AFA Sula Bawa Kearifan Lokal ke Final Poco-Poco HUT ke-81 RI

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim dance poco poco AFA Sula.

Tim dance poco poco AFA Sula.

SANANA — Semangat olahraga, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal berpadu dalam penampilan Tim Poco-Poco Asosiasi Fans Argentina (AFA) Sula. Kelompok yang sebelumnya dikenal sebagai komunitas pendukung Tim Nasional Argentina itu kini turut memeriahkan lomba Poco-Poco dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia tahun 2026.

AFA Sula berhasil menjadi salah satu dari 11 tim yang lolos ke babak final lomba Poco-Poco. Di partai penentuan tersebut, mereka tak hanya mengandalkan kekompakan gerakan, tetapi juga membawa identitas budaya Kepulauan Sula melalui konsep busana dan penampilan.

Pada penampilan kedua, tim ini memilih mengangkat nuansa lokal Sula. Para anggota mengenakan batik khas Sula yang mereka lukis sendiri. Kreasi tersebut menjadi simbol bahwa perayaan kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kreativitas, seni, sekaligus upaya melestarikan budaya daerah.

Kreasi busana itu dipersiapkan langsung oleh para anggota tim di bawah arahan Manajer Tim Poco-Poco AFA Sula, Anti Tan, bersama Asisten Manajer Mariska Buamona.

Tim Poco-Poco AFA Sula diperkuat oleh Nengsi Rumalean, Ayunda Umnailo, Gita Umagapi, Nafila Aslam, Sumiyati Makasar, Audea Olong, Ruslina Guns, dan Rasti.

Baca Juga :  Sambut HUT ke-23, Panitia Fokus Gelar Bakti Sosial di Sejumlah Titik Kota Sanana

Anti Tan mengatakan, konsep penampilan tim dibuat berbeda pada setiap babak. Pada penampilan pertama, mereka menggunakan pakaian bergaya Polri yang telah dimodifikasi, sedangkan pada penampilan kedua mereka memilih mengangkat kearifan lokal Sula.

“Untuk penampilan pertama kami menggunakan pakaian ala Polri yang dimodifikasi sedikit. Pada penampilan kedua ini kami lebih memberikan sentuhan kearifan lokal Sula,” ujar Anti kepada awak media, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, penggunaan batik khas Sula bukan sekadar pelengkap penampilan, tetapi menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat bahwa budaya lokal dapat tampil percaya diri dalam berbagai ruang kreativitas.

“Batik ini kami lukis sendiri. Kami ingin membawa sesuatu yang menjadi ciri khas Sula dalam penampilan kami,” katanya.

Nama AFA Sula sebelumnya dikenal sebagai kelompok yang memiliki kecintaan terhadap Tim Nasional Argentina, khususnya saat gelaran Piala Dunia.

Semangat kebersamaan, kreativitas, dan kekompakan yang selama ini mereka tunjukkan sebagai kelompok suporter kini dituangkan dalam panggung Poco-Poco.

Jika sebelumnya atmosfer sepak bola dan Piala Dunia menjadi ruang ekspresi mereka, kali ini semangat tersebut diterjemahkan melalui gerakan Poco-Poco, kreasi busana, serta sentuhan budaya Kepulauan Sula.

Baca Juga :  Sekda Kepulauan Sula Buka Diklat Paskibraka 2026, Tekankan Disiplin, Tanggung Jawab, dan Dedikasi

Bagi AFA Sula, keikutsertaan dalam lomba tersebut bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan. Ada identitas daerah yang ingin mereka tampilkan sekaligus menjadi bagian dari kemeriahan perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Terkait target juara, Anti Tan mengakui bahwa seluruh tim yang berhasil lolos ke babak final tentu memiliki keinginan menjadi yang terbaik. Namun, hasil akhir sepenuhnya menjadi kewenangan dewan juri.

“Pasti semua yang bertanding ingin juara. Tapi itu murni menjadi kewenangan dewan juri. Kami dan teman-teman siap menampilkan kreasi terbaik dan semoga bisa menghibur warga Sula,” ujarnya.

Dengan memadukan gerakan Poco-Poco dan kearifan lokal, AFA Sula berharap penampilan mereka di babak final tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap budaya daerah.

Dari semangat mendukung Argentina di panggung sepak bola dunia, AFA Sula kini membawa semangat yang sama ke panggung lokal: bergerak bersama, berkarya bersama, dan merayakan kemerdekaan dengan identitas budaya Sula.

Berita Terkait

YANASUA Terintegrasi ke JIGN Nasional, Kepulauan Sula Perkuat Tata Kelola Data Geospasial
Kuasa Hukum Bupati Sula Bantah Dugaan Aliran Dana Rp1,5 Miliar ke Kepentingan Pribadi FAM
HKN ke-62, Dinkes Kepulauan Sula Fokus Layani Warga Mangoli Lewat Pengobatan Gratis dan Sunatan Massal
Cegah Dampak Kabut Asap, KONI dan Dinkes Sula Bagikan Masker kepada Warga dan Pelajar
PABPDESI Kepulauan Sula Resmi Dibentuk, Zulkarnain Lumbessy Terpilih sebagai Ketua
Perkuat Digitalisasi Pendidikan, Diskominfo Sula Salurkan Router Internet ke Sejumlah Sekolah
Lindungi Hak Guru, PGRI Malut dan PGRI Sula Sosialisasikan Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026
Disdik Kepulauan Sula Dorong Pengembangan Karier Guru Berbasis Digital melalui SIM KSPSTK
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:26 WIB

YANASUA Terintegrasi ke JIGN Nasional, Kepulauan Sula Perkuat Tata Kelola Data Geospasial

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:01 WIB

HKN ke-62, Dinkes Kepulauan Sula Fokus Layani Warga Mangoli Lewat Pengobatan Gratis dan Sunatan Massal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Cegah Dampak Kabut Asap, KONI dan Dinkes Sula Bagikan Masker kepada Warga dan Pelajar

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:24 WIB

PABPDESI Kepulauan Sula Resmi Dibentuk, Zulkarnain Lumbessy Terpilih sebagai Ketua

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Perkuat Digitalisasi Pendidikan, Diskominfo Sula Salurkan Router Internet ke Sejumlah Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Lindungi Hak Guru, PGRI Malut dan PGRI Sula Sosialisasikan Permendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Disdik Kepulauan Sula Dorong Pengembangan Karier Guru Berbasis Digital melalui SIM KSPSTK

Sabtu, 26 September 2026 - 16:57 WIB

Dugaan Percakapan WhatsApp Tersebar di Facebook, Anggota DPRD Sula Diadukan ke BK

Berita Terbaru