TIDORE – Sultan Tidore ke-26, Sultan Zainal Abidin Sjah, resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah pusat. Penganugerahan ini menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Maluku Utara, khususnya warga Kota Tidore Kepulauan, yang selama ini menjunjung tinggi nilai sejarah dan perjuangan kesultanan Tidore.
Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut. Menurutnya, gelar Pahlawan Nasional yang diberikan kepada Sultan Zainal Abidin Sjah merupakan pengakuan atas jasa besar beliau dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa dan memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Daerah ini memiliki andil besar terhadap Indonesia. Pada masa itu, Sultan Zainal Abidin Sjah dengan lantang menyatakan bergabung dengan NKRI, bahkan memberikan sepertiga wilayahnya untuk bersama-sama dengan bangsa ini,” ujar Muhammad Sinen saat membuka Sosialisasi Implementasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) se-Kota Tidore Kepulauan Tahun 2025 di Aula Sultan Nuku, Kantor Wali Kota Tidore, Senin (10/11/2025).
Ia menegaskan bahwa perjuangan para sultan Tidore merupakan bagian penting dari sejarah bangsa yang harus terus diingat dan diwariskan kepada generasi muda.
“Sejarah adalah bagian dari jati diri kita. Dari sanalah kita belajar tentang perjuangan dan pengorbanan. Para sultan telah berjuang dengan gigih demi negeri ini. Karena itu, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” ungkapnya.
Wali Kota juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kekompakan dan kebersamaan demi membangun Tidore yang lebih maju, aman, dan nyaman bagi semua.
“Mari kita jaga persatuan agar Tidore ke depan semakin maju dan menjadi daerah yang ramah bagi siapa pun yang datang,” sambungnya.
Di akhir sambutannya, Muhammad Sinen mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk memanjatkan doa bagi para pahlawan, khususnya pahlawan-pahlawan asal Tidore yang telah berjasa besar bagi bangsa dan daerah.








