SANANA — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, memprioritaskan pemerataan akses pelayanan kesehatan dengan menggelar pengobatan gratis dan sunatan massal di Pulau Mangoli pada 3–4 November 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-62 yang mengusung tema “Cegah Sejak Dini, Sehat Sepanjang Hayat”.
Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Sula, Fiyanti Buamona, mengatakan persiapan pelaksanaan HKN tahun ini mulai dimatangkan dengan menitikberatkan pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama warga yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap pelayanan medis.
Saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (16/10/2026), Fiyanti menjelaskan bahwa peringatan HKN tahun ini dirancang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain kegiatan seremonial, Dinkes berupaya menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperluas jangkauan pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan.
“Jadi, kali ini kami fokus pada beberapa agenda penting yang berkaitan langsung dengan masyarakat, di antaranya melaksanakan pengobatan dan sunatan massal secara gratis yang dipusatkan di Pulau Mangoli pada tanggal 3–4 November. Kemudian, pada tanggal 6 November, kami melakukan konvoi kampanye penyuluhan kesehatan di Kota Sanana saat pembukaan kegiatan, serta beberapa kegiatan seremonial lainnya,” ungkap Fiyanti.
Menurutnya, pemilihan Pulau Mangoli sebagai pusat pelayanan kesehatan bukan tanpa alasan. Kondisi geografis wilayah kepulauan dan keterbatasan akses terhadap tenaga medis tertentu menjadi pertimbangan penting bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Karena itu, pelayanan pengobatan gratis yang disiapkan tidak hanya melibatkan dokter umum, tetapi juga menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis anak. Kegiatan tersebut turut didukung tenaga kesehatan dari sebagian besar 13 puskesmas di Kabupaten Kepulauan Sula serta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanana.
“Ada dua dokter spesialis yang akan melakukan pelayanan kesehatan, yaitu dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis anak. Kami memilih Pulau Mangoli untuk dijadikan pusat kegiatan karena yang kita tahu selama ini, Pulau Mangoli jauh dari akses pelayanan kesehatan, khususnya dokter spesialis,” jelasnya.
Fiyanti menegaskan, kehadiran dokter spesialis dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan dan konsultasi medis yang mungkin tidak mudah dijangkau dalam pelayanan sehari-hari.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya memperkuat pelayanan kesehatan yang lebih merata, mengingat akses terhadap tenaga medis dengan kompetensi khusus masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah kepulauan.
“Dengan kegiatan ini, kami ingin memperluas akses pelayanan medis guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh,” tambahnya.
Selain memberikan pelayanan pengobatan dan sunatan massal, Dinkes Kepulauan Sula juga menjadikan peringatan HKN sebagai momentum edukasi kesehatan. Kampanye yang dijadwalkan berlangsung di Kota Sanana pada 6 November diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk lebih memahami pentingnya pola hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Fiyanti berharap, kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi dapat membangun kesadaran masyarakat untuk menjadikan pencegahan penyakit sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, menjaga kesehatan harus dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memperhatikan pola makan, menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengandalkan pelayanan medis ketika sudah jatuh sakit, tetapi juga aktif melakukan langkah-langkah pencegahan.
“Selaku Kepala Dinas Kesehatan, tentunya saya berharap masyarakat mampu mendorong kebiasaan pencegahan agar tidak hanya berobat saat sakit, tetapi aktif menjaga kondisi tubuh sebagaimana tema HUT HKN ke-62 ini, ‘Cegah Sejak Dini, Sehat Sepanjang Hayat’,” pungkasnya.
Melalui rangkaian kegiatan HKN ke-62 tersebut, Dinkes Kepulauan Sula berharap pelayanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak warga, khususnya masyarakat di Pulau Mangoli. Lebih dari sekadar perayaan, momentum ini diharapkan menjadi pengingat bahwa pemerataan akses layanan medis dan peningkatan kesadaran hidup sehat merupakan bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera.






