TIDORE – Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen bertindak sebagai inspektur upacara pada penutupan Dasar Kebhayangkaraan Siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku Utara di Sirkuit Selawering, Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara, Selasa (1/9/2026).
Upacara penutupan ditandai dengan pemeriksaan pasukan siswa Diktukba SPN Polda Maluku Utara serta penanggalan ransel dan helm siswa sebagai simbol berakhirnya tahapan Dasar Kebhayangkaraan.
Dalam amanatnya, Muhammad Sinen mengatakan penutupan pendidikan dasar tersebut menjadi bukti ketangguhan para siswa dalam menjalani tempaan fisik dan mental. Namun, menurut dia, tahapan tersebut baru menjadi awal dari perjalanan pengabdian sebagai anggota Polri.
“Hari ini adalah bukti ketangguhan kalian dalam melewati tempaan dasar fisik dan mental. Namun, ingat bahwa ini barulah garis awal dari pengabdian yang sesungguhnya,” kata Muhammad Sinen.
Ia mengingatkan para siswa bahwa seragam kepolisian yang dikenakan bukan sekadar simbol kewibawaan, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab dan janji pengabdian kepada negara serta masyarakat.
Karena itu, dia meminta para calon anggota Polri tersebut memegang teguh tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Masyarakat tidak membutuhkan aparat yang berjarak. Mereka membutuhkan polisi yang hadir sebagai perisai saat mereka terancam dan sebagai sahabat yang mengedukasi saat mereka bimbang,” ujarnya.
Muhammad Sinen juga meminta para siswa menggunakan kewenangan yang diberikan negara secara bertanggung jawab, dengan mengedepankan pendekatan yang humanis serta menyelesaikan persoalan hingga ke tingkat akar rumput.
Menurut dia, tantangan kepolisian pada era modern tidak hanya berkaitan dengan kejahatan fisik, tetapi juga kejahatan informasi seperti fitnah, hoaks, dan berbagai bentuk intrik.
“Untuk itu diperlukan keterampilan dan wawasan yang matang. Kami percaya kalian memiliki kemampuan yang mumpuni untuk menghadapi tantangan tersebut,” katanya.
Selain itu, Muhammad Sinen berpesan agar para siswa menjunjung tinggi integritas dan profesionalitas demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Ia menegaskan bahwa seluruh pengabdian harus berpedoman pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya.
“Jaga nama baik institusi Polri dan junjung tinggi nilai Tribrata serta Catur Prasetya. Jadilah kebanggaan keluarga, kebanggaan Maluku Utara, dan kebanggaan bangsa,” katanya.
Muhammad Sinen juga mengingatkan para siswa untuk menjaga nama baik institusi, keluarga, dan daerah setelah menjadi bagian dari Korps Bhayangkara.
“Masuk sebagai anggota Polri adalah kemauan kalian semua. Saya berharap kalian bisa menjaga nama baik institusi, keluarga maupun daerah ini. Selamat melanjutkan tahapan pendidikan selanjutnya,” ujarnya.
Ia berharap seluruh siswa dapat menjalankan setiap tahapan pendidikan dengan penuh tanggung jawab dan senantiasa mendapat perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan tugas pengabdian.
Upacara tersebut turut dihadiri Kapolresta Tidore Kombes Pol Ampi Mesias Von Bulow, Kepala SPN Polda Maluku Utara, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Ismail Dukomalamo, para asisten sekretaris daerah, staf ahli wali kota, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta para pelatih dan pengasuh SPN Polda Maluku Utara.






