Ke Ketua PB NU, Gubernur Curhat Soal Ibu Kota Sofifi

- Jurnalis

Minggu, 25 Juni 2023 - 20:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Ghani Kasuba saat memberikan sambutan pada kegiatan pelantikan pengurus NU.

Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Ghani Kasuba saat memberikan sambutan pada kegiatan pelantikan pengurus NU.

 

TERNATE, – Harapan Gubernur Maluku Utara, KH.Abdul Gani Kasuba, Lc, untuk menjadikan Sofifi sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) belum juga terwujud, bahkan di sisa masa jabatannya ini tak ada tanda-tanda Sofifi akan dimekarkan dari kota induk yakni Kota Tidore Kepulauan.

Kegusaran ini bahkan gubernur sampaikan saat menghadiri sekaligus menyaksikan pelantikan Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama Provinsi Maluku Utara, Masa khidmat 2022-2027 oleh ketua umum pengurus besar nahdatul ulama (PBNU) KH.Yahya Cholil Staquf, bertempa di Gamalama ballroom sahid, Minggu (25/6/23)

Di hadapan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama, Gubernur AGK dalam sambutanya menyampaikan soal Ibu Kota Sofifi di Hadapan Ketua Pengurus Besar Nahdatu Ulama, KH.Yahya Cholil.

AGK katakan, semenjak dimekarkan hingga saat ini provinsi Maluku Utara Ibu Kota Sofifi masih menumpang di wilayah Kota Tidore Kepulauan.

“Pak Kiai, ibu Kota Provinsi Sofifi itu kita masih numpang di Kota Tidore, tetapi muda-mudahan sebelum selesai akhir masa jabatan Sofifi sudah menjadi sebuah ibu kota defenitif,” ungkap Gubernur.

Baca Juga :  PKBM Khoffah Gelar Penutupan Ujian Akhir dan Buka Puasa Bersama

Selain itu, gubernur juga menyampaikan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan untuk membangun sumber daya manusia di tingkat perguruan tinggi, maka di tahun 2015 Pemerintah Provinsi Maluku Utara telah menganggarkan 100 Miliar setiap tahun kepada seluruh perguruan tinggi yang ada di Maluku Utara.

“Sebuh negeri dikatakan baik dan maju apa bila didukung dengan SDM yang berkulaitas,” ucap Gubernur dua periode ini.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU berharap kepada Ketua dan para pengurus Wilayah Nahadatu Ulama Maluku Utara yang telah dilantik untuk dapat mewujudkan suatu kinerja organisasi yang mampu menyumbangkan arah strategis kepada masyarakat menuju masa depan yang lebih baik.

“Para pengurus harus konsolidasikan sedemikian rupa agar mampu bekerja secara padu untuk menjalankan akidah strategis yang tertata dengan rapi,” harap KH. Yahya.

Dirinya menyampaikan, Nasionalis indonesia adalah rasa kebangsaan Indonesia ini berakar pada islam, warga NU menjadi nasionalis karena warga NU religius, menjadi nasionalis karena warga NU adalah Islam, sehingga jangan dipisah-pisahkan antara kebangsaan dan keimanan, sebab mencintai tanah air adalah sebahgian dari iman.

Baca Juga :  Forum Organisasi Kemahasiswaan Dorong Transformasi Layanan Kesehatan di Kepulauan Sula

“Apa bila engkau religius sudah pasti engkau nasionalis, dan sebaliknya engka mengakui religius tapi tidak mencintai tanah air berarti engkau salah dalam memahami agama,”jelas Yahaya Cholil Staquf.

Harus dipahami dengan sungguh-sungguh sampai dititik mana bangsa ini telah berjalan, dan apa tantangan-tantangan yang menjelang sehingga kita bisa mengatasi tantangan-tantangan itu, dalam perjuangan bangsa ini nahdatul ulama tidak akan tinggal diam, nahdatul ulama akan selalu siap mengarahkan semua kekuatan untuk menyumbangkan sesuatu yang berarti dan bermanfaat untuk membangun bangsa dan negara ini,”pungkasnya.

Dalam pelantikan tersebut dihadir, Sekertaris Jendral PBNU Saifullah Yusaf, Wakil Ketua Umum PBNU, Forkopimda Malut, Walikota Ternate, Sekda Malut, pengurus NU Maluku Utara, para pengurus NU Kabupaten/Kota, serta undangan lainnya.

Berita Terkait

Ahmad Laiman Nahkodai KONI Tidore 2026–2030, Siap Genjot Prestasi hingga Sport Tourism
Polri Konsolidasikan Ekosistem Jagung Nasional, Gandeng Kementan–Bulog–Himbara, Targetkan Petani Sejahtera Tanpa Tengkulak
21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis
Tidore Utara Disiapkan Jadi DTW Baru, Disbudpar Kembangkan Wisata Bahari–Sejarah Rum dan Rum Balibunga, Butuh Rp41 Miliar
Benahi Pelayanan dari Dalam, Direktur RSD Tidore Turun Langsung Inventarisasi Kebutuhan Tiap Unit
Kerja Sama Pendidikan–Budaya Mandek: Disbudpar Desak Kedubes Spanyol Tepati Komitmen
Hari Kedua Operasi Keselamatan Kieraha 2026, Polresta Tidore Gencar Edukasi Warga, 13 Pelanggar Masih Ditegur
GOT XXVIII Resmi Diluncurkan, Gurabati Open Tournament Kembali Satukan Pecinta Sepak Bola Maluku Utara
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 20:56 WIB

Ahmad Laiman Nahkodai KONI Tidore 2026–2030, Siap Genjot Prestasi hingga Sport Tourism

Sabtu, 7 Februari 2026 - 19:10 WIB

Polri Konsolidasikan Ekosistem Jagung Nasional, Gandeng Kementan–Bulog–Himbara, Targetkan Petani Sejahtera Tanpa Tengkulak

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:48 WIB

21 SMK di Malut Lakukan Program Ketahanan Pangan, Wagub Minta Hasil Panen Punya Pasar dan Bernilai Ekonomis

Jumat, 6 Februari 2026 - 01:49 WIB

Benahi Pelayanan dari Dalam, Direktur RSD Tidore Turun Langsung Inventarisasi Kebutuhan Tiap Unit

Kamis, 5 Februari 2026 - 18:45 WIB

Kerja Sama Pendidikan–Budaya Mandek: Disbudpar Desak Kedubes Spanyol Tepati Komitmen

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:03 WIB

Hari Kedua Operasi Keselamatan Kieraha 2026, Polresta Tidore Gencar Edukasi Warga, 13 Pelanggar Masih Ditegur

Senin, 2 Februari 2026 - 09:53 WIB

GOT XXVIII Resmi Diluncurkan, Gurabati Open Tournament Kembali Satukan Pecinta Sepak Bola Maluku Utara

Senin, 2 Februari 2026 - 09:48 WIB

Operasi Keselamatan Kie Raha 2026 Dimulai, Polresta Tidore Kedepankan Pendekatan Humanis

Berita Terbaru