TERNATE — Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Hidayat Widiyanto, S.S., M.Pd., menyapa komunitas literasi dan Ikatan Duta Bahasa Provinsi Maluku Utara (Ikadubas Malut) dalam sebuah pertemuan di Pendopo Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Selasa (29/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dengan para pegiat literasi dan generasi muda yang selama ini terlibat dalam pengembangan bahasa, sastra, dan budaya di Maluku Utara.
Dalam forum itu, pengalaman, gagasan, hingga berbagai tantangan yang dihadapi komunitas literasi dan Duta Bahasa menjadi bagian dari pembahasan. Pertemuan juga membuka ruang bagi para pegiat untuk menyampaikan pandangan terkait penguatan budaya baca, kreativitas generasi muda, pemasyarakatan Bahasa Indonesia, serta pemanfaatan potensi kebahasaan dan kesastraan daerah.
Hidayat menempatkan komunitas literasi sebagai salah satu unsur penting dalam membangun ekosistem literasi yang tumbuh dari masyarakat.
Berbagai aktivitas yang selama ini dilakukan komunitas, mulai dari kelas literasi, kegiatan mendongeng, penulisan, pengembangan sastra dan budaya, hingga kegiatan yang mengangkat isu lingkungan global, dinilai memiliki kontribusi dalam memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan.
Karena itu, sinergi antara pemerintah dan komunitas dinilai penting agar berbagai gerakan literasi tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Kolaborasi juga dapat membuka ruang bagi komunitas untuk menghadirkan program yang lebih sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan masyarakat Maluku Utara.
Pertemuan di Pendopo Dinas Kebudayaan Kota Ternate tersebut sekaligus memperkuat komunikasi antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dengan komunitas literasi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem literasi yang inklusif dan partisipatif.
Selain komunitas literasi, Hidayat juga berdialog dengan Ikadubas Malut. Duta Bahasa dinilai memiliki posisi strategis dalam melibatkan generasi muda pada gerakan pemasyarakatan Bahasa Indonesia sekaligus pengenalan dan pelestarian bahasa serta sastra daerah.
Peran tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan komunikasi digital. Generasi muda tidak hanya berperan sebagai pengguna bahasa, tetapi juga memiliki peluang besar untuk memproduksi konten edukatif dan kreatif yang dapat memperluas jangkauan pesan-pesan kebahasaan.
Ikadubas Malut diharapkan dapat terus mengembangkan kreativitas dan memperkuat kontribusinya melalui kampanye kebahasaan, kegiatan literasi, serta pengenalan kekayaan bahasa dan budaya Maluku Utara kepada masyarakat luas.
Pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi. Lebih jauh, forum itu menjadi pintu masuk untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret antara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, komunitas literasi, dan Duta Bahasa di Maluku Utara.
Kolaborasi dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan, mulai dari penguatan literasi dan pengembangan bahan bacaan, kegiatan kebahasaan dan kesastraan, pelindungan bahasa daerah, kampanye penggunaan Bahasa Indonesia, hingga kegiatan kreatif yang melibatkan generasi muda.
Dengan mempertemukan unsur pemerintah, komunitas literasi, dan generasi muda dalam satu ruang dialog, berbagai gagasan diharapkan dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata dalam memperkuat budaya literasi sekaligus ekosistem kebahasaan dan kesastraan di Maluku Utara.






