Oleh: Hamdan Hasan, M. Ag.
Qs Al Kahfi ayat 13
﴿نَّحۡنُ نَقُصُّ عَلَیۡكَ نَبَأَهُم بِٱلۡحَقِّۚ إِنَّهُمۡ فِتۡیَةٌ ءَامَنُوا۟ بِرَبِّهِمۡ وَزِدۡنَـٰهُمۡ هُدࣰى﴾ [الكهف ١٣]
Kami menceritakan kisah yg benar kepada mu yaitu para anak muda yg beriman kepada Tuhan mereka dan kami tambahkan petunjuk untuk mereka (Qs Al Kahfi ayat 13)
Sejarah Singkat Ashabul Kahfi
Ashabul Kahfi adalah sekelompok pemuda beriman yang hidup pada masa pemerintahan seorang raja zalim yg bernama hadirianos dan diyuklitianos di Roma Bizantium yang memaksa rakyatnya untuk menyembah berhala dan menolak tauhid (keesaan Allah).
Karena tidak mau tunduk pada kekafiran dan tetap beriman kepada Allah, mereka pun melarikan diri ke sebuah gua (kahf) untuk menyelamatkan iman mereka. Di gua itulah Allah menidurkan mereka selama 309 tahun (dalam kalender Masehi) tanpa mereka sadari.
Ketika mereka terbangun, dunia sudah berubah. Negeri yang dulunya kafir telah menjadi negeri yang beriman kepada Allah. Kisah mereka menjadi tanda kekuasaan Allah, dan inspirasi tentang keteguhan iman, perjuangan melawan tirani, dan kekuatan pemuda. Pemuda itu berjumlah 7 orang
1. Makasimalianus
2. Yomanis
3. Telmikha
4. Sodinanos
5. Martinos
6. Demisios
7. Antonius
Mereka ini adalah pemuda pemberani dan selalu terdepan untuk menentang terhadap pemerintahan yg tidak punya visi misi pembangunan secara fisik maupun non fisik.
Kata فتية (pemuda) maksudnya adalah menunjukkan bahwa perubahan besar dalam masyarakat dan politik sering dipelopori oleh generasi muda yang masih memiliki kemurnian idealisme dan semangat perjuangan.
Kalimat “آمَنُوا بِرَبِّهِمْ” (mereka beriman kepada Tuhan mereka) menegaskan bahwa dasar perjuangan politik mereka bukan untuk kekuasaan, tapi berbasis nilai akidah dan keadilan.
Ini menyiratkan pentingnya nilai dan prinsip moral dalam politik, bukan semata ambisi kekuasaan. Dalam bahasa moderen basis pemikiran pemuda adalah sealu terdepan memperjuangkan kemajuan demi generasi yg akan datang secara umum dan khususnya generasi saat ini.
Kesimpulan Perspektif Politik:
Surat Al-Kahfi ayat 13, dalam konteks politik, memberikan pelajaran bahwa:
Keteguhan iman dan nilai kebenaran bisa menjadi dasar aksi politik.
Pemuda harus berani melawan tirani dan menyuarakan kebenaran.
Kebijakan negara yang represif atas dasar ideologi harus dikritisi.
Pemuda adalah aktor strategis dalam membentuk arah politik dan masa depan bangsa.
*Hamdan Hasan adalah Imam Besar Masjid Shafful Khairaat Sofifi, pengurus MUI, serta Mahasiswa Doktoral tafsir al-Quran di Malaysia.








