SOFIFI — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet muda Kota Ternate. Lisa Istifadha Ishak, atlet putri dari Perguruan PO Sinar Putih, berhasil meraih dua prestasi sekaligus dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat yang berlangsung di Sofifi.
Lisa sukses menjadi Juara 1 Fighter Putri Pencak Silat Kelas A sekaligus meraih Juara 2 Seni Putri. Dua capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Lisa, keluarga, perguruan, serta masyarakat Kota Ternate.
Tampil menghadapi atlet dari berbagai daerah, Lisa menunjukkan kemampuan, keberanian, ketenangan, serta mental bertanding yang kuat. Penampilannya di arena menjadi buah dari latihan dan persiapan yang dijalani secara konsisten.
Kejurda tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan pemetaan atlet potensial daerah untuk dipersiapkan menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
Prestasi yang diraih Lisa menjadi modal penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet pencak silat. Gelar Juara 1 Fighter Putri Kelas A sekaligus menunjukkan potensi Lisa untuk terus berkembang dan bersaing pada kejuaraan berikutnya.
Tidak hanya tampil di kategori fighter, Lisa juga membuktikan kemampuannya pada kategori seni. Ia berhasil meraih Juara 2 Seni Putri, sehingga mencatatkan dua prestasi dalam karakter pertandingan yang berbeda.
Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa Lisa memiliki kemampuan yang cukup lengkap, baik dalam aspek teknik bertanding maupun seni pencak silat.
Lisa dalam kejuaraan tersebut membawa nama Kota Ternate dan Perguruan PO Sinar Putih. Prestasinya sekaligus menjadi gambaran bahwa pembinaan yang dilakukan di tingkat perguruan dapat melahirkan atlet-atlet muda yang memiliki potensi untuk mengharumkan nama daerah.
Di luar arena pertandingan, Lisa juga menjalani aktivitas sebagai mahasiswi semester V Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Khairun (Unkhair).
Kesibukannya sebagai mahasiswa tidak menghalangi Lisa untuk tetap menjalani latihan dan mengikuti berbagai pertandingan. Pendidikan dan olahraga dijalani secara beriringan dengan disiplin, manajemen waktu, dan tanggung jawab.
Perjalanan Lisa menjadi contoh bahwa perempuan muda dapat berprestasi di bidang akademik sekaligus olahraga. Menjalani dua aktivitas tersebut tentu membutuhkan ketekunan, komitmen, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara pendidikan dan latihan.
Lisa merupakan putri dari Sarif Ishak dan Lisna S. Kontrak. Prestasi yang diraihnya di Kejurda menjadi kebanggaan tersendiri bagi kedua orang tua dan keluarga.
Dukungan keluarga menjadi salah satu kekuatan Lisa dalam menjalani proses latihan hingga tampil di arena pertandingan. Namun, keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari kerja keras, ketekunan, serta keberanian Lisa dalam mengembangkan kemampuannya.
Dua gelar yang diraih di Kejurda diharapkan menjadi pijakan bagi Lisa untuk menorehkan prestasi yang lebih tinggi. Dengan usia yang masih muda, ia masih memiliki ruang yang luas untuk meningkatkan teknik, memperkuat mental bertanding, dan mengembangkan potensinya.
Prestasi Lisa juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Kota Ternate dan Maluku Utara, khususnya perempuan muda, agar berani mengembangkan potensi diri melalui pendidikan maupun olahraga.
Lisa Istifadha Ishak telah membuktikan bahwa prestasi dapat diraih melalui kerja keras dan konsistensi. Dari arena pencak silat di Sofifi, ia membawa pulang dua gelar sekaligus mengharumkan nama Kota Ternate dan Perguruan PO Sinar Putih.
Dari Sofifi untuk Ternate, sebuah prestasi telah ditorehkan.






