Di Pulau Terpencil, Kadikbud Malut Kibarkan Merah Putih dan Bawa Bantuan Komputer

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ka Dikbud Abubakar Abdullah bersama jajaran melakukan upacara HUT ke-81 RI

Ka Dikbud Abubakar Abdullah bersama jajaran melakukan upacara HUT ke-81 RI

MOROTAI — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Provinsi Maluku Utara, Dr. Abubakar Abdullah, memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama para pelajar di wilayah terpencil Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai, Senin (17/8/2026).

Abubakar bertindak sebagai inspektur upacara di SMA Kristen Posi-Posi Rau. Upacara tersebut diikuti pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA, para guru, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara bersama Cabang Dinas Pendidikan Pulau Morotai.

Kehadiran Kadikbud di Pulau Rao merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos yang meminta jajaran pendidikan hadir langsung dan membersamai para pelajar di wilayah terpencil pada momentum peringatan kemerdekaan.

“Kami ingin anak-anak di pulau terpencil merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Negara hadir dan pemerintah hadir bersama mereka,” kata Abubakar.

Untuk mencapai SMA Kristen Posi-Posi Rau, rombongan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus menempuh perjalanan cukup panjang.

Dari Daruba, ibu kota Kabupaten Pulau Morotai, rombongan yang terdiri atas kepala dinas, kepala bidang, pejabat fungsional, dan pelaksana menempuh perjalanan darat menuju Wasbula, Kecamatan Morotai Selatan Barat, sekitar 1,5 jam.

Baca Juga :  STAI Babussalam Sula Cetak Alumni Unggul untuk Peradaban

Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan perahu menuju Posi-Posi Rau.

Perjalanan tersebut sekaligus menggambarkan tantangan akses pendidikan di wilayah kepulauan Maluku Utara.

SMA Kristen Posi-Posi Rau tidak hanya menampung pelajar dari wilayah setempat. Sejumlah siswa berasal dari pulau tetangga, termasuk Saminyamau.

Untuk bersekolah, mereka harus menyeberangi laut menggunakan perahu. Sebagian diantar orang tua, sementara sebagian lainnya bahkan harus mendayung sendiri.

“Bagi mereka, pergi ke sekolah bukan perkara sederhana. Mereka harus menyeberangi laut. Tetapi semangat mereka untuk belajar tidak pernah surut,” ujar Abubakar.

Menurut Abubakar, pelaksanaan upacara kemerdekaan di pulau terpencil bukan sekadar kegiatan seremonial.

Kehadiran pemerintah di tengah para pelajar menjadi bagian dari upaya menanamkan nasionalisme sekaligus memastikan anak-anak di wilayah kepulauan merasakan kehadiran negara.

“Di pulau terpencil kita kibarkan Merah Putih, di sekolah kita tanamkan nasionalisme,” katanya.

Ia menegaskan, jarak geografis tidak boleh membuat anak-anak di pulau terpencil merasa jauh dari Indonesia.

“Laut boleh memisahkan pulau, tetapi tidak boleh memisahkan cita-cita anak-anak Indonesia,” tegas Abubakar.

Ia juga menegaskan bahwa anak-anak di wilayah terpencil memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas dan mengembangkan potensi mereka.

Baca Juga :  Sukses Selenggarakan Debat Pilgub, Pj Sekprov Malut Apresiasi Kinerja KPUD 

Karena itu, pemerataan layanan pendidikan harus menjangkau seluruh wilayah, termasuk pulau-pulau terpencil yang menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses.

Selain memimpin upacara, rombongan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara membawa bantuan komputer dari Gubernur Sherly Tjoanda Laos untuk SMA Kristen Posi-Posi Rau.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran sekaligus membuka akses siswa terhadap teknologi dan informasi.

“Kami datang bukan hanya untuk upacara. Kami ingin melihat langsung kondisi sekolah, mendengar kebutuhan anak-anak dan guru, serta membawa dukungan yang bisa membantu proses pembelajaran,” ujar Abubakar.

Di halaman SMA Kristen Posi-Posi Rau, Merah Putih berkibar di tengah laut dan keterbatasan akses.

Bagi para pelajar di pulau tersebut, upacara kemerdekaan bukan sekadar peringatan sejarah. Kibaran Merah Putih menjadi penegasan bahwa mereka adalah bagian dari Indonesia dan memiliki masa depan yang sama untuk diperjuangkan.

Di pulau terpencil, di antara laut dan perahu, anak-anak Indonesia tetap berdiri tegak—belajar, bermimpi, dan menjaga Merah Putih.

Berita Terkait

Songsong Kepengurusan Baru, PD IPI Malut Siapkan Pelantikan 28 Agustus
Kabinet Sherly Berbenah, 4 Pejabat Eselon II dan 5 Eselon III–IV Dilantik
Semarak HUT ke-81 RI, KASIH ALAM Malut Berikan Sertifikat kepada Pembina dan Duta Kasih Alam
Merah Putih Berkibar di Sofifi, Gubernur Sherly Pimpin Upacara HUT ke-81 RI
Puncak Semarak HUT RI Ke-81, BPD KKSS dan PD IWSS Tidore Kepulauan Pererat Silaturahmi
QRIS Kie Raha Kalcer Run 2026 Gaungkan Digitalisasi Ekonomi Lewat Olahraga dan Budaya
32 Anggota Paskibraka Malut 2026 Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI
Wagub Resmikan KMI Malut, Dorong Pensiunan Tetap Aktif dan Produktif
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Songsong Kepengurusan Baru, PD IPI Malut Siapkan Pelantikan 28 Agustus

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Kabinet Sherly Berbenah, 4 Pejabat Eselon II dan 5 Eselon III–IV Dilantik

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, KASIH ALAM Malut Berikan Sertifikat kepada Pembina dan Duta Kasih Alam

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:45 WIB

Di Pulau Terpencil, Kadikbud Malut Kibarkan Merah Putih dan Bawa Bantuan Komputer

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Merah Putih Berkibar di Sofifi, Gubernur Sherly Pimpin Upacara HUT ke-81 RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 05:09 WIB

Puncak Semarak HUT RI Ke-81, BPD KKSS dan PD IWSS Tidore Kepulauan Pererat Silaturahmi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:11 WIB

QRIS Kie Raha Kalcer Run 2026 Gaungkan Digitalisasi Ekonomi Lewat Olahraga dan Budaya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:05 WIB

32 Anggota Paskibraka Malut 2026 Resmi Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI

Berita Terbaru