DPRD Maluku Utara Gelar Paripurna Bahas RPJMD 2025–2029, Semua Fraksi Beri Catatan Kritis

- Jurnalis

Senin, 4 Agustus 2025 - 14:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru bicara Fraksi PKB, Irfan Soekoenay menyerahkan draft pandangan fraksi ke pimpinan DPRD.

Juru bicara Fraksi PKB, Irfan Soekoenay menyerahkan draft pandangan fraksi ke pimpinan DPRD.

SOFIFI – DPRD Provinsi Maluku Utara menggelar Rapat Paripurna Masa Persidangan Ketiga Tahun Sidang 2024/2025 di Ruang Sidang Utama DPRD, Senin (4/8/2025). Agenda utama rapat adalah penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Maluku Utara Tahun 2025–2029.

Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Husni Bopeng dan dihadiri Wakil Gubernur Sarbin Sehe, para anggota DPRD, Asisten III Setda, pimpinan OPD, ASN, serta insan pers.

Dalam pembukaan, Husni menyampaikan bahwa penyampaian pandangan umum ini merupakan tindak lanjut dari rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD pada 30 Juli 2025. “Seluruh fraksi telah menyatakan pandangannya atas Ranperda RPJMD 2025–2029,” ujarnya.

RPJMD ini mengusung visi “Maluku Utara Bangkit, Maju, Sejahtera, Berkeadilan, dan Berkelanjutan” dengan enam misi, enam tujuan utama, dan 16 sasaran pembangunan yang sebelumnya telah dipaparkan Gubernur Sherly Laos pada 28 Juli 2025.

Baca Juga :  Belum Terlayani Air Bersih, Warga Desa Dodaga Minta Sugeng Cahyono Bersuara

Pandangan Fraksi-Fraksi:

Fraksi Golkar melalui juru bicara Johan Josias Manery menekankan pentingnya proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang rasional, efisien, dan akuntabel. Golkar juga meminta perhatian serius terhadap pembangunan Sofifi sebagai pusat pemerintahan dan bisnis.

Fraksi PDIP tidak menyampaikan pandangan umum.

Fraksi NasDem (Pardin Isa) menyoroti ketergantungan Pemprov pada industri ekstraktif dan dana transfer pusat, serta ketimpangan pembangunan infrastruktur antarwilayah dan pengelolaan keuangan daerah yang belum optimal.

Fraksi PKS (Is Suaib) menganggap RPJMD sebagai momentum penting untuk mendorong pembangunan berbasis nilai lokal, spiritual, dan kebangsaan. Mereka menekankan perlunya arah pembangunan yang adaptif dan inklusif.

Fraksi Hanura (Iswanto) menyebut RPJMD belum proporsional karena masih terdapat ketimpangan wilayah, seperti di Pulau Taliabu. Mereka juga menyoroti dampak lingkungan dari aktivitas tambang.

Baca Juga :  Diskomdig Kepulauan Sula Diduga Tilep Anggaran Media, Kepala Dinas Bungkam

Fraksi Gerindra (Machmud Esa) mendukung penguatan ekonomi mandiri lewat hilirisasi dan mendorong pengembangan ekonomi biru dan hijau sebagai langkah meninggalkan ketergantungan pada ekonomi ekstraktif (brown economy).

Fraksi PKB (Irfan Soekoenay) menilai RPJMD sebagai dasar akuntabilitas pemerintahan dan berharap program prioritas Sherly–Sarbin benar-benar diimplementasikan, bukan sekadar memenuhi aspek normatif.

Fraksi Bintang Demokrat (Mery Popala) menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan visi dan misi RPJMD dengan melibatkan partisipasi masyarakat, khususnya dalam peningkatan SDM.

Fraksi Amanat Persatuan Indonesia (Jamrud Hi Wahab) menyoroti pentingnya RPJMD yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk mengatasi disparitas sarana dan prasarana pendidikan.

Secara keseluruhan, seluruh fraksi menerima dan menyetujui Ranperda RPJMD Provinsi Maluku Utara Tahun 2025–2029 untuk ditindaklanjuti ke tahap pembahasan selanjutnya

Berita Terkait

Teken KUA-PPAS 2027, Wali Kota Tidore Dorong Penguatan Pendapatan Asli Daerah
Ade Kama Dorong Pemanfaatan DTT Sesuai Kebutuhan Mendesak Masyarakat
Reses Astri Tiarasari di SMK Marhaen Haltim, Siswa Soroti Kelas hingga Transportasi
Reses Astri Tiarasari Ungkap Persoalan SMK Maritim Muhammadiyah Haltim, dari Listrik hingga Gaji Guru
SMAN 2 Halteng Kekurangan Guru, Fasilitas Belajar hingga Rumah Dinas Jadi Sorotan
Astri Tiarasari Serap Aspirasi Warga Nusliko, Krisis Lahan dan Fasilitas Dasar Jadi Sorotan
APBD Perubahan 2026 Disetujui, Pemkot Tidore Dorong Pengelolaan Anggaran Tepat Sasaran
SMKN 8 Halteng Soroti Minim Komputer dan Rumah Dinas Guru, Astri Janji Kawal Aspirasi
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:09 WIB

Teken KUA-PPAS 2027, Wali Kota Tidore Dorong Penguatan Pendapatan Asli Daerah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Ade Kama Dorong Pemanfaatan DTT Sesuai Kebutuhan Mendesak Masyarakat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:57 WIB

Reses Astri Tiarasari di SMK Marhaen Haltim, Siswa Soroti Kelas hingga Transportasi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Reses Astri Tiarasari Ungkap Persoalan SMK Maritim Muhammadiyah Haltim, dari Listrik hingga Gaji Guru

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:12 WIB

SMAN 2 Halteng Kekurangan Guru, Fasilitas Belajar hingga Rumah Dinas Jadi Sorotan

Rabu, 30 September 2026 - 23:44 WIB

Astri Tiarasari Serap Aspirasi Warga Nusliko, Krisis Lahan dan Fasilitas Dasar Jadi Sorotan

Selasa, 29 September 2026 - 18:02 WIB

APBD Perubahan 2026 Disetujui, Pemkot Tidore Dorong Pengelolaan Anggaran Tepat Sasaran

Selasa, 29 September 2026 - 14:12 WIB

SMKN 8 Halteng Soroti Minim Komputer dan Rumah Dinas Guru, Astri Janji Kawal Aspirasi

Berita Terbaru