TIDORE – Masyarakat Lingkungan Mangga Gole, Kelurahan Mafututu, Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, bergotong royong membuka akses jalan tani secara swadaya.
Warga RT 07 dan RT 08 mengumpulkan dana secara patungan untuk menyewa alat berat (excavator) yang digunakan membersihkan dan membuka akses jalan tani di belakang permukiman mereka.
Akses jalan tani yang hendak dibuka tersebut memiliki panjang sekitar 2 kilometer. Dari hasil swadaya masyarakat, setiap kepala keluarga (KK) menyumbangkan Rp100.000. Hingga kini, dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp10 juta.
Tokoh pemuda setempat, Abdul Malik Alimuddin, mengatakan pembangunan jalan tani tersebut telah lama menjadi keinginan masyarakat. Kondisi akses yang belum memadai selama ini menyulitkan warga dalam mengangkut hasil pertanian, terutama pala dan cengkeh.
“Keinginan masyarakat di RT 07 dan RT 08 terkait jalan tani di belakang kampung ini sudah sangat lama. Banyak hasil pertanian seperti pala dan cengkeh yang sulit didistribusikan keluar karena akses jalan yang belum memadai,” kata Malik.
Menurut dia, keputusan untuk melakukan pekerjaan secara swadaya merupakan hasil musyawarah bersama tokoh masyarakat dan warga setempat.
Masyarakat kemudian sepakat mengumpulkan dana untuk menyewa excavator guna melakukan pembukaan, pembersihan, serta penyiapan lahan untuk akses jalan tani tersebut.
Malik mengatakan langkah swadaya masyarakat itu merupakan bentuk kepedulian warga terhadap kebutuhan akses pertanian. Namun, ia berharap pemerintah tetap hadir untuk membantu merealisasikan pembangunan jalan tani secara permanen.
“Kami berharap Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, khususnya Dinas PUPR dan Dinas Pertanian, dapat membantu merealisasikan pembangunan jalan tani di Kelurahan Mafututu, khususnya RT 07 dan RT 08,” ujarnya.
Ia memahami pemerintah saat ini tengah menghadapi kebijakan efisiensi dan penghematan anggaran. Meski demikian, Malik berharap kondisi tersebut tidak menghilangkan perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, khususnya akses bagi petani.
Menurut Malik, keberadaan jalan tani sangat penting untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus mempermudah distribusi hasil pertanian.
“Kalau torang lihat saat ini, hampir di semua wilayah di Kota Tidore Kepulauan, khususnya di Pulau Tidore, so ada jalan tani. Tinggal torang yang belum. Mohon bantuan dan perhatiannya sedikit,” kata Malik.
Warga berharap pembukaan akses secara swadaya ini dapat menjadi langkah awal pembangunan jalan tani yang lebih layak sehingga hasil pertanian masyarakat dapat diangkut dengan lebih mudah dan biaya distribusinya dapat ditekan.(*)






