Kejati Maluku Utara Sosialisasikan Pencegahan Korupsi di Tidore, Pemda Diminta Perkuat Komitmen

- Jurnalis

Rabu, 15 April 2026 - 20:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIDORE — Kejaksaan Tinggi Maluku Utara untuk pertama kalinya menggelar sosialisasi penerangan hukum bersama Pemerintah Kota Tidore Kepulauan sebagai upaya pencegahan tindak pidana korupsi sejak dini. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sultan Nuku, Rabu (15/4/2026).

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta komitmen aparatur pemerintah dalam mencegah praktik korupsi di lingkungan pemerintahan daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen, Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, hingga kepala desa se-Kota Tidore Kepulauan. Sementara dari Kejati Maluku Utara, kegiatan dipimpin Asisten Intelijen Dr. Porman Patuan Radot dengan pemateri Kepala Seksi Penerangan Hukum Matheos Matulessy.

Asisten Intelijen Kejati Maluku Utara, Porman Patuan Radot, mengatakan sosialisasi ini merupakan bagian dari program edukasi hukum yang aktif antara kejaksaan dan pemerintah daerah, sekaligus menjadi langkah awal yang dilaksanakan di Tidore Kepulauan.

Baca Juga :  Tidore Masuk Nominasi 11 Besar Nasional, Jadi Kota Terinovatif di Maluku Utara

“Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta pencegahan dini terhadap tanggung jawab yang diemban aparatur negara. Dalam pemerintahan terdapat aturan dan prosedur yang harus dipatuhi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan humanis melalui penerangan dan penyuluhan hukum dilakukan untuk membangun kedekatan antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah, sehingga berbagai persoalan dan kendala dapat diidentifikasi serta diselesaikan sesuai ketentuan hukum.

Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi sekaligus pedoman bagi seluruh aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Menurut dia, materi terkait gratifikasi dan potensi penyimpangan jabatan yang disampaikan dalam sosialisasi menjadi pengingat penting bagi pejabat publik.

“Kota Tidore Kepulauan saat ini masih berada pada zona hijau Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat kita lengah,” kata Muhammad Sinen.

Baca Juga :  Pemkot Tidore Matangkan Persiapan Penjemputan Gelar Pahlawan Nasional Sultan Zainal Abidin Syah

Ia juga menegaskan bahwa capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih setiap tahun tidak menjamin terbebas dari persoalan hukum.

“WTP bukan jaminan tidak ada masalah hukum. Dengan sosialisasi ini, kami berharap dapat memperkuat komitmen untuk mempertahankan tata kelola pemerintahan yang bersih,” ujarnya.

Senada, Wakil Wali Kota Ahmad Laiman menilai kegiatan tersebut penting dalam memperkuat komitmen serta kapasitas aparatur pemerintah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Menurut dia, penyelenggaraan pemerintahan yang baik membutuhkan pengetahuan yang memadai serta komitmen yang kuat agar setiap kebijakan yang diambil dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Sebagai bagian dari aparatur negara, kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebijakan yang diambil tidak menyimpang dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Ahmad Laiman.(*)

Berita Terkait

Pengawasan Hewan Kurban di Tidore Diperketat, Pastikan Bebas Penyakit Jelang Idul Adha
Sekolah Adat Dodara Tanamkan Kepedulian Lingkungan dan Cinta Budaya pada Siswa Talaga Puncak
DPRD Tidore Desak Penataan Parkir Pelabuhan Galala, Targetkan PAD Lebih Optimal
Efisiensi Anggaran, DPRD Tidore Maksimalkan Reses Lewat Pertemuan dan Blusukan
DPRD Tidore Bahas Investasi Pariwisata Rum, Dorong Realisasi Kerja Sama
WFA Disalahartikan sebagai Libur, Disiplin ASN Tidore Menurun
Disiplin dan Integritas Jadi Sorotan! SMKS Muhammadiyah Tidore Gelar Asesmen Akhir Jenjang
Pemkot Tidore Perkuat Revitalisasi Bahasa Daerah, Guru SD-SMP Ikuti Bimtek Pengajar Utama
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 06:08 WIB

Pengawasan Hewan Kurban di Tidore Diperketat, Pastikan Bebas Penyakit Jelang Idul Adha

Jumat, 17 April 2026 - 18:59 WIB

Sekolah Adat Dodara Tanamkan Kepedulian Lingkungan dan Cinta Budaya pada Siswa Talaga Puncak

Kamis, 16 April 2026 - 20:59 WIB

DPRD Tidore Desak Penataan Parkir Pelabuhan Galala, Targetkan PAD Lebih Optimal

Kamis, 16 April 2026 - 17:29 WIB

Efisiensi Anggaran, DPRD Tidore Maksimalkan Reses Lewat Pertemuan dan Blusukan

Rabu, 15 April 2026 - 17:33 WIB

DPRD Tidore Bahas Investasi Pariwisata Rum, Dorong Realisasi Kerja Sama

Senin, 13 April 2026 - 22:59 WIB

WFA Disalahartikan sebagai Libur, Disiplin ASN Tidore Menurun

Senin, 13 April 2026 - 13:27 WIB

Disiplin dan Integritas Jadi Sorotan! SMKS Muhammadiyah Tidore Gelar Asesmen Akhir Jenjang

Rabu, 8 April 2026 - 19:40 WIB

Pemkot Tidore Perkuat Revitalisasi Bahasa Daerah, Guru SD-SMP Ikuti Bimtek Pengajar Utama

Berita Terbaru