Panen Perdana 1,5 Ton Udang Vaname, Pemprov Malut Genjot Ekonomi Biru dan Kesejahteraan Nelayan

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 06:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wagub Malut, Sarbin Sehe saat panen udang vaname di Halmahera Barat

Wagub Malut, Sarbin Sehe saat panen udang vaname di Halmahera Barat

HALBAR – Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai mengembangkan budidaya udang vaname sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir. Program tersebut ditandai dengan panen perdana udang vaname yang menghasilkan sekitar 1,5 ton udang berkualitas di Desa Tuada, Kabupaten Halmahera Barat, Jumat (15/5).

Panen perdana yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan BUMDes Jiko Banau itu menerapkan sistem budidaya semi intensif. Hasil panen dipasarkan dengan harga sekitar Rp100 ribu per kilogram.

Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, mengatakan pengembangan budidaya udang vaname tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar mampu membangun usaha perikanan yang berkelanjutan.

“Sektor budidaya perikanan, khususnya udang vaname, memiliki peluang ekonomi yang sangat besar apabila dikelola secara konsisten dan berkesinambungan,” ujar Sarbin.

Menurutnya, potensi sumber daya kelautan Maluku Utara yang melimpah harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik, mulai dari sistem produksi hingga perluasan akses pasar. Dengan demikian, hasil perikanan daerah memiliki daya saing dan nilai jual yang lebih tinggi.

Baca Juga :  BPBD Sula Bangun Tanggul Penahan Air di Desa Bega, Warga Turut Gotong Royong

Senada dengan itu, Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhammad, menilai budidaya udang vaname menjadi peluang besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga Desa Tuada yang sejak lama dikenal sebagai desa nelayan.

“Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui program Desa Nelayan Merah Putih,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara, Fauzi Momole, menjelaskan bahwa sistem budidaya semi intensif merupakan metode pembesaran udang yang memadukan penggunaan pakan buatan dengan produktivitas alami, seperti fitoplankton, serta didukung aerasi mekanik menggunakan kincir atau sirkulator.

Menurut Fauzi, sistem tersebut menggunakan padat tebar sedang dengan kedalaman tambak sekitar 80–100 sentimeter sehingga mampu meningkatkan produktivitas dibanding sistem ekstensif, namun tidak serumit budidaya intensif.

“Metode ini sangat cocok bagi petambak yang ingin meningkatkan hasil produksi tanpa harus menghadapi kompleksitas sistem intensif,” jelasnya.

Menutup kegiatan tersebut, Sarbin Sehe menegaskan bahwa penguatan ekonomi nelayan harus dilakukan secara terintegrasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Kampung Nelayan sebagai pusat produksi, pengolahan, dan pemasaran hasil perikanan rakyat.

Baca Juga :  Logo HUT ke-22 Kepulauan Sula Resmi Diluncurkan, Sarat Makna Filosofis

Melalui panen perdana ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya membangun ekonomi berbasis kelautan melalui konsep ekonomi biru yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.

Keberhasilan panen perdana tersebut diharapkan menjadi model bagi desa-desa lain di Maluku Utara dalam mengembangkan budidaya udang vaname sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan mendongkrak pendapatan daerah.

Berita Terkait

Wagub Sarbin Buka North Moluccas Taekwondo Championship 2026, Targetkan Atlet Malut Berprestasi di PON XXII
Buka LCC 4 Pilar MPR RI Malut, Wagub: Pancasila Harus Diamalkan, Bukan Sekadar Dihafal
KADIN Malut Resmi Dipimpin Muksin Thalib, Gubernur Tekankan Ekonomi Harus Berdampak bagi Rakyat
Sekprov Malut: Literasi Jadi Benteng Anak Hadapi Ancaman Dunia Digital
Maluku Utara Jadi Lokasi Strategis Konservasi Rempah Dunia, Pemprov Dukung Program CDCSUI
Pemprov Malut Dukung Pembangunan Kanwil Imigrasi di Sofifi dan Pembentukan Kanim Halsel
Buka FGD Panas Bumi Telaga Rano, Wagub Malut Minta Investor Libatkan Masyarakat Lokal
Buka Pelatihan Keselamatan Wisata, Sri Haryati Hatari Dorong Pariwisata Malut Tumbuh Berkelanjutan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:35 WIB

Wagub Sarbin Buka North Moluccas Taekwondo Championship 2026, Targetkan Atlet Malut Berprestasi di PON XXII

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:28 WIB

Buka LCC 4 Pilar MPR RI Malut, Wagub: Pancasila Harus Diamalkan, Bukan Sekadar Dihafal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:04 WIB

KADIN Malut Resmi Dipimpin Muksin Thalib, Gubernur Tekankan Ekonomi Harus Berdampak bagi Rakyat

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:23 WIB

Sekprov Malut: Literasi Jadi Benteng Anak Hadapi Ancaman Dunia Digital

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:18 WIB

Maluku Utara Jadi Lokasi Strategis Konservasi Rempah Dunia, Pemprov Dukung Program CDCSUI

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41 WIB

Pemprov Malut Dukung Pembangunan Kanwil Imigrasi di Sofifi dan Pembentukan Kanim Halsel

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:38 WIB

Buka FGD Panas Bumi Telaga Rano, Wagub Malut Minta Investor Libatkan Masyarakat Lokal

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:32 WIB

Buka Pelatihan Keselamatan Wisata, Sri Haryati Hatari Dorong Pariwisata Malut Tumbuh Berkelanjutan

Berita Terbaru