TIDORE – Sekolah Sepak Bola (SSB) Garuda Tomagoba menorehkan prestasi di ajang Timore Soccer School Festival 2026. Tim U-8 Garuda Tomagoba berhasil meraih juara III, meski mayoritas pemainnya masih berusia enam tahun dengan rata-rata usia tim hanya 6,8 tahun.
Capaian tersebut menjadi hasil positif bagi proses pembinaan sepak bola usia dini di Kota Tidore Kepulauan. Di bawah asuhan Coach Adam Miraj, Garuda Tomagoba U-8 mampu bersaing dengan tim-tim peserta lainnya hingga menembus babak semifinal.
Perjalanan Garuda Tomagoba di turnamen tersebut terbilang cukup impresif. Pada fase grup, mereka berhasil mengalahkan Timore Soccer School dan Marijang. Langkah tim kemudian berlanjut setelah menaklukkan Tugu Muda pada babak perempat final.
Namun, perjuangan mereka harus terhenti di semifinal setelah kalah tipis 0-1 dari SSB Nuku Junior. Hasil itu memastikan Garuda Tomagoba menempati posisi juara III.
Coach Adam Miraj mengatakan, pencapaian tersebut patut disyukuri, terutama karena timnya dihuni pemain-pemain yang masih sangat muda. Dari total 12 pemain yang dibawa ke festival, lima di antaranya berusia enam tahun, empat pemain berusia tujuh tahun, dan hanya tiga pemain yang berusia delapan tahun.
“Alhamdulillah, di kategori U-8 kami bisa meraih juara III dengan rata-rata usia pemain 6,8 tahun. Bagi kami, festival ini bukan semata-mata tentang mengejar juara, tetapi memberikan kesempatan dan menit bermain kepada anak-anak. Karena itu, setiap siswa kami upayakan mendapatkan kesempatan bermain sekitar 5–6 menit di setiap pertandingan,” ungkap Adam.
Menurutnya, hasil pertandingan tersebut juga menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk menyempurnakan program pengembangan pemain dan metode latihan. Penyesuaian diperlukan agar proses pembinaan berjalan sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan anak.
Kirim Delapan Tim, Garuda Tomagoba Perkuat Fondasi Pembinaan
Sementara itu, Pelatih Kepala SSB Garuda Tomagoba, Coach Al Toduho, menjelaskan bahwa pihaknya mengirimkan delapan tim dalam berbagai kategori usia pada Timore Soccer School Festival 2026.
Delapan tim tersebut terdiri atas tiga tim U-12, dua tim U-11, masing-masing satu tim U-10 dan U-9, serta satu tim U-8.
Keikutsertaan dalam festival ini menjadi bagian dari upaya membangun kembali fondasi pembinaan SSB Garuda Tomagoba. Pasalnya, sekolah sepak bola tersebut baru kembali aktif dalam tiga bulan terakhir setelah sempat vakum selama kurang lebih lima tahun.
Al Toduho menyebutkan, seluruh kategori yang diikuti berhasil melaju setidaknya hingga putaran kedua. Salah satu tim U-12 bahkan mencapai babak perempat final, sedangkan tim U-8 sukses menembus semifinal dan membawa pulang gelar juara III.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil pertandingan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan pembinaan. Evaluasi akan dilakukan secara terarah dengan menggunakan Key Performance Indicator (KPI) yang lebih terukur.
“Ke depan, kami akan melakukan banyak perbaikan berdasarkan hasil evaluasi dengan menggunakan Key Performance Indicator (KPI) yang lebih terukur dan terarah. Kami ingin memastikan bahwa perkembangan pemain tidak hanya dinilai dari hasil pertandingan, tetapi juga dari proses latihan, kemampuan individu, pemahaman bermain, mentalitas, dan karakter,” jelas Al Toduho.
Ia menambahkan, SSB Garuda Tomagoba memiliki target jangka panjang untuk berpartisipasi dalam kompetisi resmi PSSI, termasuk Piala Soeratin dan Piala Presiden sesuai kategori, persyaratan, serta jalur kompetisi yang berlaku.
Untuk mencapai target tersebut, keikutsertaan dalam festival sepak bola usia dini akan terus menjadi bagian dari program uji coba, pengukuran perkembangan pemain, sekaligus persiapan menuju kompetisi yang lebih terstruktur.
Utamakan Proses, Bukan Sekadar Gelar
Bagi SSB Garuda Tomagoba, keberhasilan meraih juara III di Timore Soccer School Festival 2026 bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan salah satu tolok ukur untuk meningkatkan kualitas pembinaan.
Evaluasi akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan program latihan, metode kepelatihan, kesempatan bermain bagi setiap siswa, hingga pengukuran perkembangan individu dan tim.
Pihak SSB juga menilai dukungan orang tua dan berbagai pihak yang peduli terhadap sepak bola usia dini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan proses pembinaan di Kota Tidore Kepulauan.
Dengan capaian di kategori U-8 serta pengalaman bertanding di berbagai kelompok usia, Garuda Tomagoba berharap dapat membangun sistem pembinaan yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Bagi klub tersebut, gelar juara memang menjadi kebanggaan. Namun, yang lebih penting adalah memastikan anak-anak terus berkembang, memperoleh pengalaman bertanding, serta memiliki kemampuan, mentalitas, dan karakter yang menjadi bekal mereka untuk masa depan sepak bola Tidore Kepulauan.






