Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Kinerja TP2DD Menuju Championship 2027 Melalui Evaluasi dan Replikasi Best Practice” tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Drs. Samsuddin A. Kadir, di Aula Maitara Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Maluku Utara, Selasa (3/11/2026).
Agenda ini menjadi bagian dari langkah strategis untuk mempercepat Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah melalui pemanfaatan teknologi digital.
Dalam sambutannya, Samsuddin menyampaikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara atas komitmen dan konsistensinya dalam memfasilitasi peningkatan kapasitas TP2DD di wilayah Maluku Utara.
Menurutnya, digitalisasi bukan lagi sekadar pilihan dalam mengikuti perkembangan teknologi, melainkan kebutuhan mendasar untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan akuntabel.
“Sebagai provinsi kepulauan, tantangan pembangunan Maluku Utara membutuhkan sistem pemerintahan yang adaptif dan terintegrasi. ETPD tidak boleh dimaknai sebatas perubahan metode pembayaran dari tunai menjadi nontunai. Lebih dari itu, ini adalah upaya membangun ekosistem keuangan daerah yang transparan, akuntabel, meminimalkan risiko penyimpangan belanja, dan memacu pertumbuhan ekonomi,” ujar Samsuddin.

Ia menegaskan, evaluasi kinerja TP2DD setiap semester harus dimanfaatkan sebagai instrumen penting untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan, memperbaiki strategi, serta memperkuat koordinasi antarpemerintah daerah.
Dengan demikian, pelaksanaan program digitalisasi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan indikator penilaian, tetapi juga mampu menghasilkan perubahan nyata dalam sistem pengelolaan keuangan dan pelayanan publik.
Samsuddin berharap, melalui evaluasi dan pertukaran praktik terbaik (best practice), seluruh pemerintah daerah di Maluku Utara dapat meningkatkan kinerja serta mempersiapkan diri menghadapi TP2DD Championship 2027.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, menekankan pentingnya kemampuan pemerintah daerah dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, salah satu wujud konkret transformasi digital di lingkungan pemerintahan daerah adalah memperkuat elektronifikasi transaksi, baik pada sektor penerimaan pajak dan retribusi daerah maupun belanja pemerintah daerah.
“Instrumen evaluasi sekaligus pendorong kinerja TP2DD ini diukur melalui ajang Championship TP2DD yang diselenggarakan setiap tahun oleh Satgas TP2DD Nasional. Ajang ini menjadi sarana mengukur perkembangan implementasi sekaligus memberikan apresiasi kepada pemda dengan kinerja terbaik,” jelas Handi.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, Bank Indonesia, dan sektor perbankan dalam mempercepat transformasi digital di Maluku Utara.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu melahirkan inovasi serta rekomendasi strategis yang dapat segera diterapkan oleh masing-masing pemerintah daerah guna memperkuat ekosistem transaksi digital.
Kegiatan ini turut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Deputi Kepala Divisi Kantor Perwakilan BI Sumatera Utara, Pimpinan Departemen Government & Corporate BPD Sumatera Utara selaku pemateri praktik terbaik, serta jajaran anggota TP2DD dari seluruh kabupaten/kota se-Maluku Utara.






