TIDORE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, mengimbau masyarakat mewaspadai dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Maluku Utara. Sebagai langkah antisipasi, BPBD berencana membagikan masker kepada masyarakat dalam waktu dekat.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Tidore Kepulauan Muhammad Abubakar mengatakan, pembagian masker tersebut bertujuan mengurangi paparan asap dan meminimalkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.
“Dalam waktu dekat ini kami dari BPBD akan melakukan pembagian masker secara menyeluruh kepada masyarakat guna mencegah gangguan pernapasan,” kata Muhammad Abubakar Senin 12 Oktober 2026.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Maluku Utara. Warga diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika kualitas udara memburuk dan jarak pandang terbatas.
Masyarakat juga diimbau menggunakan masker saat berada di luar ruangan serta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila asap semakin pekat. Warga yang mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata diminta segera mencari pertolongan medis.
Selain berdampak terhadap kesehatan, kabut asap berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat karena menurunkan jarak pandang, termasuk pada transportasi darat, laut, dan udara.
Muhammad Abubakar menyebutkan, BPBD Kota Tidore Kepulauan telah menerima informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Direktur Kedaruratan mengenai kesiapsiagaan dan langkah pencegahan dampak karhutla.
Menindaklanjuti informasi tersebut, BPBD akan memperkuat koordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), terutama Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, untuk menyiapkan langkah penanganan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Koordinasi itu antara lain mencakup upaya perlindungan kesehatan masyarakat, kesiapan bantuan sosial, serta kemungkinan penetapan status tanggap darurat apabila kondisi memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Abubakar, penanganan dampak karhutla membutuhkan kesiapsiagaan dan kerja sama berbagai pihak. Edukasi kebencanaan juga perlu terus dilakukan agar masyarakat memahami risiko yang dapat timbul serta mengetahui langkah perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga.
“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama melakukan pencegahan. Informasi ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat melakukan perjalanan darat maupun laut dengan memperhatikan kondisi cuaca dan jarak pandang. Warga diminta mengikuti informasi resmi dari instansi terkait sebelum bepergian.
Dampak kabut asap terhadap transportasi turut menjadi perhatian BPBD. Berdasarkan informasi yang diterima, keterbatasan jarak pandang akibat asap juga berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Babullah, Ternate.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial, tetapi juga memantau pemberitahuan resmi dari pemerintah dan pihak berwenang.
Selain mengantisipasi dampak karhutla, BPBD Kota Tidore Kepulauan mengingatkan masyarakat terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir yang dapat terjadi ketika hujan turun dan saluran air tidak berfungsi dengan baik.
Salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan ialah membersihkan drainase, selokan, dan kawasan bantaran sungai dari tumpukan sampah yang berpotensi menghambat aliran air.
BPBD juga mendorong pemerintah kelurahan, TNI-Polri, dan masyarakat untuk bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
Abubakar menegaskan, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ia mengajak warga Kota Tidore Kepulauan tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, menjaga kesehatan, dan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
“Pencegahan dan kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami berharap masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi resmi agar dampak bencana dapat diantisipasi sedini mungkin,” katanya.(*)






