Direktur Pembangunan Indonesia Timur Bappenas Kunjungi Tidore, Bahas Pembangunan Kawasan Ibu Kota Sofifi

- Jurnalis

Jumat, 24 Oktober 2025 - 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sultan Tidore, Husain Alting menerima kunjungan dari Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas, Ika Retna Wulandary.

Sultan Tidore, Husain Alting menerima kunjungan dari Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas, Ika Retna Wulandary.

TIDORE – Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas, Ika Retna Wulandary, melakukan kunjungan kerja ke Kota Tidore Kepulauan, Kamis (24/10/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Ika Retna bertemu dengan Sultan Tidore Husain Sjah Alting bersama perangkat kesultanan, serta Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman. Pertemuan ini membahas rencana kelanjutan pembangunan kawasan Ibu Kota Provinsi Maluku Utara, Sofifi.

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Laiman, dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa pembangunan Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara tidak dapat dilepaskan dari peran Kesultanan Tidore maupun Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

“Sofifi secara geografis berada di wilayah adat Kesultanan Tidore sekaligus dalam wilayah administratif Kota Tidore Kepulauan. Karena itu, pembangunan Sofifi harus melibatkan kedua unsur ini tanpa adanya hegemoni siapa yang menguasai,” ujar Ahmad Laiman.

Ia menjelaskan, pada saat Sofifi ditetapkan sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara, wilayah Tidore belum memiliki status kota administratif karena masih berada dalam induk Kabupaten Halmahera Tengah.

“Sofifi memang berada di wilayah Kesultanan Tidore dan menjadi bagian dari administrasi Pemerintah Kota Tidore. Namun kami, baik Pemkot maupun Kesultanan, tidak pernah merasa menguasai segalanya. Justru kami berharap, perencanaan yang dilakukan Bappenas ini bisa mendorong percepatan pembangunan di Sofifi,” jelas Ahmad.

Baca Juga :  Promosikan "Harta Karun Nasional", Wakil Wali Kota Ahmad Laiman Paparkan Potensi Wisata Tidore di Jakarta

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Pemkot Tidore kini tengah fokus mengembangkan potensi pariwisata yang dimiliki daerah tersebut.

“Kami berharap pembangunan kawasan Ibu Kota Sofifi dapat memberi manfaat bagi seluruh masyarakat Maluku Utara, terutama bagi masyarakat di sekitar Sofifi. Pemkot juga akan terus mendorong pengembangan potensi wisata, budaya, dan alam yang dimiliki Tidore,” katanya.

Sementara itu, Sultan Tidore Husain Alting Sjah menegaskan bahwa Sofifi merupakan wilayah adat Kesultanan Tidore yang masuk dalam wilayah administratif Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

“Pembangunan kawasan Ibu Kota Sofifi merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan Ibu Kota Provinsi Maluku Utara,” ujar Sultan.

Ia juga menuturkan, pemilihan Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara telah melalui berbagai pertimbangan historis dan politis.

“Saat itu, Sofifi masih berstatus dusun. Namun dari berbagai usulan desa di Halteng dan Haltim, akhirnya nama Sofifi disepakati bersama menjadi Ibu Kota Provinsi. Sebagai masyarakat adat, kami berharap kehadiran Ibu Direktur ini dapat membawa Tidore — dengan segala nilai sejarah dan jasanya bagi NKRI — menjadi bagian penting dalam rencana pembangunan ke depan,” tandasnya.

Baca Juga :  Festival Budaya Sumkusu III Resmi Dibuka, Dorong Pelestarian Budaya dan Solidaritas Warga

Sementara itu, Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas, Ika Retna Wulandary, menjelaskan bahwa kunjungan kerja ini merupakan bagian dari proses penyusunan master plan pembangunan kawasan Ibu Kota Sofifi.

“Tujuan kami adalah mengintegrasikan berbagai dokumen perencanaan yang sudah ada agar menjadi satu dokumen induk yang lengkap dan komprehensif. Karena hingga 2025 ini, master plan Sofifi masih belum sempurna,” jelas Ika.

Menurutnya, Bappenas juga memerlukan masukan dari berbagai pihak, termasuk dari empat kesultanan di Maluku Utara, agar dokumen perencanaan tersebut benar-benar memperhatikan konteks lokal.

“Penyusunan pre-master plan maupun perencanaan wilayah harus memperhatikan aspek budaya dan historis, terutama di Maluku Utara yang memiliki kekuatan adat dan sejarah kesultanan yang kuat. Aspek budaya inilah yang nantinya akan menjadi bagian tak terpisahkan dari arah pembangunan ke depan,” tutup Ika.

Berita Terkait

Promosikan “Harta Karun Nasional”, Wakil Wali Kota Ahmad Laiman Paparkan Potensi Wisata Tidore di Jakarta
Kartini Masa Kini di Tidore: Lomba Kebaya Nasional Jadi Ajang Inspirasi dan Pemberdayaan Perempuan
Festival Budaya Sumkusu III Resmi Dibuka, Dorong Pelestarian Budaya dan Solidaritas Warga
Dabus Akbar V di Tidore Perkuat Nilai Religius dan Persatuan Masyarakat
HJT ke-918, Sultan Husain Sjah Tegaskan Tidore sebagai Warisan Peradaban Maritim
Saluma” Menggema dari Tidore, Dorong Kreativitas Anak Muda dan Pelestarian Budaya
Lufu Kie Meriahkan HJT ke-918, Pemkot Tidore Ikuti Ritual Keliling Pulau dengan Armada Juanga
HJT ke-918 Tidore Digelar 12 April, Sejumlah Ritual Adat Alami Penyesuaian
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 19:20 WIB

Promosikan “Harta Karun Nasional”, Wakil Wali Kota Ahmad Laiman Paparkan Potensi Wisata Tidore di Jakarta

Minggu, 19 April 2026 - 07:10 WIB

Festival Budaya Sumkusu III Resmi Dibuka, Dorong Pelestarian Budaya dan Solidaritas Warga

Sabtu, 18 April 2026 - 08:20 WIB

Dabus Akbar V di Tidore Perkuat Nilai Religius dan Persatuan Masyarakat

Minggu, 12 April 2026 - 10:21 WIB

HJT ke-918, Sultan Husain Sjah Tegaskan Tidore sebagai Warisan Peradaban Maritim

Jumat, 10 April 2026 - 10:31 WIB

Saluma” Menggema dari Tidore, Dorong Kreativitas Anak Muda dan Pelestarian Budaya

Kamis, 9 April 2026 - 10:41 WIB

Lufu Kie Meriahkan HJT ke-918, Pemkot Tidore Ikuti Ritual Keliling Pulau dengan Armada Juanga

Sabtu, 4 April 2026 - 18:53 WIB

HJT ke-918 Tidore Digelar 12 April, Sejumlah Ritual Adat Alami Penyesuaian

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:48 WIB

Ratusan Warga Bukulasa Ikuti Pawai Obor “Nyala Ela-Ela” yang Digelar IPPB

Berita Terbaru