SOFIFI – Dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-26 Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar sesi ngobrol sejarah dan storytelling “Sang Pejuang” yang membahas napak tilas sejarah daerah, berlangsung di aula Dikbud Malut, Kamis (9/10/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Maluku Utara H. Sarbin Sehe, didampingi mantan Ketua DPRD Maluku Utara periode 2014–2019 Dr. Saiful Bahri Ruray, anggota DPRD, serta Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan beserta jajarannya.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sarbin Sehe mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan sejarah dan perjuangan pembentukan Provinsi Maluku Utara.
“Sang Pejuang ini mengingatkan kita pada tonggak sejarah panjang Maluku Utara, mulai dari masa kesultanan hingga masa pendudukan Belanda,” ujar Sarbin Sehe.
Sejarah panjang Maluku Utara, kata dia, mencakup era perdagangan rempah sejak abad ke-7 yang menjadikan wilayah ini sebagai bagian penting dari jalur rempah dunia. Peran Maluku Utara juga tercatat dalam catatan para penjelajah dunia, mulai dari Ibnu Battutah hingga ekspedisi Magellan yang menandai hubungan maritim global antara Tidore dan bangsa Eropa.
Dalam kesempatan itu, Saiful Bahri Ruray yang juga tokoh pemekaran menegaskan bahwa perjuangan pemekaran Maluku Utara menjadi provinsi merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen masyarakat, bukan perjuangan kelompok tertentu.
“Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, karena pembangunan yang kita rasakan saat ini adalah buah perjuangan para pendahulu kita,” tegas Saiful.
Provinsi Maluku Utara resmi terbentuk melalui Undang-Undang Nomor 46 Tahun 1999 yang disahkan oleh Presiden B.J. Habibie pada 4 Oktober 1999. Selanjutnya, wilayah ini berkembang dengan pemekaran sejumlah kabupaten dan kota melalui berbagai undang-undang hingga terbentuknya Kabupaten Pulau Taliabu pada 2013.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-26 Provinsi Maluku Utara yang bertujuan memperkuat kesadaran sejarah dan menumbuhkan semangat kebangsaan masyarakat daerah.








