Wamen Transmigrasi Gelontorkan Rp 35 Miliar untuk Maluku Utara, Dorong Swasembada Pangan dan Ekspor Produk Unggulan

- Jurnalis

Selasa, 15 Juli 2025 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wagub Malut, Sarbin Sehe didampingi Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Maulidi membuka kegiatan secara simbolis dengan memukul gong.

Wagub Malut, Sarbin Sehe didampingi Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Maulidi membuka kegiatan secara simbolis dengan memukul gong.

TERNATE – Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda Laos dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Hal ini ditandai dengan digelontorkannya anggaran sebesar Rp 35 miliar oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk mendukung pengembangan kawasan transmigrasi di wilayah Maluku Utara.

Dukungan itu disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Ketenagakerjaan bidang Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, dalam kunjungan kerjanya ke Ternate, Selasa (15/7/2025). Wamen hadir dalam kegiatan Sosialisasi Kurasi Produk Unggulan dan Peningkatan Kapabilitas Bisnis serta Optimalisasi Pemanfaatan Platform Digital di Wilayah Transmigrasi, yang berlangsung di Bella Hotel, Ternate.

Dalam sambutannya, Viva Yoga menekankan tiga poin penting terkait kebijakan transmigrasi nasional. Pertama, transmigrasi merupakan instrumen strategis untuk memperkuat integrasi nasional, mencegah disintegrasi, serta memupuk rasa keindonesiaan melalui akulturasi budaya dan pernikahan antarsuku.

Kedua, transmigrasi bukan semata soal pemindahan penduduk, tapi bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program reforma agraria melalui pemberian lahan 1–2 hektare per kepala keluarga, serta jaminan hidup dan monitoring selama lima tahun diharapkan mampu menciptakan kemandirian dan peningkatan ekonomi keluarga transmigran.

Baca Juga :  Wagub Malut Ungkap Alasan Banyak Honorer Gagal Lulus PPPK

“Setelah lima tahun, warga diharapkan mandiri dan bisa mengembangkan usaha di kawasan transmigrasi,” ujar Wamen.

Ketiga, transmigrasi diarahkan untuk mendukung program swasembada pangan nasional, sebagaimana diamanatkan Presiden Prabowo Subianto. Wamen menyebut, beberapa kawasan transmigrasi telah menjadi sentra produksi beras nasional.

Ia juga menyoroti potensi besar Maluku Utara yang kaya akan hasil laut dan komoditas pertanian seperti kelapa, kakao, pala, dan cengkeh. Kekayaan ini, menurutnya, perlu dikelola melalui lembaga bisnis yang terintegrasi dari hulu ke hilir, agar memiliki nilai ekspor tinggi.

“Harga kelapa sekarang relatif tinggi karena banyak diorientasikan untuk ekspor, seperti produk santan dan air kelapa,” katanya.

Wamen juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 619 kawasan transmigrasi di Indonesia, 153 di antaranya telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), termasuk kawasan di Maluku Utara.

Baca Juga :  Wagub Tegaskan Seleksi PPPK Malut Sesuai Aturan

“Dana Rp 35 miliar ini adalah awal. Jika masih kurang, akan kami tambah. Apalagi, di jajaran Kementerian Transmigrasi ada beberapa putra daerah Malut yang harus ikut bertanggung jawab,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, menilai kegiatan sosialisasi ini penting untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap kurasi produk unggulan di kawasan transmigrasi.

“Kurasi produk adalah langkah strategis dalam menjaga kualitas produk. Ini harus dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM yang menggandeng petani di kawasan transmigrasi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital bagi pelaku usaha di era saat ini.

“Platform digital seperti situs web dan aplikasi online menjadi marketplace utama yang efisien, hemat biaya, dan menjangkau pasar luas,” tambah Wagub.

Kegiatan tersebut resmi dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Wagub Sarbin Sehe, didampingi Wamen Viva Yoga Mauladi dan jajaran Kementerian Ketenagakerjaan bidang Transmigrasi.

Berita Terkait

BI Mengajar di Unibrah, Perkuat Literasi Keuangan Digital dan Wawasan Ekonomi Mahasiswa
Balai Bahasa Malut Olah Data Bahasa Daerah, Libatkan 40 Mahasiswa Unkhair Ternate
Wagub Malut Soroti Kinerja Penurunan Stunting, Baru 2 Desa Berkategori Baik di Dua Kabupaten
Susun RAD SDGs 2026–2030, Pemprov Malut Tekankan Pemerataan Pembangunan Wilayah Kepulauan
Wagub Sarbin Sehe Dorong Pembinaan Atlet Muda Malut Menuju PON 2028
Damkar Malut Bagikan 600 Masker di Sofifi, Lindungi Warga dari Kabut Asap Karhutla
Gubernur Malut Serahkan Bantuan RTLH kepada Warga Kelurahan Tongole
Wagub Sarbin Sehe Dorong Ekosistem Halal, UMKM Malut Disiapkan Tembus Pasar Nasional
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:40 WIB

BI Mengajar di Unibrah, Perkuat Literasi Keuangan Digital dan Wawasan Ekonomi Mahasiswa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Balai Bahasa Malut Olah Data Bahasa Daerah, Libatkan 40 Mahasiswa Unkhair Ternate

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Wagub Malut Soroti Kinerja Penurunan Stunting, Baru 2 Desa Berkategori Baik di Dua Kabupaten

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Susun RAD SDGs 2026–2030, Pemprov Malut Tekankan Pemerataan Pembangunan Wilayah Kepulauan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Wagub Sarbin Sehe Dorong Pembinaan Atlet Muda Malut Menuju PON 2028

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Damkar Malut Bagikan 600 Masker di Sofifi, Lindungi Warga dari Kabut Asap Karhutla

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Gubernur Malut Serahkan Bantuan RTLH kepada Warga Kelurahan Tongole

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Wagub Sarbin Sehe Dorong Ekosistem Halal, UMKM Malut Disiapkan Tembus Pasar Nasional

Berita Terbaru