TERNATE — Ratusan peserta memeriahkan QRIS Kie Raha Kalcer Run 2026 yang berlangsung di Taman Nukila, Ternate, Sabtu (15/8/2026) pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 sekaligus mendorong perluasan transaksi pembayaran digital di masyarakat.
Peserta tampak antusias mengikuti Kalcer Run yang dikemas dengan konsep sportainment, memadukan olahraga, kreativitas, budaya, pariwisata, UMKM, dan gaya hidup generasi muda.
Sambutan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos dalam kegiatan tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Nurlela Muhammad.
Nurlela menyampaikan apresiasi kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara yang terus menghadirkan berbagai inovasi dalam memperkuat digitalisasi ekonomi dan keuangan di daerah.
“Digitalisasi tidak harus selalu hadir di ruang-ruang formal. Hari ini kita lihat digitalisasi hadir di tengah masyarakat lewat olahraga, kreativitas, budaya, pariwisata, UMKM, hingga gaya hidup generasi muda,” ungkap Nurlela.
Menurutnya, QRIS Kie Raha Kalcer Run 2026 bukan sekadar kegiatan olahraga. Ajang tersebut menjadi ruang untuk membangun gaya hidup sehat, mempererat interaksi sosial, memperkenalkan budaya Kie Raha, sekaligus memperluas pemanfaatan transaksi pembayaran digital.
Ia menilai digitalisasi pembayaran memiliki arti strategis bagi Maluku Utara yang memiliki karakteristik sebagai daerah kepulauan.
“Dengan kondisi geografis kita, teknologi digital bisa menjadi jembatan untuk memperluas akses ekonomi. Kita ingin UMKM Maluku Utara naik kelas, mulai dari Ternate, Tidore, Sofifi, Halmahera, Kepulauan Sula, hingga Pulau Morotai. Semuanya bisa memanfaatkan teknologi untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Nurlela juga mengajak pelaku UMKM dan masyarakat agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi digital, tetapi turut menjadi pelaku aktif dalam ekosistem ekonomi digital.
Menurutnya, pemanfaatan QRIS dapat membantu memperluas transaksi, meningkatkan efisiensi usaha, memperkuat pencatatan keuangan, serta meningkatkan daya saing pelaku UMKM.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara, lanjutnya, berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, komunitas, dan perguruan tinggi untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah.
“Harapan kita, QRIS Kie Raha Kalcer Run ini terus berkembang menjadi agenda tahunan yang inklusif. Bukan hanya acara olahraga, melainkan bagian dari ekosistem sport tourism, ekonomi kreatif, UMKM, budaya, dan digitalisasi Maluku Utara,” tuturnya.
Kemeriahan kegiatan berlanjut hingga akhir acara. Peserta mengikuti pengumuman Best Kalcer Costume yang menampilkan beragam kostum kreatif bernuansa budaya dan kekinian.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize dan ditutup penampilan DJ. Konsep sportainment tersebut menjadi cara BI dan Pemprov Malut menyampaikan pesan digitalisasi kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih dekat, kreatif, dan menyenangkan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara Handi Susila, pimpinan instansi vertikal dan perbankan, Kepala OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara Adi Surahmat, pelaku UMKM, komunitas kreatif, serta insan olahraga.






