SANANA – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Rabu (11/3/2026) malam hingga Kamis (12/3/2026) dini hari, menyebabkan puluhan rumah warga terendam banjir.
Hujan deras yang diperkirakan mulai turun sejak pukul 20.00 WIT hingga sekitar pukul 04.00 WIT tersebut membuat air meluap dan masuk ke permukiman warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sedikitnya 30 rumah warga terendam banjir, sementara 11 rumah lainnya mengalami kerusakan berat akibat derasnya aliran air. Kondisi ini memaksa sejumlah warga setempat mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Salah satu warga Desa Waisakai, Santaria Naipon, mengatakan hujan mulai mengguyur wilayah tersebut sejak sekitar pukul 20.00 WIT, bertepatan dengan pelaksanaan salat tarawih. Namun sekitar satu jam kemudian, intensitas hujan justru semakin meningkat hingga menyebabkan air meluap ke dalam rumah warga.
“Sebanyak 30 rumah terendam banjir dan 11 rumah rusak parah. Warga terpaksa harus mengungsi,” ungkap Santaria.
Melihat kondisi tersebut, warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dari dalam rumah. Mereka mengemas perabot penting dan mencari tempat yang lebih aman untuk mengungsi sementara.
“Dari jam 8 malam hujan turun terus sampai subuh ini tidak juga reda. Warga bahkan harus mandi hujan untuk mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang aman,” ujarnya.
Santaria menambahkan, hingga saat ini para warga masih berada di lokasi pengungsian sementara dan belum mendapatkan bantuan.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula segera turun langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir.
“Kami berharap Pemda Sula segera turun ke lokasi untuk membantu warga Desa Waisakai, karena sampai sekarang mereka masih mengungsi tanpa bantuan,” pintanya.
Diketahui, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Komisi III DPRD Kepulauan Sula telah melakukan kunjungan ke Desa Waisakai.
Namun hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penanganan lebih lanjut terhadap bencana tersebut.








