JAKARTA — Tiga pemain sepak bola usia dini asal Maluku Utara mencuri perhatian di ajang Liga Anak Indonesia 2025 yang berlangsung di Jakarta.
Mereka bergabung bersama tim Haus Soccer Banjarmasin dan sukses mempersembahkan juara 3 nasional dalam ajang bergengsi tingkat anak tersebut.
Ketiga talenta muda itu adalah Qomeiny King Syahjati Turuy dari Sofifi, Hafidzan Ulil Ardi asal Halmahera Selatan, dan Raja Kheider Y. Mandag dari Sagea, Halmahera Tengah. Mereka dipilih memperkuat tim setelah menjalani seleksi dan latihan intensif selama satu bulan.
Pelatih Haus Soccer Banjarmasin, Coach Indra, memberikan apresiasi atas kontribusi tiga pemain asal Maluku Utara yang tampil baik dan konsisten selama turnamen.
“Mereka menunjukkan semangat, teknik, dan kerja sama tim yang luar biasa. Qomeiny sebagai kapten mampu memimpin tim dengan sangat baik, Hafidzan mencetak gol-gol penting hingga menjadi top skor, dan Raja tampil konsisten di lini depan,” ujar Coach Indra, Jumat (4/7/2025).
Selama jalannya pertandingan, Kapten Qoemeiny mampu memimpin timnya dengan baik, solid dalam bertahan maupun menyerang, sehingga sejumlah gol penentu dapat dilakukan.
“Dalam ajang ini kami berhasil menjadi top skor dengan pemain atas nama Abalon sebanyak 7 gol, King sabnyak 4 gol dan Raja 2 gol, ” jelas Indra.
Tiga talenta muda ini sebelumnya mempersembahkan sejumlah prestasi gemilang untuk tim yang mereka bela, seperti juara 1 pada liga anak di Palangkaraya.

Profil Tiga Pemain Usia Dini Maluku Utara:
Qomeiny King Syahjati Turuy, 10 tahun – Kapten tim, asal Sofifi.
Hafidzan Ulil Ardi, 10 tahun – Top skor tim, asal Halmahera Selatan.
Raja Kheider Y. Mandag, 10 tahun – Penyerang utama, asal Sagea, Halmahera Tengah.
Keikutsertaan mereka dalam Liga Anak Indonesia tak hanya menjadi kebanggaan bagi tim Haus Soccer, tetapi juga membawa harum nama Maluku Utara. Prestasi ini membuktikan bahwa anak-anak daerah memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah nasional bila diberi ruang dan pembinaan yang tepat.
Coach Indra menambahkan, Liga Anak Indonesia merupakan salah satu ajang pencarian bakat paling prestisius di Indonesia, yang diikuti oleh ratusan tim dari berbagai provinsi.
Dengan pencapaian ini, diharapkan pembinaan sepak bola usia dini di Maluku Utara terus berkembang, dan semakin banyak talenta muda daerah yang mampu tampil di tingkat nasional, bahkan internasional.








