Pemprov Malut Perkuat Penegakan Hukum Laut, Gubernur Dorong Forum Koordinasi Berbasis Kearifan Lokal

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Forum koordinasi kelautan dihadiri staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Fachrudin Tukuboya, Dirpolairud Polda Malut Kombes Pol Azhari Juanda, Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Malut, Kadri La Etje unsur TNI AL, serta para stakeholders sektor kelautan dan perikanan se-Maluku Utara.

Forum koordinasi kelautan dihadiri staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Fachrudin Tukuboya, Dirpolairud Polda Malut Kombes Pol Azhari Juanda, Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Malut, Kadri La Etje unsur TNI AL, serta para stakeholders sektor kelautan dan perikanan se-Maluku Utara.

TERNATE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) resmi membuka Forum Koordinasi Penanganan Pelanggaran Sektor Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 di Gwen Hotel, Ternate, Kamis (30/7/2026). Forum ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas lembaga dalam menjaga sumber daya kelautan dan perikanan di wilayah Maluku Utara.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang diwakili Staf Ahli Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Fachrudin Tukuboya, menegaskan bahwa filosofi kearifan lokal sasi laut harus menjadi landasan moral dalam penegakan hukum di sektor kelautan dan perikanan.

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakannya, Fachrudin menyampaikan bahwa penegakan hukum bukanlah upaya membatasi aktivitas masyarakat pesisir, melainkan instrumen untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut sekaligus menjamin kesejahteraan nelayan.

“Dari tradisi sasi laut, kita belajar bahwa disiplin dan penegakan aturan bukanlah penghalang kesejahteraan, melainkan jalan menuju kesejahteraan itu sendiri. Aturan ditegakkan bukan untuk membatasi atau mempersulit nelayan, melainkan untuk memastikan laut kita tetap memberi kehidupan hari ini, esok, dan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Baca Juga :  Sambut Hardiknas 2025, Sekda Sula Ikut Jalan Sehat Bersama Guru dan OPD

Sebagai provinsi kepulauan dengan wilayah perairan mencapai sekitar 113.796 kilometer persegi atau hampir 70 persen dari total luas wilayah, Maluku Utara memiliki potensi perikanan yang sangat besar dan menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat pesisir. Namun, luasnya wilayah laut yang membentang dari Pulau Morotai hingga Pulau Taliabu juga menghadirkan tantangan serius dalam pengawasan dan penegakan hukum.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara mencatat masih maraknya berbagai pelanggaran di sektor kelautan, mulai dari praktik illegal fishing, pencurian ikan oleh kapal asing, penggunaan bahan peledak dan zat kimia berbahaya, hingga kerusakan ekosistem terumbu karang serta padang lamun.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti keresahan nelayan di kawasan pulau-pulau terluar, khususnya Morotai, yang kerap berhadapan dengan kapal nelayan asing, seperti dari Taiwan dan Filipina. Meski tampak sederhana dari luar, kapal-kapal tersebut memiliki teknologi penangkapan ikan modern dengan kapasitas yang jauh lebih besar dibandingkan armada nelayan lokal.

“Kita perlu memikirkan formulasi deteksi dini dan tindakan yang memberi efek jera bagi kapal-kapal asing ini agar sumber daya dan nelayan lokal kita benar-benar terlindungi,” kata Fachrudin.

Baca Juga :  Pemkab Sula Gelar Pendampingan Pengelolaan BOP PAUD dan Pendidikan Kesetaraan

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Malut menegaskan bahwa penanganan pelanggaran di laut harus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Sinergi diperlukan antara pemerintah daerah, TNI Angkatan Laut, Direktorat Polairud Polda Maluku Utara, Kejaksaan, lembaga peradilan, hingga Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sebagai bentuk komitmen memperkuat koordinasi, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berencana menerbitkan Surat Keputusan (SK) Gubernur sebagai dasar hukum pembentukan forum koordinasi tersebut. Dengan adanya payung hukum yang jelas, forum diharapkan dapat bekerja secara berkelanjutan, efektif, dan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial.

Forum Koordinasi Penanganan Pelanggaran Sektor Kelautan dan Perikanan Tahun 2026 turut dihadiri Direktur Polairud Polda Maluku Utara Azhari Juanda, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara, unsur TNI Angkatan Laut, serta para pemangku kepentingan sektor kelautan dan perikanan dari seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara.

Berita Terkait

Polda Malut Panen Perdana Melon Hidroponik, Dorong Lahan Terbatas Jadi Sumber Pangan
Pendapatan APBD-P Maluku Utara 2026 Naik 18,66 Persen, Belanja Capai Rp3,659 Triliun
Lisa Istifadha Ishak Borong Dua Prestasi di Kejurda Pencak Silat, Harumkan Nama Ternate
Solar Power Cold Storage Diharapkan Tingkatkan Nilai Jual Ikan Nelayan Rua
Polda Malut Mutasi 502 Personel, Sejumlah Pejabat Strategis Berganti
Investasi Malut Tembus Rp40,2 Triliun, Wagub Soroti Kemiskinan dan Nasib Masyarakat Lokal
Polda Malut Perkuat Patroli dan Pencegahan Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan
Peduli Lingkungan, IKA FATEK UNIBRAH Ubah Sampah Plastik Jadi Papan Himbauan di Sofifi
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:09 WIB

Polda Malut Panen Perdana Melon Hidroponik, Dorong Lahan Terbatas Jadi Sumber Pangan

Rabu, 16 September 2026 - 11:53 WIB

Pendapatan APBD-P Maluku Utara 2026 Naik 18,66 Persen, Belanja Capai Rp3,659 Triliun

Senin, 7 September 2026 - 10:36 WIB

Lisa Istifadha Ishak Borong Dua Prestasi di Kejurda Pencak Silat, Harumkan Nama Ternate

Sabtu, 5 September 2026 - 13:42 WIB

Solar Power Cold Storage Diharapkan Tingkatkan Nilai Jual Ikan Nelayan Rua

Kamis, 3 September 2026 - 11:44 WIB

Polda Malut Mutasi 502 Personel, Sejumlah Pejabat Strategis Berganti

Selasa, 1 September 2026 - 21:21 WIB

Investasi Malut Tembus Rp40,2 Triliun, Wagub Soroti Kemiskinan dan Nasib Masyarakat Lokal

Selasa, 1 September 2026 - 20:29 WIB

Polda Malut Perkuat Patroli dan Pencegahan Karhutla, Warga Diimbau Tak Bakar Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 19:29 WIB

Peduli Lingkungan, IKA FATEK UNIBRAH Ubah Sampah Plastik Jadi Papan Himbauan di Sofifi

Berita Terbaru