SOFIFI, – Hasil temuan komisi III DPRD Provinsi Maluku Utara saat meninjau pembangunan jalan di Pulau Obi Kabupaten Halmahera Selatan, yang dinilai tidak sesuai dengan laporan capain lebih dari 40 persen atas pekerjaan yang dilakukan oleh pihak ketiga.
Hal ini juga mendapat sorotan dari Plt.Kepala Dinas PUPR Provinsi Maluku Utara, Daud Ismail yang bakal memangil pihak ketiga atau kontraktor yang menjadi penyedia atas proyek dengan nilai Rp 27,7 milliar tersebut.
“Saya juga dapat informasi seperti itu bahwa progres tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh PPK. Sehingga PPK-nya juga saya sudah panggil, dan kesimpulannya Berdasarkan hasil rapat kita harus mengundang penyedia guna membahas terkait dengan keterlambatan,” kata Daud Ismail saat ditemui di kantornya, Rabu (9/8/2023).
Menurutnya, peristiwa ini maka setelah evaluasi dengan memperhatikan beban kerja PPK, maka Sofyan Kamarullah yang saat ini baru menjabat sebagai Kepala Bidang maka status PKK dialihkan kepada orang lain.
“Prinsipnya kita tetap mengawal. Oleh sebab itu, saya langsung melakukan pergantian PPK guna mengoptimalkan pengawasan maka targetnya seperti itu.B ahwa semua kegiatan multiers year, termasuk juga di dalamnya ada Obi kita targetkan harus sesuai dengan jangka waktu yang ada di kontrak, yakni sampai pada bulan Desember 2023,” jelasnya.
Daud menilai, keterlambatan ini disebabkan keterlibatan dalam menyediakan bahan dan alat, sehingga penyedia terlambat untuk menyelesaikan pekerjaan.
“Karena itu saya mengundang penyedia untuk membicarakan terkait dengan ketersediaan alat. Seperti informasi yang saya dapati saya komunikasi dengan PPK memang ada benarnya sehingga sampai saat ini belum ada,” ungkapnya.
Selian itu, Daud juga menginstruksikan kepada para PPK agar setiap ada penyampaian dari Komisi III DPRD bahwa akan ada kunjungan lapangan maka harus didampingi.
“Saya langsung menginstruksikan kepada semua PPK agar mendampingi supaya permasalahan-permasalahan lapangan bisa diketahui secara pasti. Mungkin saja soal penyampaian pasti ada perbedaan persepsi terkait dengan perhitungan, mungkin saja ada perubahan-perubahan volume pekerjaan yang kita tidak tahu,” pungkasnya.






