Pala dan Cengkeh Jadi Fokus Konservasi Sumber Daya Genetik di Tidore

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE – Pala dan cengkeh bukan sekadar komoditas pertanian bagi masyarakat Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Kedua tanaman rempah tersebut memiliki nilai sejarah, budaya, ekonomi, dan ekologis yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat sejak dahulu.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman saat membuka Forum Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Genetik Lintas Sektor di Ruang Rapat Wali Kota Tidore Kepulauan, Selasa 15 September 2026.

Menurut Ahmad, sejarah Maluku Utara tidak dapat dipisahkan dari pala dan cengkeh. Kedua komoditas tersebut juga telah membentuk identitas wilayah sekaligus menjadi bagian dari sumber penghidupan masyarakat.

“Pala dan cengkeh adalah kekayaan warisan leluhur. Tanggung jawab kita memastikan kekayaan ini tidak hilang dan tetap bermanfaat bagi anak cucu,” kata Ahmad.

Ia mengatakan, upaya konservasi pala dan cengkeh perlu dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan masyarakat serta tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Sinergi PKK–Pemda–BI Perkuat Ketahanan Pangan, Kelompok Tani Koa Madiyahi Panen 1,3 Ton Jagung

“Mari jadikan forum ini momentum membangun sistem konservasi yang terintegrasi, berbasis masyarakat, ramah lingkungan, dan memberi manfaat ekonomi,” ujarnya.

Ahmad menegaskan, konservasi tidak semata-mata berkaitan dengan upaya mempertahankan tanaman, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga sumber penghidupan masyarakat, kelestarian lingkungan, serta warisan daerah.

Karena itu, ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada penyusunan dokumen, tetapi menghasilkan rencana aksi yang dapat diterapkan secara nyata.

“Siapa melakukan apa, di mana lokasinya, bagaimana pendanaannya, serta bagaimana keberlanjutannya. Forum ini harus menghasilkan kesepakatan yang bisa kita implementasikan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, National Project Manager (NPM) proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI) Sudarsono mengatakan, pelestarian sumber daya genetik penting dilakukan karena keberadaannya berkaitan langsung dengan kehidupan manusia dan keberlangsungan alam.

“Karena keberadaannya memiliki dampak yang sangat besar dan berkaitan langsung dengan kehidupan serta keberlangsungan alam,” kata Sudarsono.

Baca Juga :  Pembatasan Aktivitas Jumat Mulai Diterapkan, Pemkot Tidore Intensifkan Sosialisasi

Ia menyebut Indonesia memiliki keragaman sumber daya genetik yang luar biasa. Sejumlah komoditas bahkan memiliki permintaan tinggi di pasar domestik dan internasional.

Menurut dia, sumber daya genetik yang selama ini dianggap sederhana atau kurang bernilai justru dapat memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar global.

Untuk Kota Tidore Kepulauan, kata Sudarsono, program CDCSUI memfokuskan perhatian pada komoditas pala dan cengkeh.

“Kami hadir untuk bersama-sama membangun dan menjaga agar sumber daya genetik pala dan cengkeh tetap terpelihara, punya nilai ekonomi, dan bisa diwariskan ke generasi mendatang,” ujarnya.

Forum tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, Jo Jau Kesultanan Tidore Ishak Naser, Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Maluku Utara Dr. Warsita, S.P., M.M., Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Taher Husain, serta para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).(*)

Berita Terkait

BPBD Tidore Imbau Warga Waspadai Kabut Asap Karhutla, Masker Segera Dibagikan
BI Malut dan TP PKK Tidore Perkuat Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah
TP PKK Oba Utara Perkuat Promosi Pangan Lokal melalui Lomba B2SA
Pemkot Tidore dan BNN Perkuat Kolaborasi Lindungi Generasi Muda dari Narkoba
Muhammad Sinen Tegaskan Pembatasan Aktivitas Jumat, ASN Diminta Jadi Teladan
Mantan Wali Kota Tidore Kepulauan Achmad Mahifa Tutup Usia
Pastikan Air Aman dikonsumsi, Perumda Ake Mayora Kirim Sampel ke Laboratorium Untuk Pengujian Kualitas
Universitas Nuku Memasuki Usia 25 Tahun, Sinergi dengan Pemda Diperkuat
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:36 WIB

BPBD Tidore Imbau Warga Waspadai Kabut Asap Karhutla, Masker Segera Dibagikan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:44 WIB

BI Malut dan TP PKK Tidore Perkuat Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:30 WIB

TP PKK Oba Utara Perkuat Promosi Pangan Lokal melalui Lomba B2SA

Senin, 5 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pemkot Tidore dan BNN Perkuat Kolaborasi Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

Senin, 5 Oktober 2026 - 00:08 WIB

Muhammad Sinen Tegaskan Pembatasan Aktivitas Jumat, ASN Diminta Jadi Teladan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:03 WIB

Mantan Wali Kota Tidore Kepulauan Achmad Mahifa Tutup Usia

Senin, 28 September 2026 - 17:01 WIB

Pastikan Air Aman dikonsumsi, Perumda Ake Mayora Kirim Sampel ke Laboratorium Untuk Pengujian Kualitas

Senin, 28 September 2026 - 14:45 WIB

Universitas Nuku Memasuki Usia 25 Tahun, Sinergi dengan Pemda Diperkuat

Berita Terbaru