TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menerima penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dari pemerintah pusat.
Penghargaan tersebut diberikan atas capaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menembus angka 100,3 persen, dengan total 122.652 jiwa penduduk Kota Tidore Kepulauan telah tercover layanan jaminan kesehatan.
Capaian ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). PKB menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, telah merealisasikan janji politiknya di sektor pelayanan kesehatan.
Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Tidore Kepulauan, Muhammad Julham, mengatakan komitmen Wali Kota Muhammad Sinen terhadap jaminan kesehatan masyarakat tidak hanya sebatas wacana, tetapi diwujudkan melalui kebijakan konkret sejak awal masa kepemimpinannya.
“Ini adalah komitmen yang patut diapresiasi. Seorang pemimpin dinilai dari kinerjanya. Apa yang disampaikan kepada publik, itulah yang dikerjakan. Dan Muhammad Sinen telah membuktikannya,” ujar Julham, Rabu (28/1/2026).
Menurut Julham, keberhasilan meraih UHC merupakan langkah strategis yang sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kota Tidore Kepulauan. Terlebih, kebijakan tersebut mampu direalisasikan dalam waktu relatif singkat, meski usia pemerintahan masih tergolong muda.
Meski demikian, Julham menegaskan bahwa capaian administratif tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di lapangan. Ia menilai dukungan internal pemerintah daerah, khususnya rumah sakit dan puskesmas, menjadi faktor kunci keberlanjutan program UHC.
Ia menyoroti masih adanya keluhan masyarakat terkait pelayanan yang dinilai berbelit, terutama dalam urusan administrasi saat berobat.
“Sering kali masyarakat datang untuk berobat justru dipersulit dengan urusan administrasi. Padahal yang harus diutamakan adalah pelayanan kesehatannya. Ini perlu menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Julham pun mendorong Direktur Rumah Sakit dan para Kepala UPT Puskesmas agar melakukan pembenahan menyeluruh, khususnya pada pelayanan dasar kepada masyarakat.
Ia mencontohkan Rumah Sakit Tidore yang dinilai masih membutuhkan perbaikan di sejumlah sektor, mulai dari ketersediaan SDM, fasilitas pendukung, hingga sarana penunjang pelayanan kesehatan.
“Direktur Rumah Sakit Tidore saat ini masih baru. Harapannya ada terobosan dan inovasi nyata. SDM harus diperkuat, fasilitas dibenahi, dan kesejahteraan tenaga medis juga perlu diperhatikan. Jika tidak ada perubahan, kondisinya akan tetap sama seperti sebelumnya. Ini juga berlaku bagi pimpinan UPT lainnya,” pungkas Julham. (*)






