MARASAI.id – Kepedulian Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Maluku Utara, Marwan Polisiri untuk menumbuhkan semangat Bursa Kerja Khusus (BKK) hingga ke SMK yang jauh dari pusat kota.
Kali ini perjalanan Kadis Nakertrans Malut hadir sekaligus menjadi narasumber di SMK Negeri 6 Halmahera Tengah, Desa Damuli Kecamatan Patani Timur, yang menempuh perjalanan kurang lebih 8 jam dari Sofifi, Senin (13/11/2023).
“Ada yang bertanya kenapa kadis masih mau bawa materi di tingkat SMK, seharusnya Kadis bisa mendelegasikan tugas kepada Staf saja, Kadis harus berpikir hal besar, bukan hal yang sifatnya remeh temeh.
Saya memberikan penjelasan bahwa saya tidak pernah mau membedakan level pekerjaan, karena semua pekerjaan memberikan nilai yang berbeda, saya berusaha memberikan yang terbaik, setiap hari yang di lalui menjadi hari terbaik, kita tidak tahu kapan Allah memberikan kesempatan waktu,” ungkap Marwan.
Menurutnya, meskipun untuk sampai di Desa Damuli yang dulu Desa Induknya adalah Desa Peniti, dibutuhkan waktu 7-8 jam perjalanan, dia tetap ingin ke sana untuk bisa bertemu dan memberikan pelayanan kepada masyarkat di wilayah tersebut.
“Kalau di kota mungkin sudah banyak narasumber yang hebat, tapi di desa yang aksesnya jauh Seperti Desa Damuli membutuhkan pengorbanan waktu yang lebih dan komitmen yang tinggi untuk para Narasumber hebat mau datang langsung. Keinginan saya sampai di SMK 6 Halteng adalah bentuk komitmen saya ingin berada langsung di sekolah-sekolah vokasi terjauh, sebab mereka juga berharap orang-orang terbaik bisa berada dan berbagi di sekolah mereka,” ungkapnya.
Marwan bilang, BKK atau Bursa Kerja Khusus adalah sebagai pelaksana mempertemukan pencari kerja dan dunia kerja, dimana BKK dibentuk oleh Sekolah dan Perguruan Tinggi.
“Mengapa Bursa Kerja Khusus harus ada, karena UU no 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan memberikan jaminan kepada semua warga negara untuk dapat mengakses pekerjaan baik dalam negeri maupun luar negeri, ” jelasnya.
Permasalahan umum yang kita hadapi kata Marwan, adalah terbatasnya pekerjaan pada sektor formal dan tingkat pengangguran terdidik masih didominasi oleh pendidikan pada level menenggah olehnya itu SMK wajib memiliki BKK sebagai media untuk menjawab permasalahan tersebut.
“Peran Sekolah dalam penyelengaraan BKK adalah pertama memberikan bimbingan pilihan karier dan pemyuluhan, kedua data kualifikasi dan potensi siswa harus teridentifikasi dgn baik serta ketiga menjembatani atau mendekatkan dunia usaha dan dunia industri dengan dunia pendidikan,” harapnya.






