DPRD Tidore Minta Penyesuaian Jam Kerja ASN Tak Ganggu Pelayanan Publik

- Jurnalis

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan meminta Pemerintah Kota Tidore Kepulauan memastikan penyesuaian jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak berdampak terhadap kualitas pelayanan publik.

Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi Komisi I DPRD Kota Tidore Kepulauan bersama Pemerintah Daerah melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk mengevaluasi kinerja aparatur pascapenyesuaian jam kerja ASN.

Ketua Komisi I DPRD Kota Tidore Kepulauan, Sarmin Mustari, mengatakan rapat tersebut digelar untuk memastikan kebijakan penyesuaian jam kerja tetap diikuti dengan kinerja aparatur yang optimal.

“Komisi I DPRD bersama pemerintah daerah dalam hal ini BKPSDM telah melakukan rapat koordinasi terkait kinerja aparatur terhadap penyesuaian jam kerja ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan,” kata Sarmin.

Dalam rapat tersebut, Komisi I menyampaikan sejumlah catatan dan rekomendasi yang diminta segera ditindaklanjuti pemerintah daerah.

Baca Juga :  Paripurna DPRD, Wali Kota Tidore Tekankan Transparansi Keuangan dan Belanja Berorientasi Kesejahteraan

Salah satunya, DPRD menegaskan penyesuaian jam kerja tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ketentuan tersebut berlaku bagi seluruh aparatur, baik ASN, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu maupun PPPK paruh waktu.

“Pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan optimal. Penyesuaian jam kerja tidak boleh mengurangi kualitas maupun akses pelayanan yang diterima masyarakat,” ujarnya.

Selain pelayanan publik, Komisi I juga meminta pemerintah daerah mempertimbangkan kembali kebijakan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 30 persen bagi tenaga kesehatan yang bertugas di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas, khususnya puskesmas rawat inap di wilayah Kota Tidore Kepulauan.

Menurut Sarmin, pola kerja tenaga kesehatan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan aparatur pada umumnya. Meski akumulasi jam kerja sama, tenaga kesehatan tetap menjalankan tugas hingga enam hari dalam sepekan.

Baca Juga :  Menuju PORPROV 2026 Halmahera Utara, KONI Tidore Fokus Pembinaan 13 Cabang Olahraga

“Tenaga kesehatan memiliki karakteristik kerja yang berbeda. Mereka bekerja dari Senin sampai Sabtu, sementara ASN pada umumnya hanya menjalani hari kerja dari Senin hingga Kamis. Hal ini perlu menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah,” katanya.

Komisi I juga mendesak pemerintah daerah memperkuat disiplin ASN, terutama aparatur yang bertugas di wilayah Oba.

Pengawasan terhadap tingkat kehadiran dan pelaksanaan tugas, menurut DPRD, perlu ditingkatkan untuk memastikan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal.

Sarmin menegaskan, DPRD akan terus mengawal kebijakan di bidang kepegawaian agar tetap mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus memperhatikan aspek keadilan bagi aparatur yang menjalankan tugas di lapangan.

“Kami berharap seluruh rekomendasi yang disampaikan dalam rapat koordinasi ini dapat menjadi perhatian pemerintah daerah sehingga pelayanan publik tetap terjaga dan disiplin aparatur semakin meningkat,” ujar Sarmin.

Berita Terkait

Ade Kama Dorong Pemanfaatan DTT Sesuai Kebutuhan Mendesak Masyarakat
Reses Astri Tiarasari di SMK Marhaen Haltim, Siswa Soroti Kelas hingga Transportasi
Reses Astri Tiarasari Ungkap Persoalan SMK Maritim Muhammadiyah Haltim, dari Listrik hingga Gaji Guru
SMAN 2 Halteng Kekurangan Guru, Fasilitas Belajar hingga Rumah Dinas Jadi Sorotan
Astri Tiarasari Serap Aspirasi Warga Nusliko, Krisis Lahan dan Fasilitas Dasar Jadi Sorotan
APBD Perubahan 2026 Disetujui, Pemkot Tidore Dorong Pengelolaan Anggaran Tepat Sasaran
SMKN 8 Halteng Soroti Minim Komputer dan Rumah Dinas Guru, Astri Janji Kawal Aspirasi
Dari Keluhan Atap Katu hingga Usulan Infrastruktur, Warga Waleh Sampaikan Deretan Aspirasi ke DPRD Malut
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Ade Kama Dorong Pemanfaatan DTT Sesuai Kebutuhan Mendesak Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Reses Astri Tiarasari di SMK Marhaen Haltim, Siswa Soroti Kelas hingga Transportasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Reses Astri Tiarasari Ungkap Persoalan SMK Maritim Muhammadiyah Haltim, dari Listrik hingga Gaji Guru

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:12 WIB

SMAN 2 Halteng Kekurangan Guru, Fasilitas Belajar hingga Rumah Dinas Jadi Sorotan

Rabu, 30 September 2026 - 23:44 WIB

Astri Tiarasari Serap Aspirasi Warga Nusliko, Krisis Lahan dan Fasilitas Dasar Jadi Sorotan

Selasa, 29 September 2026 - 18:02 WIB

APBD Perubahan 2026 Disetujui, Pemkot Tidore Dorong Pengelolaan Anggaran Tepat Sasaran

Selasa, 29 September 2026 - 14:12 WIB

SMKN 8 Halteng Soroti Minim Komputer dan Rumah Dinas Guru, Astri Janji Kawal Aspirasi

Senin, 28 September 2026 - 14:11 WIB

Dari Keluhan Atap Katu hingga Usulan Infrastruktur, Warga Waleh Sampaikan Deretan Aspirasi ke DPRD Malut

Berita Terbaru