SOFIFI, – 8 orang pegawai Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Maluku Utara berhasil lulus dalam tes secara nasional untuk seleksi jabatan fungsional Pengawas Benih Tanaman (PBT), namun sesuai kuota hanya 4 orang yang dilantik dalam upacara pengambilan sumpah/janji jabatan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Mulyadi Wowor atas nama Gubernur Malut yang berlangsung di kantor Distan, Kamis (31/8/2023).
“Saya atas nama Pak Gubernur mengucapkan selamat kepada ibu-ibu yang hari ini sudah dilantik, semoga pelantikan ini menjadi sesuatu energi baru untuk makin melaju di dinas pertanian, yang kedua tentunya harapan pak gubernur dalam rapat pimpinan selalu menekankan adanya peningkatan kinerja dan disiplin bagi ASN,” kata Mulyadi.
Menurutnya, dinas pertanian selama ini menjadi trendsetter di Maluku Utara karena sebagai sumber pangan sehingga gubernur berharap agar para pemangku jabatan mementaskan diri dengan jabatan yang diemban, “Saya alumni di sini di bidang tanaman pangan dan tentunya secara moral saya dan pak kadis tetap menjaga dan memperhatikan dinas ini,” ungkap mantan Kadis Koperasi dan UMKM Malut ini.
Mulyadi berharap pada akhir masa jabatan gubernur ini Distan dapat menunjukan yang terbaik sebagai kado terbaik untuk gubernur yang informaisnya akan berakhir pada Desember 2023, sehingga perlu ditingkatkan disiplin dan kinerja agar saat nanti ada pejabat gubernur yang datang tidak membuat catatan buruk bagi gubernur Abdul Ghani Kasuba.

Kepala Dinas Pertanian Muhktar Husen menyebutkan pelantikan 4 orang pada jabatan fungsional ini setara dengan eselon 4 pada jabatan struktural, dimana proses pelantikan ini menjadi prasyarat bagi mereka untuk menjalankan tugas fungsional karena secara administrasi harus dilantik dulu.
“Kita harapkan setelah dilantik mereka bertanggungjawab atas jabatan yang mereka emban, sehingga tugas untuk melakukan pengawasan benih dapat dilakukan dengan baik,” harapnya.
Muhtar bilang, jabatan fungsional ini sangat urgen untuk menilai kelayakan benih sebelum diberikan kepada masyarakat, karena benih yang diproduksi dari dalam daerah maupun dari luar harus dilihat dulu kualitas bibit tersebut unggul atau tidak sehingga saat diberikan kepada masyarakat adalah bibit yang benar-benar bagus.
Diketahui, 4 orang yang dilantik ini adalah Rahmawati, SP, Fatma A. Laha, SP, Saribanun Mahendar,SP dan Hasna La Buka, SP, sesuai dengan Surat Keputusan nomor 821.2/295-298/KPTS/JF/2023 dengan jabatan fungsional pengawas benih tanaman ahli muda.








