HUT ke-27 Sofifi: Hiburan, Komunikasi Publik, dan Makna Perayaan bagi Masyarakat

- Jurnalis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh:

Burhanudin A. Muhamad, S.IP.,M.I.Kom (Akedemisi UNIBRAH Tidore) 

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Sofifi sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara bukan sekadar momentum seremonial untuk merayakan perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi ruang komunikasi publik yang mempertemukan pemerintah, masyarakat, dan berbagai kelompok sosial dalam satu panggung kebersamaan.

Dalam perspektif ilmu komunikasi, hiburan yang dihadirkan dalam perayaan HUT Sofifi memiliki makna lebih luas daripada sekadar pertunjukan musik, panggung artis, atau kegiatan yang mengundang keramaian. Hiburan merupakan medium komunikasi yang mampu membangun kedekatan emosional, memperkuat identitas kolektif, dan menciptakan pengalaman bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Namun, pertanyaan pentingnya adalah: apakah hiburan dalam perayaan HUT Sofifi hanya bertujuan menciptakan kemeriahan, atau juga menjadi sarana komunikasi yang bermakna bagi masyarakat?.

 

Hiburan sebagai Media Komunikasi Sosial

Hiburan merupakan salah satu bentuk komunikasi yang mudah diterima oleh berbagai lapisan masyarakat. Melalui musik, seni, budaya, dan pertunjukan publik, pesan dapat disampaikan tanpa harus selalu menggunakan bahasa formal seperti pidato atau sambutan pejabat.

Dalam konteks HUT Sofifi, panggung hiburan dapat menjadi ruang perjumpaan sosial yang mempertemukan masyarakat dari latar belakang berbeda. Masyarakat tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga sebagai bagian dari perayaan yang membangun rasa memiliki terhadap Sofifi.

Apabila dikelola dengan baik, hiburan dapat menjadi sarana komunikasi yang memperkuat hubungan sosial, memperkenalkan kekayaan budaya lokal, serta membangun citra Sofifi sebagai ibu kota yang hidup, terbuka, dan memiliki identitas budaya yang kuat.

Karena itu, perayaan HUT Sofifi seharusnya tidak hanya menonjolkan hiburan populer, tetapi juga memberikan ruang yang proporsional bagi seniman lokal, musisi daerah, komunitas kreatif, dan kelompok budaya Maluku Utara.

Dengan demikian, panggung perayaan tidak hanya menjadi tempat pertunjukan, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan pesan tentang identitas, kreativitas, dan kebanggaan masyarakat lokal.

 

Antara Kemeriahan dan Substansi Perayaan

Tidak dapat dimungkiri bahwa hiburan menjadi salah satu daya tarik utama dalam perayaan hari jadi sebuah daerah. Kehadiran artis, pertunjukan musik, dan berbagai kegiatan rekreatif dapat meningkatkan antusiasme masyarakat serta menciptakan suasana kebersamaan.

Namun, dalam perspektif komunikasi publik, kemeriahan tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan sebuah perayaan.

Ramainya penonton memang dapat menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap acara yang diselenggarakan. Akan tetapi, jumlah pengunjung tidak otomatis mencerminkan keberhasilan komunikasi antara pemerintah dan warga.

Baca Juga :  Indomaret di Loleo Oba Tengah Disegel, Pemkot Tidore Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Pelanggaran Izin

Keberhasilan komunikasi publik juga perlu dilihat dari sejauh mana masyarakat merasa dilibatkan, memperoleh informasi yang jelas, mendapatkan ruang untuk menyampaikan aspirasi, dan merasakan manfaat dari kegiatan tersebut.

Jika perayaan hanya berpusat pada panggung hiburan, sementara partisipasi masyarakat dan pesan pembangunan kurang mendapat perhatian, maka kesempatan untuk menjadikan HUT sebagai ruang komunikasi yang lebih bermakna belum dimanfaatkan secara maksimal.

Oleh sebab itu, hiburan dan substansi perayaan seharusnya tidak dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan: hiburan menghadirkan kegembiraan, sedangkan komunikasi publik menghadirkan makna, keterlibatan, dan kesadaran bersama.

 

Panggung Hiburan dan Komunikasi Pemerintah

Perayaan HUT daerah juga dapat dibaca sebagai bentuk komunikasi simbolik pemerintah kepada masyarakat. Pilihan acara, pengisi panggung, pesan yang disampaikan, hingga cara masyarakat dilibatkan menunjukkan nilai dan prioritas yang ingin dikomunikasikan melalui perayaan tersebut.

Dalam konteks ini, pemerintah perlu memastikan bahwa penyelenggaraan hiburan tidak hanya menjadi kegiatan untuk membangun suasana meriah, tetapi juga mencerminkan keterbukaan, keberagaman, dan keberpihakan pada potensi lokal.

Pemerintah dapat menjadikan HUT Sofifi sebagai kesempatan untuk menyampaikan informasi mengenai arah pembangunan, capaian yang telah diperoleh, serta persoalan yang masih perlu diselesaikan. Penyampaian pesan tersebut tentu harus dilakukan secara terbuka, proporsional, dan disertai ruang dialog dengan masyarakat.

Dengan cara ini, panggung hiburan tidak kehilangan fungsi rekreatifnya, tetapi juga menjadi bagian dari komunikasi publik yang lebih luas.

Masyarakat pun tidak ditempatkan semata-mata sebagai penerima pesan, melainkan sebagai mitra yang memiliki hak untuk mengetahui, menilai, dan memberikan masukan terhadap pembangunan daerahnya.

 

Menggerakkan Ekonomi Kreatif dan Memberi Ruang bagi Masyarakat Lokal

Dari perspektif komunikasi pembangunan, perayaan HUT Sofifi juga memiliki peluang ekonomi yang perlu diperhatikan. Keramaian dapat membuka kesempatan bagi pelaku UMKM, pedagang kecil, pekerja kreatif, penyedia jasa, dan komunitas seni untuk memperoleh manfaat ekonomi.

Namun, manfaat tersebut tidak terjadi secara otomatis. Diperlukan pengelolaan yang memberikan kesempatan yang adil bagi pelaku usaha lokal, menyediakan lokasi berjualan yang layak, menjaga keamanan dan kebersihan, serta memastikan informasi kegiatan dapat diakses oleh masyarakat luas.

Selain itu, pelibatan musisi dan seniman lokal merupakan bentuk pengakuan terhadap identitas budaya masyarakat Maluku Utara. Mereka tidak seharusnya hanya menjadi pelengkap acara, tetapi perlu memperoleh ruang yang memadai untuk menunjukkan karya dan kemampuan mereka.

Baca Juga :  Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian

Di sinilah komunikasi dan pembangunan bertemu. Perayaan yang dirancang secara partisipatif dapat memperkuat hubungan sosial sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

 

HUT Sofifi sebagai Ruang Dialog dan Refleksi

Memasuki usia ke-27 sejak penetapannya sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara, perayaan HUT Sofifi semestinya menjadi kesempatan untuk merayakan sejarah sekaligus merefleksikan masa depan.

Hiburan boleh menjadi bagian penting dari perayaan. Masyarakat berhak menikmati musik, seni, dan ruang rekreasi bersama. Akan tetapi, perayaan juga perlu memberi ruang bagi pertanyaan yang lebih mendasar mengenai perkembangan Sofifi, kualitas pelayanan publik, ketersediaan infrastruktur, kesempatan kerja, dan kesejahteraan masyarakat.

Pertanyaan tersebut bukan untuk mengurangi kegembiraan perayaan, melainkan untuk memastikan bahwa kebahagiaan sesaat dapat berjalan bersama kepedulian terhadap masa depan daerah.

Komunikasi publik yang baik bukan hanya tentang bagaimana pemerintah menyampaikan pesan kepada masyarakat, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah mendengar suara masyarakat. Karena itu, forum diskusi warga, ruang aspirasi, pameran karya lokal, dan kegiatan sosial dapat menjadi pelengkap yang memperkaya perayaan HUT Sofifi.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat bukan hanya menjadi penonton dari sebuah acara, melainkan menjadi bagian dari proses membangun kota dan menentukan arah perkembangannya.

 

Penutup

HUT ke-27 Sofifi seharusnya tidak hanya dikenang karena kemeriahan panggung hiburan, tetapi juga karena kemampuannya membangun kebersamaan, memperkuat identitas lokal, membuka peluang ekonomi, dan menghadirkan komunikasi yang lebih dekat antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam perspektif komunikasi, hiburan bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan dengan pembangunan. Hiburan justru dapat menjadi jembatan untuk membangun partisipasi, menyampaikan pesan sosial, dan memperkuat rasa memiliki terhadap daerah.

Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana hiburan dirancang, siapa yang dilibatkan, pesan apa yang disampaikan, serta manfaat apa yang dapat dirasakan masyarakat.

Sofifi tidak cukup hanya meriah di atas panggung; Sofifi juga perlu tumbuh dalam kesadaran, partisipasi, dan kesejahteraan rakyatnya.

Sebab, keberhasilan sebuah perayaan bukan hanya ketika masyarakat berkumpul dan bersorak, melainkan ketika mereka pulang dengan rasa bangga, merasa dilibatkan, dan memiliki harapan yang lebih besar terhadap masa depan daerahnya.

Berita Terkait

Beasiswa Maluku Utara Bangkit 2026: Sekda Percepat Penyaluran, Kampus Soroti Mekanisme Pencairan
FSPIM KPBI Gelar Aksi di PT IWIP, Soroti Dugaan Union Busting dan Perselisihan Upah
Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak
Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia
GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi
Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN
Nelayan Asal Kampung Makian Hilang Saat Memanah Ikan, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:33 WIB

Beasiswa Maluku Utara Bangkit 2026: Sekda Percepat Penyaluran, Kampus Soroti Mekanisme Pencairan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:29 WIB

HUT ke-27 Sofifi: Hiburan, Komunikasi Publik, dan Makna Perayaan bagi Masyarakat

Senin, 21 September 2026 - 11:11 WIB

FSPIM KPBI Gelar Aksi di PT IWIP, Soroti Dugaan Union Busting dan Perselisihan Upah

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Dampak Kemarau, Pemda Halbar Salurkan Air Bersih ke 14 Desa Terdampak

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:53 WIB

Sherly Tjoanda: 360 Ribu Pekerja Maluku Utara Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:51 WIB

FTJ Dodinga dan Wallace: Sejarah Halmahera yang Mengubah Peta Ilmu Pengetahuan Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:07 WIB

GMNI Malut Minta Kritik atas Pelayanan RSUD Jailolo Disikapi dengan Evaluasi, Bukan Kriminalisasi

Senin, 25 Mei 2026 - 09:52 WIB

Dana dari Pusat Belum Turun, Pemkot Tidore Kesulitan Bayar Gaji 13 ASN

Berita Terbaru