SOFIFI — Dewan Pengurus Anak Cabang Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (DPAC KKIG) Sofifi menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneguhkan nilai persaudaraan, keharmonisan, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini mengusung tema “Meneladani Rasulullah SAW dalam Membangun Persaudaraan, Keharmonisan dan Kemajuan Negeri.”
Tema tersebut dinilai relevan dengan kehidupan masyarakat yang majemuk, terutama dalam mendorong seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan akhlak dan keteladanan Rasulullah SAW sebagai landasan dalam membangun hubungan sosial yang harmonis.
Dalam sambutan panitia yang disampaikan Sekretaris Paguyuban KKIG Sofifi, Ichwan Hamzah, S.Sos, disampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial keagamaan. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi ruang refleksi untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menerapkan nilai-nilai yang beliau ajarkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Rasulullah SAW telah memberikan teladan bagaimana membangun masyarakat dengan mengedepankan persaudaraan, kasih sayang, keadilan, toleransi, saling menghormati, serta semangat kebersamaan.
Karena itu, keluarga besar KKIG Sofifi dan masyarakat diharapkan dapat menjadikan momentum Maulid Nabi sebagai sarana memperkuat tali silaturahmi, menjaga keharmonisan, serta menumbuhkan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah.
“Keteladanan Rasulullah SAW harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya melalui peringatan Maulid, tetapi bagaimana nilai-nilai yang beliau ajarkan dapat menjadi pedoman dalam membangun persaudaraan dan kehidupan masyarakat yang harmonis,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan panitia.
Sementara itu, hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW disampaikan Ustad KH. Irwan Tamsoa, Lc., M.Pd. Dalam tausyiahnya, ia lebih menekankan pada keutamaan memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai salah satu bentuk kecintaan umat kepada Rasulullah.
Menurutnya, kisah perjalanan hidup atau sirah nabawiyah Rasulullah SAW telah banyak disampaikan oleh para ustad dan ustadzah. Demikian pula keteladanan Nabi dapat dipelajari melalui pembacaan Barzanji beserta terjemahannya.
“Kalau Sirah Nabawiyyah, sudah banyak dibahas oleh para ustad dan ustadzah, atau dengan membaca Barjanji dengan terjemahan. Karena dalam Barjanji sudah menggambarkan keteladanan, perjuangan, kepribadian dan kepemimpinan Nabi Muhammad Rasulullah SAW,” ujar KH. Irwan.
Ia menegaskan, memperbanyak sholawat bukan hanya menjadi amalan untuk menunjukkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan diri kepada nilai-nilai yang diajarkan Nabi.
Kecintaan kepada Rasulullah, lanjutnya, harus diwujudkan melalui keteladanan terhadap akhlak dan perjuangan beliau. Dengan demikian, peringatan Maulid tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi mampu memberikan pengaruh nyata terhadap perilaku dan kehidupan sosial masyarakat.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini, DPAC KKIG Sofifi mengajak seluruh keluarga besar KKIG dan masyarakat untuk terus mempererat ukhuwah, merawat persatuan, serta membangun kehidupan yang damai dan harmonis.
Semangat meneladani Rasulullah SAW diharapkan dapat menjadi energi bersama untuk membangun persaudaraan sekaligus berkontribusi terhadap kemajuan daerah dan bangsa.
Peringatan tersebut juga menjadi momentum bagi masyarakat Muslim di Maluku Utara, khususnya di ibu kota provinsi dan sekitarnya, untuk semakin mencintai Rasulullah SAW dengan menghidupkan sunnah, meneladani akhlaknya, memperbanyak sholawat, serta mengamalkan nilai-nilai perjuangan beliau dalam kehidupan sehari-hari.






