TIDORE-Jumlah pencari kerja di Kota Tidore Kepulauan pada triwulan I hingga April 2026 tercatat mencapai 566 orang. Data tersebut dihimpun oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat.
Kepala Disnakertrans Kota Tidore Kepulauan, Zainudin Umasangadji, mengatakan angka tersebut merupakan akumulasi pencari kerja yang mengurus kartu tanda pencari kerja (AK-1) sejak Januari hingga April 2026.
“Pada Januari tercatat 217 orang, Februari 104 orang, Maret 75 orang, dan April 170 orang,” ujar Zainudin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis 21 Mei 2026.
Ia menjelaskan, sebagian besar pencari kerja tersebut melamar ke perusahaan tambang yang beroperasi di sejumlah wilayah di Maluku Utara, termasuk kawasan industri di Halmahera Tengah.
“Banyak yang melamar ke perusahaan tambang seperti IWIP di Halmahera Tengah,” katanya.
Meski demikian, Zainudin menyebutkan jumlah pencari kerja pada awal 2026 ini relatif lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal itu dipengaruhi oleh komposisi angkatan kerja yang didominasi lulusan baru.
Namun, ia memprediksi jumlah pelamar kerja hingga akhir tahun berpotensi melampaui capaian tahun 2025 yang mencapai 2.766 orang.
“Kalau tahun 2025 sebanyak 2.766 pelamar, sementara saat ini baru 566 atau sekitar 25 persen. Hingga akhir tahun, kemungkinan bisa melebihi tahun lalu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zainudin mengungkapkan bahwa mayoritas pencari kerja di Kota Tidore Kepulauan berasal dari lulusan SMA dan SMK, yang tergolong dalam usia produktif.
“Rata-rata lulusan SMA dan SMK, sehingga masih berada pada usia produktif untuk bekerja,” kata dia.(*)






