TIDORE – Kualitas udara di sejumlah sekolah di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, berangsur membaik berdasarkan hasil pemantauan Dinas Kesehatan setempat pada Rabu 21 Oktober 2026. Meski demikian, sejumlah titik masih berada dalam kategori tidak sehat sehingga masyarakat diminta tetap waspada.
Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan terus melakukan pengukuran kualitas udara di sejumlah lokasi yang tersebar di wilayah kerjanya, dengan fokus pada lingkungan pendidikan, terutama sekolah.
Berdasarkan laporan hasil pengukuran yang dilakukan puskesmas, sejumlah lokasi di Pulau Tidore menunjukkan perbaikan kualitas udara dari kategori tidak sehat menjadi sedang. Namun, perbaikan tersebut belum merata di seluruh wilayah.
Wilayah kerja Puskesmas Rum Balibunga, khususnya di Kecamatan Tidore Utara, masih mencatat kualitas udara kategori tidak sehat. Sementara itu, beberapa lokasi di wilayah kerja Puskesmas Ome telah menunjukkan kategori sedang.
Adapun di wilayah daratan Oba, sebagian besar titik pengukuran masih berada dalam kategori tidak sehat. Kendati demikian, kondisi tersebut dilaporkan membaik dibandingkan pemantauan sebelumnya yang menunjukkan kategori sangat tidak sehat.
Hasil pengukuran pada 21 Oktober 2026 menunjukkan konsentrasi partikulat PM2,5 dan PM10 yang bervariasi di setiap lokasi.
Di wilayah kerja Puskesmas Talagamori, misalnya, konsentrasi PM10 di SDN Talasi tercatat sebesar 287 mikrogram per meter kubik (µg/m³), sedangkan di SMA Negeri 12 Tidore Kepulauan mencapai 262 µg/m³.
Di wilayah kerja Puskesmas Galala, konsentrasi PM10 di SMP Negeri 11 Tidore Kepulauan, Akekolano, tercatat sebesar 228 µg/m³. Sementara itu, pengukuran di SDN Galala mencapai 230 µg/m³.
Sebaliknya, sejumlah sekolah di wilayah kerja Puskesmas Soasio telah masuk kategori sedang. Lokasi tersebut meliputi SDN Goto, SMP Negeri 1 Tidore, SDN Soasio, dan SDN Topo.
Meskipun kualitas udara di sejumlah titik menunjukkan perbaikan, masyarakat diminta tidak mengabaikan langkah pencegahan. Kondisi udara yang berangsur membaik belum berarti seluruh wilayah telah berada dalam kategori sehat.
Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah tetap dianjurkan, terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, termasuk asma.
Masyarakat juga diimbau mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih dan mengonsumsi buah serta sayuran.
Warga yang mengalami gejala batuk, pilek, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Pemantauan kualitas udara secara berkala diharapkan dapat membantu mengetahui perkembangan kondisi lingkungan dan menjadi dasar bagi masyarakat untuk mengambil langkah perlindungan kesehatan.(*)






