BI Mengajar di Unibrah, Perkuat Literasi Keuangan Digital dan Wawasan Ekonomi Mahasiswa

- Jurnalis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Rektor Unibrah serta para jajaran dan Kepala Perwakilan Deputi KPw Bank Indonesia Maluku Utara

Foto bersama Rektor Unibrah serta para jajaran dan Kepala Perwakilan Deputi KPw Bank Indonesia Maluku Utara

SOFIFI — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Maluku Utara berkolaborasi dengan Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) Tidore dalam memperkuat literasi ekonomi, pemahaman kebanksentralan, serta kecakapan keuangan digital di kalangan mahasiswa.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bank Indonesia Mengajar yang berlangsung di Aula Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Sofifi, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Deputi Kepala Perwakilan KPw BI Maluku Utara, Fadhil Muhammad, serta pemateri Afrizal Ariq Al-Aziz yang membahas literasi keuangan dan digital.

Rektor Unibrah, Sarbaini A. Karim, yang membuka kegiatan tersebut, menekankan pentingnya pemahaman mahasiswa dan masyarakat mengenai peran Bank Indonesia sebagai bank sentral, terutama di tengah perkembangan teknologi keuangan yang semakin pesat.

Menurut Sarbaini, literasi keuangan digital menjadi kebutuhan penting agar masyarakat tidak sekadar menggunakan layanan keuangan berbasis teknologi, tetapi juga memahami manfaat, risiko, dan cara memanfaatkannya secara bijak.

Ia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku Utara yang tinggi, tetapi dinilai belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi perlu diikuti dengan pemerataan manfaat pembangunan sehingga peningkatan aktivitas ekonomi dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat secara nyata.

Pertumbuhan ekonomi, dalam pandangan tersebut, tidak cukup hanya tercermin melalui angka statistik, tetapi juga perlu terlihat dari peningkatan kesempatan kerja, pendapatan, dan kualitas hidup masyarakat.

 

BI Dorong Pemahaman Mahasiswa tentang Bank Sentral

Dalam pemaparannya, Deputi Kepala Perwakilan KPw BI Maluku Utara, Fadhil Muhammad, menjelaskan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai fungsi dan tugas Bank Indonesia.

Ia menilai masih terdapat kesalahpahaman yang menyamakan Bank Indonesia dengan bank umum, termasuk Bank Negara Indonesia (BNI). Padahal, kedua lembaga tersebut memiliki fungsi dan kewenangan berbeda.

Bank Indonesia menjalankan mandat sebagai bank sentral, termasuk menjaga stabilitas nilai rupiah dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan sesuai kewenangannya. Sementara itu, kegiatan penghimpunan simpanan dan penyaluran kredit kepada masyarakat merupakan bagian dari kegiatan perbankan komersial.

Baca Juga :  Sekda Malut Hadiri Rapat Awal Jamsostek Award 2026, Perkuat Komitmen Perlindungan Pekerja

Karena itu, menurut Fadhil, edukasi kebanksentralan perlu terus diperluas agar masyarakat memahami peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Ia juga mengakui bahwa peningkatan literasi ekonomi dan pemahaman mengenai kebanksentralan masih menjadi pekerjaan rumah di Maluku Utara. Perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis untuk memperluas pemahaman tersebut, terutama kepada generasi muda.

Fadhil turut menekankan pentingnya memperluas kegiatan edukasi Bank Indonesia ke berbagai kampus di Maluku Utara. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga memahami kaitan kebijakan bank sentral dengan dinamika ekonomi daerah dan kehidupan masyarakat.

Selain edukasi, mahasiswa juga diperkenalkan dengan peluang pengembangan kapasitas diri, termasuk program beasiswa melalui perguruan tinggi mitra Bank Indonesia serta kesempatan magang di Bank Indonesia.

Dalam pemaparannya, Fadhil menyampaikan informasi mengenai kesempatan magang yang disebut dibuka empat kali dalam setahun. Mahasiswa diharapkan aktif mencari informasi mengenai jadwal, persyaratan, dan mekanisme seleksi agar dapat memanfaatkan kesempatan tersebut.

 

Literasi Keuangan Digital Jadi Bekal Generasi Muda

Materi literasi keuangan dan digital yang disampaikan Afrizal Ariq Al-Aziz melengkapi pembahasan mengenai kebanksentralan dengan menyoroti pentingnya kecakapan masyarakat dalam menghadapi transformasi layanan keuangan berbasis teknologi.

Literasi keuangan digital pada dasarnya tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan aplikasi perbankan, dompet digital, pembayaran melalui kode QR, atau layanan keuangan daring. Lebih dari itu, literasi ini mencakup kemampuan memahami produk dan layanan keuangan, mengelola keuangan pribadi, menilai risiko transaksi, serta mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab.

Bagi mahasiswa, pemahaman tersebut menjadi semakin penting karena aktivitas sehari-hari semakin dekat dengan transaksi digital. Kemudahan melakukan pembayaran, mengirim uang, dan mengakses layanan keuangan perlu diimbangi dengan kebiasaan mengelola pengeluaran, menyusun anggaran, serta membedakan kebutuhan dan keinginan.

Di sisi lain, perkembangan keuangan digital juga menghadirkan risiko, seperti penipuan daring, pencurian data pribadi, penyalahgunaan kode OTP, tautan palsu, hingga tawaran investasi ilegal yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal.

Baca Juga :  Jejak Para Pejuang Maluku Utara: Napak Tilas Menyambut 26 Tahun Provinsi

Karena itu, masyarakat perlu membangun kebiasaan memeriksa identitas penyedia layanan, memastikan keaslian informasi, menjaga kerahasiaan PIN dan kode OTP, serta tidak sembarangan mengakses tautan atau membagikan data pribadi. Kemudahan transaksi digital harus berjalan seiring dengan kesadaran terhadap keamanan dan perlindungan konsumen.

Literasi keuangan digital juga berkaitan dengan kemampuan memahami konsekuensi penggunaan layanan pinjaman daring dan produk keuangan lainnya. Mahasiswa perlu membiasakan diri memeriksa legalitas penyedia layanan, memahami biaya dan kewajiban pembayaran, serta mempertimbangkan kemampuan finansial sebelum mengambil keputusan.

Dengan demikian, kecakapan digital bukan sekadar kemampuan mengikuti perkembangan teknologi, melainkan juga kemampuan menggunakan teknologi secara aman, produktif, dan sesuai kebutuhan.

Penguatan literasi tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menjadi pengguna layanan keuangan yang lebih kritis sekaligus menyebarkan pemahaman yang benar kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

 

Perkuat Sinergi Kampus dan Bank Indonesia

Kegiatan Bank Indonesia Mengajar di Unibrah menjadi ruang edukasi sekaligus peluang memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan dan Bank Indonesia dalam membangun pemahaman ekonomi masyarakat.

Melalui sinergi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami hubungan antara kebijakan bank sentral, perkembangan sistem pembayaran digital, pertumbuhan ekonomi daerah, dan kesejahteraan masyarakat.

Bagi Maluku Utara, peningkatan literasi ekonomi dan keuangan menjadi bagian penting dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi serta memanfaatkan peluang yang tersedia.

Kolaborasi BI dan Unibrah diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan melalui edukasi, pengembangan kapasitas mahasiswa, dan perluasan akses informasi mengenai program-program Bank Indonesia.

Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai kebanksentralan dan keuangan digital, mahasiswa diharapkan dapat mengambil peran sebagai generasi yang lebih cakap secara finansial, bijak dalam memanfaatkan teknologi, dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi Maluku Utara.

Berita Terkait

Wagub Malut Soroti Kinerja Penurunan Stunting, Baru 2 Desa Berkategori Baik di Dua Kabupaten
Susun RAD SDGs 2026–2030, Pemprov Malut Tekankan Pemerataan Pembangunan Wilayah Kepulauan
Wagub Sarbin Sehe Dorong Pembinaan Atlet Muda Malut Menuju PON 2028
Damkar Malut Bagikan 600 Masker di Sofifi, Lindungi Warga dari Kabut Asap Karhutla
Wagub Sarbin Sehe Dorong Ekosistem Halal, UMKM Malut Disiapkan Tembus Pasar Nasional
Maluku Utara Jadi Tuan Rumah Hakordia 2026 Regional Timur, Wagub Siapkan Gerakan Antikorupsi
Wagub Sarbin Sehe: Jabatan Pimpinan DPRD Adalah Amanah untuk Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Respons Kabut Asap, Dinkes Malut Bagikan Masker di Sejumlah Titik Sofifi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:40 WIB

BI Mengajar di Unibrah, Perkuat Literasi Keuangan Digital dan Wawasan Ekonomi Mahasiswa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Wagub Malut Soroti Kinerja Penurunan Stunting, Baru 2 Desa Berkategori Baik di Dua Kabupaten

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Susun RAD SDGs 2026–2030, Pemprov Malut Tekankan Pemerataan Pembangunan Wilayah Kepulauan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Wagub Sarbin Sehe Dorong Pembinaan Atlet Muda Malut Menuju PON 2028

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Damkar Malut Bagikan 600 Masker di Sofifi, Lindungi Warga dari Kabut Asap Karhutla

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Wagub Sarbin Sehe Dorong Ekosistem Halal, UMKM Malut Disiapkan Tembus Pasar Nasional

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Maluku Utara Jadi Tuan Rumah Hakordia 2026 Regional Timur, Wagub Siapkan Gerakan Antikorupsi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Wagub Sarbin Sehe: Jabatan Pimpinan DPRD Adalah Amanah untuk Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Berita Terbaru