Ternate — Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi di Maluku Utara melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Institut Sains dan Kependidikan (ISDIK) Kie Raha Maluku Utara dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Rabu (30/9/2026).
Penandatanganan PKS dilaksanakan di kampus masing-masing sebagai bagian dari upaya memperluas sinergi dalam pengembangan, pembinaan, dan pelindungan bahasa dan sastra. Kerja sama tersebut menjadi langkah untuk membangun jejaring kemitraan yang lebih luas antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan perguruan tinggi di Maluku Utara.
Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat. Potensi tersebut dapat diintegrasikan dengan berbagai program kebahasaan dan kesastraan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi sivitas akademika dan masyarakat.
Perkuat Sinergi Bahasa dan Tridarma Perguruan Tinggi
Kerja sama dengan ISDIK Kie Raha Maluku Utara dan IAIN Ternate diarahkan pada sejumlah program kebahasaan dan kesastraan, antara lain peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia, pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), pelindungan bahasa dan sastra daerah, pengembangan program literasi, serta penyelenggaraan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Selain itu, kerja sama mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui seminar, lokakarya, penyuluhan, diskusi kelompok terpumpun, serta berbagai kegiatan pengembangan kapasitas lainnya di bidang kebahasaan dan kesastraan.
Kolaborasi tersebut juga diintegrasikan dengan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam bidang pendidikan, kerja sama dapat diwujudkan melalui seminar, lokakarya, pelatihan, pengembangan bahan ajar, serta berbagai kegiatan akademik lainnya. Pada bidang penelitian, para pihak dapat mengembangkan penelitian kolaboratif mengenai kebahasaan dan kesastraan, termasuk kajian terhadap bahasa dan sastra daerah di Maluku Utara.
Sementara itu, dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, kerja sama diarahkan pada peningkatan kompetensi berbahasa, penguatan literasi, pemasyarakatan Bahasa Indonesia, serta pelindungan dan revitalisasi bahasa daerah.
Hal tersebut menjadi penting bagi Maluku Utara yang memiliki kekayaan bahasa dan budaya daerah. Berbagai bahasa daerah, tradisi, dan ekspresi budaya yang hidup di tengah masyarakat perlu terus didokumentasikan, dikembangkan, dilindungi, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Balai Bahasa Dorong Implementasi Kerja Sama
Dalam pelaksanaan kerja sama dengan ISDIK Kie Raha Maluku Utara dan IAIN Ternate, Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara berperan sebagai penghubung dalam menerjemahkan PKS ke dalam program dan kegiatan yang konkret.
Dengan demikian, penandatanganan kerja sama tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi dilanjutkan dengan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, komunitas literasi, serta masyarakat.
Kerja sama tersebut juga membuka peluang peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan, pertukaran pengetahuan, dan kegiatan peningkatan kompetensi lainnya di bidang kebahasaan dan kesastraan.
Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara bersama perguruan tinggi dapat mengembangkan program sesuai dengan kebutuhan daerah sekaligus memanfaatkan potensi akademik yang dimiliki masing-masing lembaga. Sinergi tersebut diharapkan dapat menghasilkan kegiatan yang kontekstual, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata.
Perkuat Ekosistem Literasi dan Bahasa
Penandatanganan PKS dengan ISDIK Kie Raha Maluku Utara dan IAIN Ternate menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kebahasaan dan literasi di Maluku Utara melalui kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi.
Kemitraan tersebut membuka ruang bagi pengembangan berbagai program, mulai dari peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia, pengembangan bahan ajar dan bahan bacaan, penelitian kebahasaan dan kesastraan, pelaksanaan UKBI, penguatan literasi, hingga dokumentasi dan pelindungan bahasa daerah.
Melalui kerja sama yang terencana dan berkelanjutan, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menjadi pengguna layanan kebahasaan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam menghasilkan pengetahuan, inovasi, penelitian, dan karya yang mendukung pengembangan bahasa dan sastra di Maluku Utara.
Kolaborasi antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, dan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat peran bahasa, sastra, dan literasi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia serta pelestarian kekayaan budaya daerah.






