TIDORE – Sebanyak 18 peserta Latihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III di lingkungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan Tahun 2025 menjalani tes urine di ruang rapat BKPSDM Kota Tidore, Selasa (30/9/2025).
Selain peserta Latsar, sebanyak 35 pegawai BKPSDM Kota Tidore juga turut menjalani tes serupa. Dengan demikian, total 53 aparatur di lingkup Pemkot Tidore mengikuti pemeriksaan. Hasil tes seluruhnya dinyatakan negatif narkoba.
Kepala BKPSDM Kota Tidore Kepulauan, Rusdy Thamrin, mengatakan bahwa pelaksanaan tes urine merupakan instruksi langsung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore bagi seluruh ASN.
“Kami mengambil langkah inisiatif untuk melakukan tes urine kepada CPNS Gelombang III yang saat ini mengikuti Latsar. Selain itu, seluruh pegawai BKPSDM juga ikut, karena ASN harus menjadi contoh dalam upaya pemberantasan narkoba sehingga pelayanan masyarakat bisa berjalan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BNN Kota Tidore Kepulauan, Kombes Pol M. Fadris Sangun Ratu Lana, menegaskan bahwa tes urine bagi ASN bukan dimaksudkan untuk menakut-nakuti, melainkan memastikan aparatur negara bersih dari penyalahgunaan narkotika.
“ASN adalah garda terdepan dalam memberantas narkoba di wilayah Kota Tidore. Karena itu, proses pengambilan urine harus dilakukan dengan serius, jangan ada rekayasa atau penambahan air, agar hasil pemeriksaan benar-benar akurat,” tegasnya.
Ia menambahkan, tes urine tidak hanya berlaku bagi peserta Latsar atau pegawai BKPSDM, melainkan juga akan menyasar seluruh ASN, PPPK, hingga perangkat pemerintah di tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa secara bertahap.
“ASN harus menjadi teladan bagi masyarakat dalam pemberantasan narkoba. Harapan kami, dengan langkah ini, Kota Tidore benar-benar bersih dari narkoba,” tandas M. Fadris.






