HJT ke-918 Tidore Digelar 12 April, Sejumlah Ritual Adat Alami Penyesuaian

- Jurnalis

Sabtu, 4 April 2026 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prosesi ritual adat Rora Ake dango di Kelurahan Gurabunga yang merupakan salah satu dari rangkaian keviatan Hari Jadi Tidore Foto: (Faisal Amin)

TIDORE– Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memastikan kesiapan pelaksanaan Hari Jadi Tidore (HJT) ke-918 yang akan diperingati pada 12 April 2026.

Peringatan HJT yang digelar setiap tahun ini menjadi penanda sejarah panjang Tidore yang telah eksis jauh sebelum terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pada tahun ini, perayaan mengusung tema *“Merawat Tradisi, Mempertegas Jati Diri Bangsa Maritim.”*

Kepala Disbudpar Kota Tidore, Daud Muhammad, mengatakan terdapat sejumlah penyesuaian dalam rangkaian ritual adat dibandingkan pelaksanaan HJT ke-917 pada 2025.

Salah satu perubahan terjadi pada prosesi ritual Kota Tupa dan Dawaro Munara, yang merupakan tahapan pengantaran sesaji sekaligus permohonan izin kepada Kesultanan untuk memulai rangkaian perayaan.

“Jika tahun sebelumnya Tupa diantar ke Gimalaha Tomayou di Kelurahan Gamtufkange, maka tahun ini Tupa akan langsung diantar ke Kedaton Kesultanan Tidore,” ujar Daud, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga :  Lufu Kie Meriahkan HJT ke-918, Pemkot Tidore Ikuti Ritual Keliling Pulau dengan Armada Juanga

Selanjutnya, Tupa akan dibawa oleh Bobato Kesultanan menuju Kananga Mabopo di perbatasan Kelurahan Gamtufkange dan Soasio, sebelum diserahkan kepada Gimalaha Tomayou untuk disemayamkan selama satu malam di rumah adat setempat.

Pada Minggu (5/4/2026), Tupa kemudian diantar ke rumah adat milik Lima Marga (Tomayou Soa Ramtoha) yang tersebar di Kelurahan Tambula, Folarora, dan Gurabunga.

Perubahan juga terjadi pada prosesi ritual Ake Dango (Air Bambu). Jika sebelumnya langsung dibawa dari Gurabunga ke Kedaton, kini Ake Dango terlebih dahulu diantar ke rumah adat di Gamtufkange sebelum dibawa ke Kananga Mabopo untuk dijemput Soa Raha dan diteruskan ke Kedaton.

“Proses pengantaran Ake Dango akan dilaksanakan pada 8 April 2026,” kata Daud.

Sementara itu, untuk ritual Lufu Kie atau parade armada Kesultanan tidak mengalami perubahan dan dijadwalkan berlangsung pada 9 April 2026. Kegiatan ini akan melibatkan 23 armada laut, terdiri atas 12 juanga, satu kagunga milik Sultan, serta 10 unit speed boat yang disiapkan oleh organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca Juga :  Warga Patungan Rp10 Juta untuk Buka Jalan Tani di Mafututu

“Lufu Kie menjadi momentum penting dalam merawat tradisi serta mempertegas identitas sebagai bangsa maritim,” ujarnya.

Usai Lufu Kie, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pengajian Ratib Hadad di Kedaton Kesultanan Tidore pada Jumat (10/4/2026) malam, sebelum mencapai puncak perayaan HJT ke-918 pada 12 April 2026.

Namun demikian, sejumlah agenda seperti Dama Nyili-Nyili dan pameran terpaksa ditiadakan akibat penyesuaian anggaran menyusul pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.

Adapun tamu undangan yang dijadwalkan hadir dalam perayaan tersebut antara lain Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara, sejumlah kepala daerah di wilayah sekitar, serta perwakilan tiga kesultanan di Maluku Utara, yakni Bacan, Ternate, dan Jailolo, serta pejabat dari Kementerian Ekonomi Kreatif.(*)

 

Berita Terkait

Sanggar Ana Nopa Lida Yai Hidupkan Tradisi Salay, Jaga Identitas Budaya Sula
KKSS Tidore Meriahkan Karnaval Budaya Kieraha, Tegaskan Komitmen untuk Maluku Utara
Revitalisasi Nilai Lokal Kie Se Kolano, Generasi Muda Diajak Kembali ke Akar Budaya
Warga Patungan Rp10 Juta untuk Buka Jalan Tani di Mafututu
Jauh dari Kota, Dekat dengan Indonesia: Tiga Pemuda Tobelo Dalam Kibarkan Merah Putih di Pedalaman Halmahera
Puncak Semarak HUT RI Ke-81, BPD KKSS dan PD IWSS Tidore Kepulauan Pererat Silaturahmi
Gubernur Sherly Hadiri Renungan Suci di TMP Banau
Meriam Portugis dan Rumah Gubernur Pertama Irian Barat Jadi Cagar Budaya Nasional
Berita ini 128 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Sanggar Ana Nopa Lida Yai Hidupkan Tradisi Salay, Jaga Identitas Budaya Sula

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:00 WIB

KKSS Tidore Meriahkan Karnaval Budaya Kieraha, Tegaskan Komitmen untuk Maluku Utara

Senin, 21 September 2026 - 19:03 WIB

Revitalisasi Nilai Lokal Kie Se Kolano, Generasi Muda Diajak Kembali ke Akar Budaya

Minggu, 30 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Warga Patungan Rp10 Juta untuk Buka Jalan Tani di Mafututu

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Jauh dari Kota, Dekat dengan Indonesia: Tiga Pemuda Tobelo Dalam Kibarkan Merah Putih di Pedalaman Halmahera

Senin, 17 Agustus 2026 - 05:09 WIB

Puncak Semarak HUT RI Ke-81, BPD KKSS dan PD IWSS Tidore Kepulauan Pererat Silaturahmi

Minggu, 16 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Gubernur Sherly Hadiri Renungan Suci di TMP Banau

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:55 WIB

Meriam Portugis dan Rumah Gubernur Pertama Irian Barat Jadi Cagar Budaya Nasional

Berita Terbaru