Inspektur Sula Buka Suara Soal Proyek Masjid Pas Ipa yang Diduga Mangkrak

- Jurnalis

Jumat, 27 Juni 2025 - 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Kepala Inspektorat Kepulauan Sula, Kamarudin Mahdi. (Dokumentasi: Istimewa)

Plt. Kepala Inspektorat Kepulauan Sula, Kamarudin Mahdi. (Dokumentasi: Istimewa)

MARASAI.iD – Kepala Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula, Kamarudin Mahdi, akhirnya angkat bicara terkait dugaan mangkraknya pembangunan Masjid Desa Pas Ipa, Kecamatan Mangoli Barat.

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024 senilai Rp626.814.686 itu hingga pertengahan 2025 belum menunjukkan progres signifikan.

Saat dikonfirmasi pada Jumat (27/6/2025), Kamarudin menegaskan bahwa seluruh kegiatan yang menggunakan dana APBD, termasuk pembangunan fisik, wajib diawasi secara ketat.

Baca Juga :  Edaran WFH Resmi Dicabut, ASN Diwajibkan Masuk Kantor

“Pada prinsipnya, seluruh penggunaan anggaran daerah harus melalui proses pengawasan, baik oleh internal pemerintah maupun oleh lembaga audit eksternal,” ujarnya.

BACA JUGA: Proyek Masjid Pas Ipa Diduga Mangkrak, Mahasiswa Desak Inspektorat Audit Anggaran

Ia juga menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu ragu untuk melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

“Jika di kemudian hari masyarakat melihat ada hal yang tidak sesuai atau patut diduga sebagai penyimpangan, Inspektorat Kepulauan Sula sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) membuka ruang seluas-luasnya untuk menerima laporan. Aduan tersebut nantinya akan kami tindak lanjuti dengan audit terhadap proyek yang dimaksud,” jelasnya.

Baca Juga :  GP Ansor Soroti Fraksi DKI dan PKB yang Belum Bersikap soal Pemangkasan Tunjangan DPRD Tidore

Pernyataan ini menjadi respons atas keresahan warga Desa Pas Ipa yang mempertanyakan mandeknya proyek pembangunan masjid yang telah mengikat kontrak sejak 8 Agustus 2024 itu, namun hingga kini belum menunjukkan kemajuan berarti.

Berita Terkait

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat
Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan
PJU Banyak Mati di Tidore Timur, Plt Ketua KNPI: Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak
Kasus Korupsi Proyek “Welcome to Halbar” Seret Nama Mantan Calon Wali Kota Ternate hingga Mantan Suami Artis
Tim Patroli Gabungan Temukan Kayu Ilegal di Halmahera Timur
Gaji 2 Bulan Belum Dibayar, 570 Pegawai PPPK Dikbud Malut Ancam Mogok Kerja
Berita ini 480 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 06:54 WIB

Pangkogabwilhan III Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor di Halbar, Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:50 WIB

Wagub Malut Tinjau Lokasi Banjir di Halut, Pastikan Penanganan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:59 WIB

Status Tanggap Darurat Banjir dan Longsor di Halbar Diperpanjang, Penanganan Terus Dipercepat

Rabu, 14 Januari 2026 - 19:04 WIB

Pemprov Malut Intensifkan Penanganan Banjir dan Longsor di Halbar–Halut, Bantuan dan Layanan Kesehatan Terus Disalurkan

Selasa, 6 Januari 2026 - 13:38 WIB

PJU Banyak Mati di Tidore Timur, Plt Ketua KNPI: Jangan Tunggu Korban Baru Bergerak

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:59 WIB

Kasus Korupsi Proyek “Welcome to Halbar” Seret Nama Mantan Calon Wali Kota Ternate hingga Mantan Suami Artis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 13:53 WIB

Tim Patroli Gabungan Temukan Kayu Ilegal di Halmahera Timur

Selasa, 14 Oktober 2025 - 12:40 WIB

Gaji 2 Bulan Belum Dibayar, 570 Pegawai PPPK Dikbud Malut Ancam Mogok Kerja

Berita Terbaru