TIDORE – Usai melantik pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen memastikan akan segera melakukan evaluasi terhadap seluruh lurah yang ada di wilayah tersebut.
Evaluasi ini dilakukan seiring rencana perombakan kabinet gelombang kedua yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Januari 2026.
“Ada 40 kelurahan di Kota Tidore Kepulauan. Hari ini baru empat lurah yang dilantik karena mengisi kekosongan jabatan,” ungkap Muhammad Sinen saat dikonfirmasi usai pelantikan di Aula Kantor Wali Kota Tidore, Rabu (7/1/2026).
Wali Kota menjelaskan, pada 9 Januari 2026 dirinya bersama Wakil Wali Kota Ahmad Laiman akan menghadiri agenda Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan di Jakarta. Setelah kembali, fokus pemerintah daerah akan diarahkan pada pengisian jabatan kepala kelurahan.
“Lurah adalah ujung tombak pemerintahan di tingkat paling bawah. Karena itu perlu penyegaran agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal,” tegasnya.
Menurut Muhammad Sinen, penilaian terhadap lurah akan didasarkan pada kinerja, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, lurah juga diharapkan memiliki kepekaan sosial serta mampu menciptakan rasa nyaman bagi warganya.
“Saya sudah mengarahkan BKPSDM untuk menyiapkan seluruh administrasi. Setelah kembali dari Jakarta, kita akan segera melakukan pelantikan lurah,” tandasnya.
Diketahui, empat pimpinan kelurahan yang telah dilantik yakni Lurah Topo M. Ade Bahtiar, Lurah Indonesiana Rosa Abd. Rahman, dan Lurah Goto Taib A. Karim di Kecamatan Tidore, serta Lurah Mafututu Muhdar Talib di Kecamatan Tidore Timur.
Selain itu, Wali Kota Tidore Kepulauan juga melantik dua pimpinan kecamatan, yakni Irvan Togubu sebagai Camat Oba Tengah dan Sahril Toduho sebagai Camat Tidore. (*)






