TIDORE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan selama musim kemarau. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat mengancam keselamatan masyarakat serta merusak lingkungan.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar pada , Rabu 29 Juli 2026.
Muhammad Abubakar mengatakan, BPBD terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang muncul selama musim kemarau. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengingatkan masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di kebun, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami tidak melarang masyarakat berkebun, tetapi mengajak semua pihak untuk berikhtiar mencegah terjadinya kebakaran hutan, terutama pada musim kemarau seperti saat ini,” katanya.
Selain mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan, BPBD juga telah menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah kelurahan di wilayah pegunungan yang mengalami kekurangan air akibat musim kemarau.
Menurutnya, distribusi air bersih tersebut tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat, tetapi juga dimanfaatkan petani untuk menyiram tanaman yang terdampak kekeringan.
“Ancaman bencana saat musim kemarau bukan hanya berkurangnya ketersediaan air bersih, tetapi juga meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan. Hal ini menjadi perhatian serius BPBD Kota Tidore Kepulauan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada BPBD atau instansi terkait apabila menemukan titik kebakaran hutan maupun lahan, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat sebelum api meluas.
Muhammad Abubakar, yang akrab disapa Memet, menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam meminimalkan risiko bencana.
“Dengan kepedulian dan kerja sama yang baik, kita dapat mengurangi risiko bencana sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kota Tidore Kepulauan,” katanya.(*)






