TIDORE– Fakultas Teknik Universitas Bumi Hijrah (Unibrah) Tidore menggelar Teknik Expo di Lapangan Bola Voli Desa Garojou, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Rektor Unibrah, Sarbaini A Karim, yang hadir bersama jajaran pimpinan universitas. Kedatangan rombongan rektor mendapat sambutan meriah dari masyarakat generasi muda Desa Garojou yang tergabung dalam Ikatan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Garojou (IPPMG).
Rombongan disambut dengan tarian Kapita, sebuah tarian tradisional yang menjadi bagian dari penyambutan sekaligus menggambarkan semangat dan identitas masyarakat.
Dalam sambutannya, Sarbaini memberikan apresiasi kepada Fakultas Teknik Unibrah yang memilih masyarakat sebagai ruang pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semata-mata menjadi ajang memamerkan karya mahasiswa, tetapi juga merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
“Ini patut kita apresiasi karena kegiatan ini dilaksanakan di tengah masyarakat. Artinya, apa yang dikerjakan oleh mahasiswa tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi bisa hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sarbaini.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Karena itu, kegiatan seperti Teknik Expo dinilai menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk menguji kreativitas, kemampuan berpikir, sekaligus kebermanfaatan karya yang mereka hasilkan.
Tak hanya memberikan apresiasi, Sarbaini bahkan memberikan tantangan khusus kepada Fakultas Teknik Unibrah. Ia meminta mahasiswa teknik mulai memikirkan karya atau konsep yang dapat menjadi solusi terhadap persoalan tata ruang dan lingkungan, terutama persoalan banjir yang dinilai rentan terjadi di kawasan Sofifi di masa depan.
“Saya memberikan tantangan kepada Fakultas Teknik. Coba buat sebuah karya yang merencanakan Kota Sofifi, karena kita tahu Sofifi cukup rentan terhadap banjir. Bagaimana teknik bisa memberikan solusi melalui perencanaan yang baik,” tegasnya.
Menurut Sarbaini, tantangan tersebut dapat menjadi momentum bagi mahasiswa untuk tidak hanya menghasilkan karya yang bersifat teoritis, tetapi juga menciptakan inovasi yang mampu menjawab persoalan pembangunan di Maluku Utara.
Ia berharap mahasiswa Fakultas Teknik dapat mengambil peran dalam merancang pembangunan daerah melalui pendekatan ilmiah, inovasi teknologi, serta perencanaan yang mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Unibrah, M. Dedi Buamona, dalam sambutannya mengatakan Teknik Expo merupakan kegiatan yang lazim dilaksanakan oleh fakultas teknik di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Karena itu, menurut Dedi, kegiatan tersebut harus mendapatkan perhatian serius sebagai bagian dari upaya mendorong kreativitas sekaligus menjadi ruang aktualisasi mahasiswa Fakultas Teknik.
“Teknik Expo ini merupakan kegiatan rutin yang setiap tahun dilaksanakan di fakultas-fakultas teknik di Indonesia. Karena itu, kegiatan ini patut menjadi perhatian penuh untuk menunjang kreativitas dan aktualisasi mahasiswa teknik,” kata Dedi.
Ia menambahkan, mahasiswa teknik membutuhkan ruang yang cukup untuk mengembangkan ide, melakukan eksperimen, serta mempraktikkan ilmu yang diperoleh selama proses perkuliahan.
Untuk itu, Dedi dan tim telah mengalang kerja sama dengan sejumlah pihak seperti balai di Kementrian Pekerjan Umum di Maluku Utara untuk bisa menjadi tempat mahasiswa dapat melihat langsung dan mempraktekan ilmunya.
“Kami berharap dukungan dari pihak universitas, terutama untuk perbaikan fasilitas yang dapat menunjang peningkatan kompetensi mahasiswa. Fasilitas yang memadai tentu akan sangat membantu mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya-karya yang lebih baik,” pungkasnya.
Pelaksanaan Teknik Expo di Desa Garojou akan dilaksanakan selama 3 hari yakni tanggal 27-29 Agustus 2026, yang terselenggara atas kerja sama BEM Fakultas Teknik Unibrah dan IPPMG, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi panggung bagi mahasiswa untuk memamerkan hasil kreativitasnya, tetapi juga memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat serta mendorong lahirnya inovasi yang dapat menjawab berbagai persoalan pembangunan di Maluku Utara.






