Ratusan Warga Bukulasa Ikuti Pawai Obor “Nyala Ela-Ela” yang Digelar IPPB

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 02:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua IPPB Bukulasa, Rafsanjani Hi Laha memberikan sambutan sebelum melepas kegiatan pawai obor nyala ela ela.

Ketua IPPB Bukulasa, Rafsanjani Hi Laha memberikan sambutan sebelum melepas kegiatan pawai obor nyala ela ela.

SOFIFI – Ikatan Pemuda Pelajar Bukulasa (IPPB) Desa Bukit Durian, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, menggelar kegiatan Nyala Ela-Ela berupa pawai obor dan cahaya guto pada Senin (16/3/2026) malam.

Kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat dalam menyambut malam-malam terakhir bulan suci Ramadan ini diikuti ratusan peserta yang terdiri dari anak-anak, remaja, pemuda pelajar hingga orang dewasa.

Pawai obor dimulai dari wilayah Desa Bukit Durian dan menyusuri jalan raya Bukulasa hingga berakhir di depan Kompi Khusus Banau. Sepanjang perjalanan, para peserta membawa obor serta lampu tradisional atau guto (pelita) yang menyala terang sehingga menciptakan suasana religius dan penuh kebersamaan.

Selain pawai obor, ribuan guto juga dipasang berjejer di sepanjang jalan Bukulasa. Cahaya dari pelita tersebut menambah semarak suasana malam Ramadan sekaligus memperlihatkan kekuatan tradisi yang masih dijaga oleh masyarakat setempat.

Ketua IPPB Bukulasa, Rafsanjani Hi Laha, mengatakan kegiatan Nyala Ela-Ela dapat terselenggara berkat partisipasi masyarakat serta kerja sama seluruh anggota IPPB yang terlibat sejak tahap persiapan.

Baca Juga :  Pemda Kepulauan Sula Gelar Bimtek Penyusunan SAKIP untuk Tingkatkan Akuntabilitas Kinerja

Menurutnya, proses persiapan dilakukan selama kurang lebih satu minggu, mulai dari menyiapkan bahan, membuat obor, hingga memasang ribuan guto di sepanjang jalan yang menjadi jalur pawai.

“Alhamdulillah kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan dan partisipasi masyarakat serta kerja keras teman-teman anggota IPPB. Selama sekitar satu minggu kami bersama-sama mempersiapkan ribuan obor dan guto yang dipasang di sepanjang jalan Bukulasa,” ujar Rafsanjani.

Ratusan warga dengan obor meramaikan kegiatan nyala ela ela di Bukulasa.

Ia menjelaskan, semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Banyak warga yang ikut terlibat dalam proses pembuatan obor, pengisian minyak pada pelita hingga pemasangan guto di sepanjang jalan.

“Ini bukan hanya kegiatan pemuda, tetapi kegiatan bersama masyarakat. Anak-anak, pemuda hingga orang tua semua ikut berpartisipasi. Ada yang membantu membuat obor, menyiapkan pelita, sampai memasangnya di sepanjang jalan,” jelasnya.

Rafsanjani menambahkan, kegiatan Nyala Ela-Ela tidak sekadar pawai obor, tetapi juga memiliki makna spiritual dan budaya bagi masyarakat Bukulasa dalam menyambut malam Lailatul Qadar.

Baca Juga :  Generasi Obi Tumbuh Berdaya Bersama Industri: Kisah Angki, Yokber, dan Sifa di Harita Nickel

“Melalui kegiatan ini kami ingin menghidupkan kembali semangat kebersamaan serta nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda agar tetap mengenal dan melestarikan tradisi yang diwariskan oleh para orang tua kita,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan tersebut dapat berlangsung aman dan lancar.

“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada anggota TNI dari Kompi Khusus Banau serta anggota Polri dari Polsek Oba Utara yang turut memberikan dukungan dan pengamanan selama kegiatan berlangsung, sehingga pawai obor ini dapat berjalan tertib dan aman,” tambah Rafsanjani.

Rafsanjani berharap kegiatan Nyala Ela-Ela dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Bukulasa sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

“Harapan kami kegiatan ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun dan menjadi agenda rutin masyarakat setiap bulan Ramadan. Dengan begitu nilai kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap tradisi lokal tetap terjaga di tengah perkembangan zaman,” pungkasnya.

Berita Terkait

Polda Malut Bangun Akses Pelosok Lewat Program Jembatan Merah Putih Presisi
Wagub Malut Respons Keluhan Sopir soal Solar Subsidi, Pemprov Siapkan Koordinasi dengan Pertamina
Pemprov Malut Dukung Penyerahan Remisi Umum bagi 790 Warga Binaan
Satu Panggung Seribu Talenta, Cara Anak Muda Malut Rayakan Kemerdekaan Lewat Seni
Peletakan Batu Pertama Masjid Nurul Fasyah Takome Digelar, Pemprov Malut Siap Dukung Pembangunan
Wagub Sarbin Sehe dan PT Pupuk Indonesia Bahas Perbaikan Distribusi Pupuk Bersubsidi hingga Digitalisasi Penyaluran
Gubernur Sherly Sampaikan Rancangan KUA-PPAS 2027, Pendapatan Daerah Diproyeksikan Tembus Rp3,4 Triliun
Gubernur Sherly Tinjau Persiapan Sanggar Baskara Tampil di Istana Negara pada HUT Ke-81 RI
Berita ini 94 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 00:09 WIB

Polda Malut Bangun Akses Pelosok Lewat Program Jembatan Merah Putih Presisi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:39 WIB

Wagub Malut Respons Keluhan Sopir soal Solar Subsidi, Pemprov Siapkan Koordinasi dengan Pertamina

Rabu, 12 Agustus 2026 - 23:34 WIB

Pemprov Malut Dukung Penyerahan Remisi Umum bagi 790 Warga Binaan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Peletakan Batu Pertama Masjid Nurul Fasyah Takome Digelar, Pemprov Malut Siap Dukung Pembangunan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Wagub Sarbin Sehe dan PT Pupuk Indonesia Bahas Perbaikan Distribusi Pupuk Bersubsidi hingga Digitalisasi Penyaluran

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:35 WIB

Gubernur Sherly Sampaikan Rancangan KUA-PPAS 2027, Pendapatan Daerah Diproyeksikan Tembus Rp3,4 Triliun

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Gubernur Sherly Tinjau Persiapan Sanggar Baskara Tampil di Istana Negara pada HUT Ke-81 RI

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Pemprov Maluku Utara Percepat Pembangunan Gudang BULOG untuk Kendalikan Inflasi dan Stabilkan Harga Pangan

Berita Terbaru