Wakili Plt Gubernur, Assiten II Buka Serasehan Kebudayaan

- Jurnalis

Kamis, 25 April 2024 - 04:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten II, Sri Haryanti Hatari.

Asisten II, Sri Haryanti Hatari.

MARASAI. ID – Plt Gubernur Maluku Utara yang diwakili Asisten II, Sri Haryanti Hatari resmi membuka kegiatan serasehan kebudayaan yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI bertempat di Sahid Bela Hotel, Rabu (24/4/24).

Melalui sambutan tertulis Gubernur Sri menyampaikan, Saresehan kebudayaan adalah langkah awal yang bagus sekaligus upaya konkret dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan Maluku Utara.

Menurutnya, Ini harus didasarkan pada partisipasi aktif dan inklusif dari berbagai pemangku kepentingan dan masyarakat lokal agar dapat mencapai hasil yang positif dalam pelestarian dan pengembangan kekayaan budaya daerah tersebut.

“atas nama pemerintah provinsi sangat mengapresiasi kegiatan saresehan ini, yang mana selaras dengan visi misi serta program unggulan pemerintah daerah yang salah satunya berkaitan dengan pelestarian dan pengembangan seni, budaya dan nilai-nilai kearifan lokal.” Ucap sri.

Baca Juga :  Sukses Gelar Kejuaraan Sepak Bola U-16, Kadispora Malut: Kita Fokus Pembinaan

Dirinya berharap, melalui kegiatan ini adanya masukan dari berbagai pihak dan stakeholder, pelaku budaya, masyarakat, SKPD dan sebagainya bisa menjadi poin-poin substantif sebagai bahan penyusunan perencanaan pembangunan kebudayaan di daerah.

“Masukan dari berbagai pihak dan stakeholder, pelaku budaya, masyarakat, SKPD dan sebagainya bisa menjadi poin-poin substantif sebagai bahan penyusunan perencanaan pembangunan kebudayaan di daerah”. Ujar Sri

Sementara kepala Balai Pelestariaan Kebudayaan Wilayah XXI Kiswanto saat memberikan sambutannya mengatakan, Serasehan tahun 2024 ini mengambil tema “pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah (PPKD) sebagai dasar pembangunan kebudayaan di daerah.

Menurut Kuswanto, potensi kebudayaan di daerah sangat besar, di catatan kami ada sekitar 800-an objek diduga cagar budaya, namun baru ada dua cagar budaya peringkat nasional yang sudah ditetapkan, dan baru 5 cagar budaya yang ditetaplan oleh Walikota dan Gubernur serta 15 cagar budaya yang direkomendasikan untuk ditetapkan ssbagai cagar budaya oleh walikota.

Baca Juga :  Warga Haltim Tenggelam Saat Memanah Ikan di Pelabuhan Darko Sofifi

Selain itu kata Kuswanto, potensi warisan budaya tao benda (WBTb) di Malut tak kalah banyaknya yang mungkin bisa masul kategori objek pemajuan kebudayaan (OPK) namun belum ada data yang valid berapa jumlahnya.

“Dicatatan kami ada 57 WBTb di Malut yang sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda”. Ucapnya.

Kuswanto berharap, serasehan kebudayaan ini dilaksanakan bertujuan untuk menyamakan persepsi dan pemahaman atau sinkronisasi rencana program kegiatan pelestsrian kebudayaan di Provinsi Maluku Utara tahun 2024. Baik program pelestarian kebudayaan wilayan XXI, program pemerintah Provinsi Maluku Utara, dan program pemerintah Kabupaten Kota se-Maluku Utara.

Kegiatan ini juga melibatkan para peserta dari instansi terkait baik vertikal maupun pemerintah kabupaten kota di Provinsi Maluku Utara.

Berita Terkait

Husni Salim Launching Ramadhan Expo Setwan Malut, Hadirkan 5 Program Bernuansa Religius
Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan
80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel
Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026
UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi
21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis
Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat
Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:37 WIB

Husni Salim Launching Ramadhan Expo Setwan Malut, Hadirkan 5 Program Bernuansa Religius

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:17 WIB

Pengukuhan Komunitas Kasih Alam Maluku Utara, Taufik: Ini Titik Awal Pengabdian Nyata untuk Lingkungan

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:00 WIB

80 Guru dan Penutur Jati Dilatih, Balai Bahasa Malut Perkuat Revitalisasi Bahasa Bacan dan Makian Luar di Halsel

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:32 WIB

Balai Bahasa Malut Gelar Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2026

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:45 WIB

UNIBRAH–Disarpus Malut Kolaborasi, Empat Desa Lokasi KKN Terima Ratusan Buku Literasi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:48 WIB

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis

Jumat, 6 Februari 2026 - 02:18 WIB

Jelang Ramadhan 1447 H, Pemkot Tidore Gelar Rakor: Pastikan Pangan Aman, Harga Stabil, Keamanan Diperketat

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:56 WIB

Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar

Berita Terbaru