Internet Starlink dan Disrupsi Era Digital: Membaca Masa Depan Pendidikan Maluku Utara

- Jurnalis

Sabtu, 25 Mei 2024 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rafsanjani Hi. Laha:

(Guru dan Mahasiswa Pascasarjana PBI Universitas Negeri Jakarta)

 

Tidak ada anak yang bodoh, yang ada adalah anak-anak yang belum mendapat kesempatan yang baik dari metode-metode guru yang benar (Profesor Yohanes Surya).

Inovasi teknologi era ini sudah sangat masif dan terintegrasi dalam semua bidang, termasuk pendidikan. Dalam perkembangan tersebut harusnya ada peningkatan yang signifikan untuk menutup gap yang selama ini terjadi, menurut Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022, menempatkan Indonesia di peringkat ke-72 dari 77 negara.

Menjadikan Indonesia berada di daftar enam terbawah, alias masuk dalam kategori bodoh. Memang sungguh miris dan ngeri-ngeri sedap tapi begitulah keadaanya. Belum lagi kalau kita bandingkan dengan kualitas pendidikan dari SD sampai SMA baik dari siswa dan guru di Provinsi Maluku Utara.

Sebagai leading sector kemajuan negara, pendidikan mestinya dapat di jangkau dan diakses secara langsung oleh warga negara secara utuh dan tuntas bukan secukupnyaya. Pertanyaannya apa yang perlu kita siapkan untuk menghadapinya?

Selain itu juga secara langsung siswa dan guru dapat mengakses internet secara unlimited sehingga muncul dugaan apakah kecerdasan siswa baik intelektual, sosial dan spiritualitas dipengaruhi oleh style mengajar guru? Untuk menjawab semuanya itu perlu dibahas secara parsial diantaranya:

Internet Starlink

Starlink adalah perusahan teknologi informasi yang berada di Amerika Serikat dengan tujuan menyediakan internet yang bisa diakses oleh siapapun. Dalam Databoks (2024) keunggulan Starling antara lain (1) Fleksibilitas tinggi dan bisa dibawah ke mana saja, (2) Dapat diakses lebih cepat, (3) Jangkauan sangat luas, (4) Mudah diinstalasi dan (5) Tahan banting dan stabil.

Selain keunggulan tersebut juga menghadirkan daya pukul yang luar biasa kepada perusahan-perusahan domestik, menurut pakar komunikasi Henri Subiakto dalam Tweetnya di X menyebutkan

“Starlink berpotensi membuat bangkrut Telkom Group, Indosat dll serta dapat memecah belah NKRI.” Dalam menakar potensi dan tantangan tersebut maka kita harus menciptakannya peluang yang menguntungkan.

Dalam tradisi inovasi disrupsi teknologi pada mulanya ditantang, kemudian dimodifikasi lalu diadopsi. Menurut saya hadirnya Starlink sebagai jalan membuka mata dunia pendidikan agar lebih jauh melihat perubahan dan menempatkan posisi kita berada selangkah lebih maju, jika tidak bisa berkompetisi solusinya berkongsi sebagai mitra kolaborasi. Lalu apa dampaknya bagi Maluku Utara?

Cepat atau lambat teknologi tersebut akan sampai di Malut dan mau atau tidak mau. Kaitannya dengan internet Starlink besar harapan dapat digunakan oleh semua kaum pendidik terutama akses terhadap OpenAI (Artificial Inteligencia) sehingga kita dapat bersaing dengan daerah lainnya di Indonesia.

Baca Juga :  Pilkada 2024: Momentum Pertumbuhan Ekonomi dan Konsumsi Rumah Tangga di Maluku Utara

Guru Berkualitas

Secara etimologis guru berarti cahaya dalam kegelapan dan dalam UU No. 14 Tahun 2005 guru adalah tenaga pendidik profesional yang memiliki tugas utama untuk mendidik, mengajar, membimbing dst. Saat orang tua mempercayakan anaknya masuk di lembaga pendidikan dengan segala pertimbangan baik Swasta maupun negeri dengan tujuan agar anak mereka bisa cerdas dan akan melalui proses yang sesuai dengan kurikulum merdeka. Namun menjadi guru yang berkualitas tentunya tidak mudah karena selain tuntutan mengajar guru harus juga menyiapkan segala kelengkapan administrasi yang membuatnya semakin pusing.

Bila ditelaah lebih dekat, nasib guru memang parah sekali, apalagi guru honorer. Beruntungnya ada seleksi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) sehingga dapat membantu secara ekonomis tapi cilakanya pencairan gaji sering terlambat.

Dari semua kendala yang dihadapi oleh guru, kita memiliki tugas mulia yaitu mencerdaskan generasi, keterbatasan selalu akan ada namun dengan memperbaiki niat dan kemauan untuk mengabdi, perlahan akan juga terlewati.

Soal kualitas guru, kita perlu melihat juga hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2019 Maluku Utara hadir sebagai penutup di skor (44,79) dari standar kompetensi minimum (75), rasanya mau tertawa tapi takut dosa dan entah apa yang salah?

Nilai itu merupakan cerminan kita semua sebagai bentuk koreksi terhadap diri maupun sistem yang ada di sekolah.

Demokrasi Sekolah

Sekolah pada awalnya bermakna taman, dimana ajaran kebijaksanaan disampaikan oleh para guru seperti Socrates, Plato dan Aristoteles di alun-alun kota Athena.

Di Indonesia sekolah adalah lembaga pendidikan berjenjang dan merupakan program pemerintah untuk menuntaskan 12 tahun wajib pendidikan. Sebagai negara demokrasi maka semua operasionalnya harus menjunjung nilai demokratis.

Demokrasi sekolah artinya kebebasan yang dimiliki siswa dan guru untuk mengakses sistem kerja dan fungsi organisatoris untuk mengembangkan kemampuan leadership dan followership.

Dalam internal sekolah itu sendiri kita sering jumpai baik milik yayasan maupun pemerintah tampaknya kepala sekolah itu-itu saja, bahkan ada yang menjabat lebih dari masa periode presiden, sering diplesetkan Kepsek abadi.

Persoalan seperti ini juga harus dievaluasi oleh Dinas Pendidikan setempat, saya pikir kalau sudah begitu sekolah hanya menjadi ATM Kepsek untuk mendulang rupiah lewat cara manipulasi laporan keuangan. Apalagi jumlah siswa ratusan, bisa hitung dana BOSnya berapa?

Baca Juga :  Daerah yang Mandiri dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Tinjauan Al Quran)

Jika indikasi semacam itu ada, maka jangan berharap ada terobosan yang jitu dari sekolah untuk berprestasi. Padahal dukungan yang penuh dari lingkungan sekolah sangat penting untuk menaikkan kinerja dari guru itu sendiri sebagaimana hasil riset dari Afit dan hakim (2024:122) menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik (Prestasi kerja, pengakuan dan pekerjaan) yang positif dan lingkungan kerja yang baik berkorelasi terhadap peningkatan kinerja guru.

Guru juga perlu dipromosi sebagai reward agar lebih giat lagi menjalankan tugasnya, jangan nanti pasca Pilkada baru tiba-tiba mendapat punishment lewat proses mutasi sewenang-wenang dengan bahasa penyegaran karena yang bersangkutan tidak mendukung calon tertentu.

Padahal urusan birokrasi tidak boleh di intervensi oleh pejabat tertentu melalui proses politik. Maka kita perlu sekolah yang demokratis agar guru memiliki kesempatan yang setara, dengan begitu maka tidak ada monopoli tugas tertentu sehingga guru mendapat pengalaman yang tepat dan berguna untuk menunjang kapasitas dan kapabilitasnya.

Mapping Potensi Siswa

Pada setiap kesempatan kita sering mendengar suara sumbang “Jika siswa berprestasi maka ditanya siapa nama orang tuanya dan bila ia bermasalah di cari tahu siapa gurunya?” Seyogyanya proses pendidikan tidaklah demikian karena semua pihak pasti terlibat. Tidak seharusnya salah satu yang salah atau keliru sebab hasil kolaborasi dari lingkungan sekolah dan keluargalah yang bisa membuat siswa mendapat prestasi yang unggul.

Mengutip Kompas (13/05/2011) fisikawan yang punya metode unik dalam pembelajaran (Baca Gasing) Profesor Yohanes Surya “Bahwa tidak ada anak yang bodoh. Yang ada adalah anak-anak yang belum mendapat kesempatan yang baik dari metode-metode guru yang benar.”

Dalam proses pendidikan siswa menjadi centrum of gravitates sebagai objek sekaligus subjek yang harus dididik untuk menguasai ilmu, pengetahuan, sains dan teknologi terkini.

Yang terpenting juga fokus dari guru untuk membaca kemampuan siswa dan memetakannya sehingga dapat menggunakan metode yang tepat agar pendidikan kita bisa berkembang maju setara dengan daerah-daerah lainnya.

Singkatnya fasilitas teknologi yang murah dan mudah diakses, memiliki guru yang berkualitas dan berkemampuan tinggi serta aplikatif, budaya demokrasi sekolah yang menjunjung sistem meritokrasi tanpa intimidasi dan sentimen dan guru dapat menjadi katalisator maka akan ada lompatan-lompatan cepat membuat peserta didik semakin bertenaga untuk mengeksplorasi potensinya maka pendidikan di Malut akan tambah menyala di masa depan.

Berita Terkait

Refleksi Akhir Tahun ASN di Maluku Utara: Menjaga Integritas dan Profesionalisme Pelayanan Publik
Menata Ulang Tata Kelola Proyek Publik: Tantangan dan Solusi Manajemen Konstruksi serta Peran Asosiasi Konstruksi di Era Gubernur Sherly Tjoanda
SAMPAH DAN DAMPAK KERUSAKAN LINGKUNGAN (TINJAUAN AL QURAN)
KESEHATAN MENTAL DAN JIWA DALAM PERSPEKTIF QS AL KAUTSAR AYAT 1-3
WAKIL RAKYAT YANG DIDAMBAKAN
PEMUDA PEMBERANI PERSPEKTIF AL QURAN
TIRANI ABRAHA MENURUT Q.S AL-FIL
Daerah yang Mandiri dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Tinjauan Al Quran)
Berita ini 3,397 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Desember 2025 - 06:29 WIB

Refleksi Akhir Tahun ASN di Maluku Utara: Menjaga Integritas dan Profesionalisme Pelayanan Publik

Kamis, 9 Oktober 2025 - 11:40 WIB

Menata Ulang Tata Kelola Proyek Publik: Tantangan dan Solusi Manajemen Konstruksi serta Peran Asosiasi Konstruksi di Era Gubernur Sherly Tjoanda

Selasa, 15 Juli 2025 - 15:46 WIB

SAMPAH DAN DAMPAK KERUSAKAN LINGKUNGAN (TINJAUAN AL QURAN)

Selasa, 15 Juli 2025 - 06:48 WIB

KESEHATAN MENTAL DAN JIWA DALAM PERSPEKTIF QS AL KAUTSAR AYAT 1-3

Senin, 14 Juli 2025 - 18:19 WIB

WAKIL RAKYAT YANG DIDAMBAKAN

Senin, 14 Juli 2025 - 13:45 WIB

PEMUDA PEMBERANI PERSPEKTIF AL QURAN

Minggu, 13 Juli 2025 - 18:44 WIB

TIRANI ABRAHA MENURUT Q.S AL-FIL

Minggu, 13 Juli 2025 - 06:54 WIB

Daerah yang Mandiri dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi (Tinjauan Al Quran)

Berita Terbaru