2029, Gubernur Tekankan Data Akurat dan Kesiapsiagaan
Ekonomi Malut Tumbuh Pesat, Sekprov Ingatkan Tantangan Terbesar Masih pada IPM
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:20 WIB

Sekprov Malut Lantik Pejabat Baru, Gubernur Minta Birokrasi Hadirkan Solusi dan Percepat Inovasi

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:07 WIB

Balai Bahasa Maluku Utara Internalisasikan Budaya Kerja Berbasis Kinerja melalui Inovasi SIDAK

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:56 WIB

Pemprov Malut Siapkan Kontrak Payung Event Daerah, Sekda Targetkan Standarisasi Anggaran Lebih Efisien

Senin, 13 Juli 2026 - 23:38 WIB

Pemprov Malut Percepat Program Listrik Desa, Sekprov Koordinasikan Penyelesaian Kendala di 43 Titik

Senin, 13 Juli 2026 - 19:27 WIB

Dua Putra-Putri Terbaik Maluku Utara Wakili Daerah di Paskibraka Nasional 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:05 WIB

Pemprov Malut Serahkan Ambulans untuk RSI PKU Muhammadiyah, Wagub Dorong Penguatan Layanan Kesehatan

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:54 WIB

Maluku Utara Susun Kajian Risiko Bencana 2026–2029, Gubernur Tekankan Data Akurat dan Kesiapsiagaan

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:57 WIB

Ekonomi Malut Tumbuh Pesat, Sekprov Ingatkan Tantangan Terbesar Masih pada IPM

Berita Terbaru