Perkuat Perlindungan Anak, Pemprov Malut Dorong Bentuk Tim Pertimbangan Perizinan Pengangkatan Anak

- Jurnalis

Kamis, 12 September 2024 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MARASAI.iD – Kegiatan koordinasi dan sinkronisasi Layanan Publik Pengasuhan Alternatif (LPPA) yang diselenggarakan oleh Direktorat Rehabilitasi Anak Kementerian Sosial RI resmi dibuka oleh Asisten II, Sri Haryanti Hatari, pada Kamis (12/9/24) di Sahid Bela Hotel, Ternate.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat perlindungan anak, terutama bagi mereka yang membutuhkan pengasuhan alternatif.

Dalam sambutannya mewakili Gubernur Maluku Utara, Sri Haryanti menyoroti pentingnya perhatian terhadap anak-anak yang terlantar, seperti yang ditinggalkan oleh orang tua di rumah sakit, di pinggir jalan, atau diserahkan langsung ke panti asuhan.

“Kasus-kasus ini memerlukan penanganan serius dari Aparat Kepolisian terhadap orang tua yang menelantarkan anak-anak mereka,” tegas Sri.

Baca Juga :  Sanggar SETALI Ramaikan Peringatan Sumpah Pemuda di Bobaneigo, Angkat Kesenian Daerah

Sri juga menekankan pentingnya pengangkatan anak sebagai bentuk pengalihan tanggung jawab perawatan anak dari orang tua kandung atau wali ke orang tua angkat. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 dan Peraturan Menteri Sosial Nomor 110 Tahun 2009, proses pengangkatan anak harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sri meminta Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara segera menindaklanjuti pembentukan Tim Pertimbangan Perizinan Pengangkatan Anak melalui keputusan gubernur.

Tim ini, katanya, akan menjadi forum lintas instansi untuk memberikan saran dan pertimbangan dalam pemberian izin atau penolakan pengangkatan anak.

“Hal ini sangat penting demi kesejahteraan dan perlindungan anak yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” tambahnya.

Baca Juga :  Sekertariat DPRD Malut Gelar Tarhib Ramadhan & Launching Radiator

Hari Setiadi, Kepala Pokja Pengasuhan Alternatif dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI, juga menyampaikan harapan agar Provinsi Maluku Utara segera membentuk tim tersebut.

“Dari 38 provinsi di Indonesia, Maluku Utara adalah salah satu yang belum memiliki tim pertimbangan perizinan pengangkatan anak. Kami berharap dengan adanya dukungan ini, proses pengangkatan anak di Maluku Utara dapat berjalan lebih baik,” ungkapnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Malut, Zen Kasim, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Malut, Musrifah Alhadar, serta perwakilan instansi terkait lainnya.

Berita Terkait

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis
Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat
Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar
Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah
Pegawai Apresiasi Keterbukaan, Dikbud Malut Kick Off Program 2026 dengan Anggaran Rp783 Miliar
Kelola Rp783 Miliar, Dikbud Malut Tancap Gas Program 2026, Fokus Akses Sekolah dan Tekan Putus Sekolah
Balai Bahasa Maluku Utara Susun Modul Pembelajaran Bahasa Taliabu
Balai Bahasa Malut dan Pemkab Pulau Taliabu Perkuat Revitalisasi Bahasa Daerah
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:48 WIB

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis

Jumat, 6 Februari 2026 - 02:18 WIB

Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:17 WIB

Cetak 80 Pengajar Utama, Balai Bahasa Malut Genjot Revitalisasi Bahasa Sawai di Halmahera Tengah

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:57 WIB

Pegawai Apresiasi Keterbukaan, Dikbud Malut Kick Off Program 2026 dengan Anggaran Rp783 Miliar

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:46 WIB

Kelola Rp783 Miliar, Dikbud Malut Tancap Gas Program 2026, Fokus Akses Sekolah dan Tekan Putus Sekolah

Jumat, 30 Januari 2026 - 18:47 WIB

Balai Bahasa Maluku Utara Susun Modul Pembelajaran Bahasa Taliabu

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:15 WIB

Balai Bahasa Malut dan Pemkab Pulau Taliabu Perkuat Revitalisasi Bahasa Daerah

Rabu, 28 Januari 2026 - 06:04 WIB

Gelar DKT, Balai Bahasa Malut Susun Modul Pembelajaran Bahasa Sawai di Halteng

Berita Terbaru