Lufu Kie Meriahkan HJT ke-918, Pemkot Tidore Ikuti Ritual Keliling Pulau dengan Armada Juanga

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE — Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman bersama Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Tidore Ny. Sumiyati Ahmad Laiman dan Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo mengikuti ritual Lufu Kie sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Tidore (HJT) ke-918 Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Pelabuhan Kesultanan Tidore, Kamis (9/4/2026).

Ritual Lufu Kie, yang dikenal sebagai tradisi keliling Pulau Tidore menggunakan armada juanga, diawali dengan prosesi Jou Sultan Tidore bersama Jou Boki.

Rombongan kemudian berjalan kaki menuju dermaga kesultanan untuk memulai pelayaran mengelilingi pulau.

Dalam prosesi tersebut, Wakil Wali Kota Ahmad Laiman bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para bobato Kesultanan Tidore, serta pejabat daerah turut ambil bagian dalam iring-iringan armada laut.

Baca Juga :  Pemkot Tidore Dukung Penuh Kajian Bahasa Daerah Tidore

Secara historis, Lufu Kie merupakan formasi armada perang yang digagas Sultan Saifuddin atau Jou Kota sebagai strategi untuk menghadapi dan menggentarkan kekuatan kolonial Belanda pada masanya.

Dalam pelaksanaannya, ritual ini menggunakan kagunga atau perahu kesultanan yang dikawal oleh 12 juanga (kora-kora) dari para Sangaji dan Gimalaha. Armada tersebut membentuk formasi simbolik yang merepresentasikan kekuatan dan persatuan Kesultanan Tidore.

Sepanjang perjalanan, ritual juga diisi dengan pembacaan doa oleh para imam dan syara bobato Kesultanan Tidore di sejumlah titik sakral.

Baca Juga :  Warga Patungan Rp10 Juta untuk Buka Jalan Tani di Mafututu

Pada pelaksanaan tahun ini, armada sempat berhenti di perairan depan Keramat Hiri, Ternate, sebelum kembali melanjutkan perjalanan mengelilingi Pulau Tidore.

Antusiasme masyarakat tampak tinggi di setiap wilayah yang dilintasi armada Lufu Kie. Warga menyambut iring-iringan perahu dengan penuh semangat sebagai bentuk kecintaan terhadap tradisi leluhur.

Selain armada kesultanan, kegiatan ini juga diikuti oleh simpatisan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para camat yang menggunakan armada speedboat untuk turut meramaikanritual tersebut.

Berita Terkait

Sanggar Ana Nopa Lida Yai Hidupkan Tradisi Salay, Jaga Identitas Budaya Sula
KKSS Tidore Meriahkan Karnaval Budaya Kieraha, Tegaskan Komitmen untuk Maluku Utara
Revitalisasi Nilai Lokal Kie Se Kolano, Generasi Muda Diajak Kembali ke Akar Budaya
Warga Patungan Rp10 Juta untuk Buka Jalan Tani di Mafututu
Jauh dari Kota, Dekat dengan Indonesia: Tiga Pemuda Tobelo Dalam Kibarkan Merah Putih di Pedalaman Halmahera
Puncak Semarak HUT RI Ke-81, BPD KKSS dan PD IWSS Tidore Kepulauan Pererat Silaturahmi
Gubernur Sherly Hadiri Renungan Suci di TMP Banau
Meriam Portugis dan Rumah Gubernur Pertama Irian Barat Jadi Cagar Budaya Nasional
Berita ini 49 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Sanggar Ana Nopa Lida Yai Hidupkan Tradisi Salay, Jaga Identitas Budaya Sula

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:00 WIB

KKSS Tidore Meriahkan Karnaval Budaya Kieraha, Tegaskan Komitmen untuk Maluku Utara

Senin, 21 September 2026 - 19:03 WIB

Revitalisasi Nilai Lokal Kie Se Kolano, Generasi Muda Diajak Kembali ke Akar Budaya

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Warga Patungan Rp10 Juta untuk Buka Jalan Tani di Mafututu

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Jauh dari Kota, Dekat dengan Indonesia: Tiga Pemuda Tobelo Dalam Kibarkan Merah Putih di Pedalaman Halmahera

Senin, 17 Agustus 2026 - 05:09 WIB

Puncak Semarak HUT RI Ke-81, BPD KKSS dan PD IWSS Tidore Kepulauan Pererat Silaturahmi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Gubernur Sherly Hadiri Renungan Suci di TMP Banau

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:55 WIB

Meriam Portugis dan Rumah Gubernur Pertama Irian Barat Jadi Cagar Budaya Nasional

Berita Terbaru